← Beranda
Jika Ingin Membuat Pasangan Merasa Nyaman dan Aman Saat Ada di Dekatmu, Pastikan untuk Meninggalkan 7 Kebiasaan Ini
Sharah SalsabilaSabtu, 30 November 2024 | 00.09 WIB
Ilustrasi orang yang aman dan nyaman saat dengan pasangan.

JawaPos.com - Dalam menjalin suatu hubungan, sebagai pria biasanya ingin membuat pasangan merasa nyaman dan aman saat berada di dekatnya. Sehingga selalu ada kerinduan untuk menghabiskan waktu berdua.

Bagaimanapun kehidupan kita hingga maut akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan pasangan dibanding orang lain. Oleh karena itu, pentingnya menjaga ikatan emosional hubungan agar tetap langgeng.

Melansir dari laman Baseline Mag pada (29/11) jika ingin membuat pasangan merasa nyaman dan aman saat ada di dekatmu, pastikan untuk meninggalkan 7 kebiasaan ini :

1. Selalu mengkritik

Kita semua pernah membuat kesalahan. Meskipun penting untuk mengatasi ini, ada perbedaan tipis antara masukan yang membangun dan kritik langsung. Soalnya, kritik bisa membuat pasangan merasa diserang.

Sebaliknya, cobalah untuk mendekati situasi tersebut dari sudut pandang pengertian dan dukungan. Misalnya, alih-alih mengatakan, “Kamu tidak pernah membantu mencuci piring,” tapi bisa mengatakan, “Aku merasa kewalahan karena harus mencuci piring sendirian.”

2. Silent Treatment

Silent treatment merupakan perilaku diam-diam yang membuat orang lain merasa bingung, terisolasi, dan tidak aman. Daripada menutup diri, cobalah untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka. Jika kamu memang perlu waktu untuk sendiri, maka bicarakan dengan baik-baik.

3. Rasa cemburu berlebihan

Ketika kita terlampau sayang dengan pasangan, rasanya jangan ada orang lain yang mendekatinya sejengkal pun. Ketika dia sedang berbicara atau sekedar senyum dengan lawan jenis, langsung terbesit pikiran negatif.

Namun perlu disadari lagi mengenai asal rasa cemburu itu, entah berasal dari pasangan atau hanya ketakutan diri sendiri. Serta cobalah untuk membangun kepercayaan dan kurangi rasa takut itu.

4. Selalu ingin dibenarkan

Ada kepuasan tertentu yang didapat ketika kita memenangkan argumen atau membuktikan suatu hal. Tapi bila itu mengorbankan perasaan pasangan, ada baiknya mempertimbangkan kembali.

Ketahuilah bahwa hubungan romantis bukan tentang pihak yang benar dan salah, karena ini bukan pertarungan. Tapi tentang mendengarkan sudut pandang satu sama lain meskipun kamu tidak setuju akan hal itu.

5. Membebaskan diri

Hubungan adalah jalan dua arah, hal ini melibatkan memberi dan menerima, kompromi dan kerja sama. Tapi keseimbangan ini sering kali terlupakan di tengah hiruk pikuk kehidupan.

Menurut para psikolog, salah satu indikator utama hubungan yang sehat adalah keseimbangan kontribusi. Ini bukan hanya tentang seuatu yang terima terima, tetapi juga tentang sesuatu yang sudah kamu berikan.

6. Melepaskan ekspektasi yang tak realistis

Di dunia media sosial dan film romantis, sangat mudah untuk terjebak dalam pusaran kisah cinta ideal. Kita mulai percaya bahwa hubungan harus berjalan dengan cara tertentu, bahwa pasangan harus selalu memahami, dan konflik harus diselesaikan sebelum matahari terbenam.

Namun inilah kenyataannya, bahwa setiap hubungan itu unik, begitu pula setiap orang. Pasanganmu adalah manusia, mereka memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri, sama seperti dirimu sendiri.

Mengharapkan mereka untuk menjadi sempurna atau memenuhi standar ideal bukan hanya tidak adil, tapi juga tidak realistis. Sebaliknya, cobalah menerima pasangan apa adanya.

7. Perbandingan terus-menerus

Perbandingan adalah pencuri kebahagiaan, ketika kita mulai membandingkan pasangan dengan orang lain, baik itu rekan kerja, mantan, atau bahkan karakter fiksi bisa membuat diri menjadi kecewa.

Hargailah keberadaan mereka dengan apa adanya dan bersamai dalam setiap pertumbuhannya. Itulah definisi dari cinta sejati.

Dengan adanya rasa aman dan nyaman, mengutip dari laman Klik Dokter bahwa itu menjadi salah satu kriteria hubungan yang sehat. Ingatlah bahwa hubungan sehat juga bukan terbebas dari masalah, tapi keduanya mampu menanggapi dengan efektif.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho