JawaPos.com - Hubungan yang harmonis, akan menghasilkan kualitas komunikasi dan reaksi yang menyenangkan terhadap pasangan.
Pastinya, Anda tidak menginginkan hubungan yang selama ini dijalin retak di tengah jalan.
Meski begitu, terkadang beberapa hal kita lewatkan terhadap pasangan yang menyebabkan hubungan semakin renggang.
Dikutip dari Yourtango pada Selasa (12/11), berikut adalah tujuh faktor yang menyebabkan retaknya hubungan. Simak selengkapnya!
1. Kurangnya Kedekatan Emosional
Tanpa obrolan, sebuah hubungan pastinya akan serasa diam di tempat dan tidak memiliki kemajuan. Sebab, komunikasi pastinya akan melahirkan kedekatan secara emosional.
Hal lainnya ialah membuat kedua belah pihak merasa dekat, aman, dan nyaman. Bukan tidak mungkin hubungan tersebut bakal menjadi hubungan yang romantis.
Terhadap suatu hubungan romantis, Anda harus menjadi tempat yang aman bagi pasangan untuk mengungkapkan diri mereka yang sebenarnya.
Untuk itu, luangkan waktu untuk membicarakan konflik masa lalu yang belum dapat terselesaikan.
Lakukan yang terbaik untuk menggunakan bahasa "Saya" dan berbicara dari sudut pandang yang memiliki makna.
Tak salah untuk latihan meminta maaf dan pastikan untuk secara teratur memperbaiki apa yang selama ini telah salah dilakukan.
Saat Anda membuka hati Anda satu sama lain, Anda akan menemukan bahwa keinginan Anda yang jauh ke depan.
Tak heran jika kurangnya kedekatan emosional dalam suatu hubungan secara signifikan dapat menyebabkan peningkatan konflik, perasaan kesepian, dan kemungkinan perselingkuhan.
Hal itu terjadi karena pasangan dapat mencari ruang emosional di tempat lain ketika mereka tidak merasa sangat terhubung dengan Anda.
2. Mentalitas dan Cara Pikir yang Salah
Perhatikan bagaimana Anda berpikir tentang pasangan Anda. Ingat bagaimana rasanya di awal ketika chemistry kalian terjalin dalam pikiran Anda.
Penelitian tahun 2011 menunjukkan bahwa mentalitas negatif atau "salah" dalam suatu hubungan dapat menyebabkan rusaknya suatu hubungan.
Hal ini menyebabkan kritik yang berlebihan, kurangnya empati, kesulitan berkomunikasi secara terbuka, dan kecenderungan untuk fokus pada aspek negatif pasangan.
Sehingga pada akhirnya menyebabkan kebencian dan berakhirnya hubungan yang tidak menyenangkan terhadap keduanya.
3. Hubungan Jadi Membosankan
Semua rutinitas bisa menjadi membosankan di antara kedua pasangan. Antara pekerjaan, pekerjaan rumah, dan semua tekanan lain dari kehidupan sehari-hari.
Bahkan, Anda dapat merasa lebih mudah untuk bersantai di depan TV sampai tiba waktunya untuk tertidur dibanding berbicara dengan pasangan.
Baiknya, rutinitas yang baik agar tetap dipertahankan. Seperti kencan malam yang teratur dapat membantu Anda keluar dari lingkaran yang membisankan.
Dan bahkan jika Anda tidak intim setiap saat, tidak meluangkan waktu untuk mengobrol satu sama lain, dan bersenang-senang. Hal ini akan membuat Anda terlibat dalam hubungan yang tidak baik.
4. Saling Menghindar Satu Sama Lain
Pasangan yang kurang harmonis, biasanya kurang memiliki waktu untuk bersama, dan ini dapat mengurangi chemistry dari waktu ke waktu.
Kontak manusia melalui sentuhan fisik adalah elemen inti dalam ikatan sosial, memfasilitasi kesejahteraan psikososial.
Penelitian yang diterbitkan oleh European Journal of Investigation in Health, Psychology, and Education menunjukkan bahwa menghindari sentuhan dapat berdampak negatif pada hubungan dan berkontribusi pada perasaan jarak emosional, kesalahpahaman serta konflik.
5. Jarang Menunjukkan Saling Menghargai dan Rasa Terima Kasih
Ketika Anda mendapati diri Anda menghakimi pasangan Anda, ubah pikiran kritik atau penilaian menjadi penghargaan dan rasa terima kasih.
Ketika Anda menghargai, Anda akan menemukan bahwa Anda merasa lebih baik dan memghargai pasangan.
Hindari membicarakan masalah pekerjaan, pekerjaan rumah atau hubungan yang tidak menyenangkan yang pernah terjadi.
Sebaliknya, bagikan 5 hal yang Anda syukuri satu sama lain setiap hari sebelum tidur untuk melanjutkan kegiatan.
Pastinya, gagak menunjukkan rasa terima kasih dalam suatu hubungan dapat secara signifikan merusak hubungan antara pasangan.
Hal ini menyebabkan perasaan kesal, penurunan rasa emosional, dan kemungkinan konflik yang lebih tinggi.
Hal ini disebabkan oleh rasa tidak saling menghargai dan diterima begitu saja ketika upaya mereka tidak diakui.
6. Kurangnya Rasa Ingin Tahu Terhadap Pasangan
Bagian dari kesalahan lainnya adalah kurangnya rasa ingin tahu terhadap pasangan.
Jika Anda kehilangan rasa ingin tahu tentang pasangan Anda, maka beragam asumsi muncur dalam kepala.
Tidak heran mengapa pada akhirnya dapat menyebabkan semua jenis miskomunikasi dan lebih banyak konflik terjadi pada Anda.
Keingintahuan adalah kualitas yang menarik. Ketika Anda penasaran dengan pasangan Anda, Anda akan merasa lebih tertarik pada mereka dan Anda akan lebih menarik bagi keduanya.
7. Tidak Pernah Mencoba Hal Baru Bersama
Terbuka untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru dapat membawa banyak bumbu untuk hubungan Anda.
Anda dapat mengambil kelas memasak atau hal lainnya dengan tujuan untuk tetap bersama dan menjalin hubungan yang romantis.
Barangkali, makan makanan ringan bersama dengan musik favorit dapat mengatur keintiman fisik yang hebat.
Menghindari mencoba hal-hal baru dalam suatu hubungan dapat menyebabkan stagnasi, kebosanan, dan penurunan kepuasan hubungan.
Kurangnya hal baru dapat menghambat perasaan kegembiraan dan hubungan antara pasangan, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hubungan secara keseluruhan.
***