JawaPos.com – Menjadi anak tengah tidak pernah terasa menyenangkan karena dituntut untuk selalu menurut kepada kakak dan harus mengalah kepada adik.
Dua peran yang dimiliki anak tengah sebagai seorang kakak untuk anak bungsu dan menjadi seorang adik untuk anak sulung.
Sering membuat posisi anak tengah terjepit berada di antara anak pertama dan anak terakhir. Akibatnya, anak tengah jarang terlihat dan dianggap tidak ada di mata orangtua.
Terlebih menjadi anak tengah tidak penah terasa istimewa karena ada kakak pertama yang selalu menjadi kebanggaan orangtua dan ada adik bungsu yang selalu diprioritaskan.
Rasa ketidakadilan dan perasaan kurang kasih sayang membuat anak tengah sering mengalami sindrom anak kedua atau middle child syndrome.
Dilansir dari laman Choosing Therapy pada Senin (6/1), berikut tiga hal yang membuat anak tengah memiliki mental yang paling kuat dan toleransi kesabaran yang begitu tinggi.
Baca Juga: Memahami 8 Kepribadian Orang yang Mampu Menikmati Momen Apapun dalam Hidupnya, Menurut Psikologi
1. Selalu mengalah
Anak tengah memang harus dipaksa kuat oleh keadaan. Karena mereka harus mengalah terhadap kedua saudaranya yang lain.
Mereka terbiasa mengalah mencari perhatian orangtua yang sudah diprioritaskan untuk diberikan kepada si sulung dan bungsu.
Dan anak tengah juga selalu memendam segala sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman.
Padahal tidak apa untuk mengutarakan yang ada di dalam hati kalian selama tidak menyakiti yang lainnya.
2. Terbiasa mandiri
Orangtua yang sudah terbiasa untuk memperhatikan kebutuhan kakak dan selalu mengutamakan adik membuat anak tengah terbiasa melakukan apa pun sendiri.
Hal inilah yang membuat mereka memiliki mental yang kuat karena sudah terbiasa mandiri sejak kecil.
3. Kurang diperhatikan
Anak tengah yang selalu dituntut untuk memahami keluarga, seperti harus patuh terhadap kakak dan mengalah kepada adik membuat anak tengah jarang memperhatikan dirinya sendiri.
Padahal mereka juga masih anak-anak yang sangat membutuhkan peran orangtua dan kasih sayang mereka.
Ayolah untuk para orangtua bersikap lebih adil dan berikan mereka cinta yang setara. Anak tengah kalian bukan pengasuh yang harus memperhatikan si sulung dan si bungsu.
Apalagi menjadi anak tengah perempuan yang terkadang dituntut untuk menggantikan peran ibu dalam menjaga adik.
Pastinya hal itu sangat tidak dibenarkan karena anak tidak memiliki kewajiban untuk menggantikan peran orangtua.
Tolong untuk orangtua berikan anak tengah perempuan kalian kasih sayang yang berlimpah seperti bagaimana kalian memperlakukan anak bungsu.
Selain itu, banggakan juga anak tengah kalian seperti bagaimana kalian membanggakan anak pertama di depan para kerabat yang berkunjung.
Untuk anak tengah terima kasih sudah menjadi yang paling kuat dan paling bisa diandalkan keluarga. Sekarang kalian bisa melepas topeng dan berhenti untuk berpura-pura menjadi dewasa.
Nikmatilah hidup senyaman mungkin dan buat diri kalian menjadi bahagia.
***