← Beranda

Psikologi Ungkap 7 Pola Perilaku yang Diam-diam Menguras Energi Anda Lebih dari yang Anda Kira, Apa Saja?

Ajilan Fauza FathayanieJumat, 15 November 2024 | 03.20 WIB
Ilustrasi orang yang merasa lelah dan terkuras energinya yang disebabkan oleh beberapa pola perilaku tertentu

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa kelelahan meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat?

Banyak orang mengira bahwa energi hanya terkuras saat mereka bekerja keras atau berolahraga, namun kenyataannya, ada sejumlah pola perilaku yang secara diam-diam dapat menghabiskan energi kita tanpa kita sadari.

Menurut psikologi, kebiasaan-kebiasaan tertentu, yang tampaknya sepele, dapat berdampak besar pada tingkat energi harian kita, yang membuat kita merasa lelah dan kurang produktif.

Pola perilaku ini sering kali tersembunyi dalam rutinitas harian, yang pad akhirnya membuat kita kehabisan tenaga sebelum hari berakhir.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (14/11), berikut merupakan 7 pola perilaku yang diam-diam menguras energi Anda lebih dari yang Anda kira, menurut psikologi.

1. Menyimpan Energi Negatif

Setiap orang pasti mengalami emosi negatif dari waktu ke waktu, seperti kesal, marah, atau sedih.

Namun, ketika kita terus-menerus menyimpan atau memendam emosi ini tanpa mencari cara untuk melepaskannya, emosi negatif tersebut dapat mempengaruhi kesehatan kita.

Psikologi menyebutkan bahwa menyimpan emosi negatif bisa mengarah pada stres, kecemasan, dan bahkan masalah kesehatan fisik seperti sakit kepala atau gangguan pencernaan.

Semua ini pada akhirnya dapat menguras energi kita. Menyimpan perasaan negatif ibarat membawa beban berat setiap hari, dan semakin lama kita memendamnya, semakin lelah tubuh dan pikiran kita.

Mencoba melepaskan emosi negatif, entah itu dengan berbicara pada seseorang atau menulisnya di buku harian, ini bisa membantu mereka untuk menjaga energi tetap stabil.

2. Selalu Mengatakan 'Ya'

Kebiasaan selalu mengatakan ‘ya’ cenderung muncul dari keinginan untuk membantu orang lain, tidak ingin mengecewakan, atau takut dianggap tidak peduli.

Namun, ketika kita terus-menerus menerima permintaan dan kewajiban dari orang lain, kita akan mengisi waktu kita dengan terlalu banyak aktivitas.

Hal ini membuat kita kehilangan waktu yang berharga yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat atau merawat diri sendiri.

Kebiasaan ini juga mengarah pada over-commitment yang bisa mengakibatkan kelelahan fisik dan mental. Lebih dari itu, ketika kita tidak mengutamakan diri sendiri, energi kita terkuras karena kita tidak hidup sesuai keinginan kita.

Belajar mengatakan ‘tidak’ dan menetapkan batasan bukan berarti bahwa Anda egois, tetapi justru membantu kita untuk menjaga energi agar tetap kuat dan stabil.

3. Terlalu Terpaku pada Perangkat Elektronik

Dengan kemajuan teknologi, sangat mudah bagi kita untuk menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, baik untuk bekerja, berkomunikasi, atau sekadar menghibur diri.

Menurut statistik, rata-rata orang menghabiskan lebih dari empat jam sehari di ponsel mereka. Kebiasaan ini, meskipun terlihat tidak berbahaya, sebenarnya bisa menguras energi kita secara perlahan.

Terlalu lama di depan layar tidak hanya menyebabkan mata kita lelah, tetapi juga mengganggu pola tidur, yang akhirnya berdampak pada energi kita.

Selain itu, penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan juga dapat meningkatkan stres dan menyebabkan kelelahan mental.

4. Kurang Bergerak

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga energi kita tetap stabil. Namun, dengan gaya hidup modern yang cenderung banyak duduk, seperti bekerja di depan komputer atau menonton TV berjam-jam, kita sering kali kurang bergerak.

Tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk aktif, dan ketika kita tidak cukup bergerak, aliran darah ke otak dan tubuh kita bisa terganggu, yang pada akhirnya membuat kita merasa lesu dan tidak bersemangat.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur, meski hanya dengan berjalan kaki, bisa meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati, dan memperkuat fokus.

Jadi, cobalah untuk lebih aktif dalam rutinitas harian Anda, meskipun hanya dengan melakukan peregangan atau berjalan di sekitar rumah, agar tubuh dan pikiran tetap segar.

5. Terus-Menerus Melakukan Multitasking

Banyak orang berpikir bahwa multitasking adalah cara yang produktif untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, seperti mengirim email sambil mendengarkan panggilan telepon atau memasak sambil menonton televisi.

Namun, sebenarnya otak kita tidak dirancang untuk mengerjakan beberapa tugas sekaligus dengan baik.

Ketika kita berpindah fokus dari satu tugas ke tugas lain dengan cepat, otak perlu waktu untuk beradaptasi kembali pada tugas baru tersebut, dan proses ini cenderung menguras banyak energi.

Karena itulah, multitasking membuat kita merasa lebih cepat lelah dan bahkan kurang efektif dalam menyelesaikan pekerjaan.

Jika Anda sering merasa lelah tanpa sebab yang jelas, sudah saatnya untuk mengurangi multitasking dan mulai fokus pada satu hal pada satu waktu agar energi tetap stabil.

6. Mengabaikan Perawatan Diri

Perawatan diri, seperti istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat, dan menjaga kesehatan mental, sering kali diabaikan ketika kita sibuk atau merasa bahwa ada hal-hal lain yang lebih mendesak.

Sayangnya, mengabaikan kebutuhan dasar tubuh bisa berdampak buruk pada energi kita secara keseluruhan.

Ketika kita tidak memberi tubuh dan pikiran waktu untuk istirahat dan pemulihan, kita akan merasa cepat lelah, lebih mudah stres, dan sulit untuk fokus.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kebahagiaan seseorang sangat berkaitan dengan perawatan diri yang baik. Ketika kita merasa lebih bahagia, tubuh kita pun memiliki energi yang lebih baik untuk menghadapi hari.

7. Kurang Tidur

Kita semua tahu bahwa tidur sangatlah penting untuk kesehatan, tetapi sering kali aktivitas lain membuat kita mengorbankan waktu tidur.

Begadang untuk menyelesaikan pekerjaan, menonton acara televisi, atau bangun lebih pagi untuk berolahraga, semuanya mengurangi waktu tidur yang seharusnya kita butuhkan.

Saat tubuh tidak mendapatkan tidur yang cukup, proses pemulihan alami cenderung akan terganggu, dan ini berdampak langsung pada energi serta daya tahan tubuh kita.

Kekurangan tidur kronis bahkan bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti kesulitan konsentrasi, perubahan suasana hati, dan sistem kekebalan yang melemah.

Jadi, penting untuk tidak hanya mendapatkan waktu tidur yang cukup, tetapi juga menjaga kualitas tidur agar tubuh kita benar-benar beristirahat dan bertenaga setiap hari.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho