← Beranda

Menurut Psikologi: Inilah 8 Ciri Perempuan yang Sering Salah Memilih Pasangan hingga Terjebak dalam Hubungan Tidak Sehat

Vindi Rayinda AyudyaSenin, 23 Desember 2024 | 20.47 WIB
Ilustrasi perempuan yang sering salah memilih pasangan. (Pexels/Timur Weber)

JawaPos.Com - Mencari pasangan hidup sering kali menjadi perkara yang tidak mudah bagi sebagian perempuan.

Perjalanan menuju hubungan yang sehat dan bahagia, terasa seperti teka-teki yang sulit dipecahkan.

Namun tahukah Anda, bahwa ada pola atau kebiasaan tertentu yang dapat menjadi penyebab seseorang, khususnya perempuan terus-menerus salah memilih pasangan?

Menurut psikologi, perempuan dengan ciri-ciri tertentu cenderung terjebak dalam hubungan tidak sehat, mulai dari alasan emosional, kurangnya kepercayaan diri, atau bahkan pola asuh masa kecil yang membentuk cara mereka memandang cinta.

Seringkali, tanda-tanda ini terlihat sepele dan bahkan tidak disadari oleh yang bersangkutan.

Padahal, ciri-ciri ini bisa menjadi indikator kuat bahwa ada hal yang perlu diperbaiki dalam cara mereka memilih pasangan.

Lantas, apakah Anda merasa hubungan Anda sulit bertahan lama atau selalu berakhir dengan luka? Bisa jadi, pola ini disebabkan oleh salah satu dari delapan ciri yang akan dibahas berikut.

Mari kita kupas lebih dalam mengenai apa saja ciri-ciri tersebut dan bagaimana cara menghindarinya agar tidak lagi terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Artikel ini akan membantu Anda mengenali pola yang merugikan serta memberikan solusi agar perjalanan cinta Anda lebih harmonis dan membahagiakan!

Dikutip dari Hack Spirit, jika Anda sering merasakan hal-hal berikut ini, mungkin saatnya mengevaluasi pilihan pasangan Anda.

1. Ketertarikan pada Keakraban

Seringkali, kita tertarik pada pria yang membuat kita merasa nyaman atau akrab, bahkan jika itu bukan hal yang baik.

Ketertarikan pada keakraban sering terjadi ketika Anda memilih seseorang yang memiliki pola perilaku yang mirip dengan hubungan masa lalu yang tidak sehat.

Psikologi menjelaskan bahwa perasaan akrab ini bisa membuat kita tetap dalam siklus hubungan yang merusak, meskipun kita sadar bahwa hubungan tersebut tidak baik.

2. Takut Sendirian

Ketakutan untuk sendirian bisa menjadi alasan kuat mengapa seseorang terus memilih pasangan yang salah.

Banyak orang lebih memilih bersama pasangan yang kurang baik daripada menghadapi kesepian.

Menurut psikologi, takut sendirian dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam memilih pasangan, membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tidak sehat hanya demi menghindari perasaan kesepian.

3. Merasa Harga Diri Rendah

Harga diri yang rendah sering kali membuat seseorang merasa tidak pantas mendapatkan pasangan yang lebih baik.

Mereka mungkin memilih pria yang tidak menghargai atau memperlakukan mereka dengan buruk karena merasa tidak layak mendapatkan yang lebih baik.

Psikologi menjelaskan bahwa rasa rendah diri ini bisa menciptakan pola hubungan yang berulang, di mana seseorang selalu memilih pasangan yang tidak mendukung perkembangan diri mereka.

4. Mengabaikan Tanda Bahaya atau Red Flag

Salah satu alasan umum mengapa seseorang terus salah memilih pasangan adalah mengabaikan tanda bahaya (red flag) di awal hubungan.

Mereka mungkin merasionalisasi atau mengabaikan perilaku buruk pasangan dengan harapan hal tersebut akan berubah.

Namun, menurut psikologi, mengabaikan tanda-tanda ini hanya akan membawa lebih banyak masalah di kemudian hari dan menempatkan seseorang dalam hubungan yang tidak sehat.

5. Merasa Bisa Memperbaiki Perilaku Buruk Pria

Banyak orang, terutama wanita, memiliki kecenderungan untuk percaya bahwa mereka bisa mengubah atau memperbaiki perilaku buruk pasangan.

Keyakinan ini sering membuat seseorang bertahan dalam hubungan yang merusak dengan harapan bisa memperbaiki pasangan.

Namun, dalam banyak kasus, ini hanya memperpanjang penderitaan dan frustrasi, karena perilaku buruk pasangan seringkali sulit diubah tanpa keinginan kuat dari dirinya sendiri.

6. Salah Memahami Arti Cinta

Psikologi menyebutkan bahwa beberapa orang salah memahami apa itu cinta sejati.

Mereka mungkin melihat drama, ketidakpastian, atau konflik sebagai tanda cinta yang intens, padahal sebenarnya itu adalah tanda hubungan yang tidak sehat.

Pemahaman yang keliru tentang cinta bisa membuat seseorang terus terjebak dalam pola hubungan yang merusak, tanpa menyadari bahwa mereka layak mendapatkan cinta yang lebih sehat dan stabil.

7. Kurangnya Batasan yang Sehat

Batasan yang sehat sangat penting dalam hubungan. Orang yang sering salah memilih pasangan biasanya tidak memiliki batasan yang jelas.

Alhasil, inilah yang memungkinkan pasangan mereka untuk melampaui batas dan melakukan hal-hal yang merusak hubungan.

Tanpa batasan yang sehat, seseorang bisa dengan mudah dimanfaatkan atau diabaikan dalam hubungan.

8. Mengabaikan Intuisi

Terkadang, kita sebenarnya sudah tahu bahwa hubungan tersebut tidak baik bagi kita, tetapi memilih untuk mengabaikan intuisi kita.

Intuisi adalah alat yang kuat yang bisa membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih pasangan.

Jika Anda sering mengabaikan suara hati yang memberitahu Anda bahwa ada sesuatu yang salah, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda salah dalam memilih pria.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho