JawaPos.com - Banyak orang yang menganggap bahwa masa muda adalah masa paling bahagia dalam hidup.
Namun, beberapa orang justru menganggap masa pensiun atau masa tua mereka sangat penuh dengan kegembiraan dan kepuasan daripada masa muda.
Lalu, apa sajakah rahasia kebahagiaan di usia lanjut semacam ini? Jawabannya adalah, semuanya bermuara pada kebiasaan sehari-hari.
Mereka yang lebih bahagia di usia 60-an dan seterusnya dibanding saat muda memiliki rutinitas tertentu yang mereka praktikkan setiap hari.
Kebiasaan-kebiasaan ini tidak rumit atau memakan waktu, tetapi membuat perbedaan besar dalam hal menjaga kesejahteraan mental dan emosional.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Rabu (6/11) ini, kita akan berbagi delapan kebiasaan sehari-hari yang sering dipraktikkan oleh mereka yang menemukan kebahagiaan di masa tuanya.
1. Jurnal rasa syukur
Satu kebiasaan sehari-hari yang tampaknya umum di antara mereka yang menemukan tingkat kebahagiaan lebih besar di tahun-tahun terakhirnya adalah menulis jurnal rasa syukur.
Menulis jurnal telah lama dikenal karena efek terapeutiknya. Jurnal memungkinkan kita untuk memproses pikiran dan emosi kita, memberikan semacam pelepasan dan kejelasan.
Namun, jurnal rasa syukur membawa hal ini ke tahap yang lebih jauh. Jurnal rasa syukur bukan hanya tentang merenungkan hari itu, tetapi tentang menemukan hal-hal positif, tidak peduli seberapa kecil hal itu.
Mereka yang mempraktikkan kebiasaan ini setiap hari membuat upaya sadar untuk berfokus pada hal-hal baik dalam hidup mereka, daripada berkutat pada hal-hal negatif atau tantangan yang mungkin mereka hadapi.
Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat mengubah perspektif seseorang secara signifikan, mengarah ke pandangan yang lebih positif dan rasa kepuasan yang lebih besar.
2. Olahraga teratur
Kebiasaan sehari-hari lainnya yang sering dilakukan oleh mereka yang lebih bahagia di usia 60-an dan seterusnya adalah olahraga teratur.
Dengan tetap berolahraga, mereka memiliki lebih banyak energi, tidur lebih nyenyak, dan secara umum merasa lebih positif dan bersemangat.
Ditambah lagi, hal itu memberi mereka rasa pencapaian yang terbawa ke area lain dalam hidup mereka.
3. Pembelajaran seumur hidup
Pikiran yang ingin tahu adalah pikiran yang bahagia. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang berusia 60-an dan seterusnya.
Belajar sepanjang hayat adalah kebiasaan umum di antara mereka yang mempertahankan rasa gembira dan kepuasan di masa tua mereka.
Penelitian telah menunjukkan bahwa terus mempelajari keterampilan atau informasi baru seiring bertambahnya usia dapat membantu menjaga otak tetap tajam. Bahkan dapat menunda timbulnya penurunan kognitif.
Entah itu menekuni hobi baru, mempelajari bahasa baru, atau sekadar membaca tentang topik yang menarik minat mereka, orang-orang ini tidak pernah berhenti mencari pengetahuan.
Kebiasaan ini tidak hanya menjaga pikiran tetap aktif tetapi juga memberikan rasa pencapaian dan tujuan, sehingga berkontribusi pada kebahagiaan secara keseluruhan.
4. Koneksi yang bermakna
Salah satu bagian terindah dari proses penuaan adalah hubungan yang dalam dan bermakna yang telah kita jalin sepanjang hidup.
Hubungan ini, baik dengan keluarga, teman, atau bahkan hewan peliharaan, menambah kekayaan hidup yang sulit diukur.
Mereka yang paling bahagia di usia 60-an dan seterusnya memahami pentingnya hubungan ini.
Mereka meluangkan waktu setiap hari untuk memelihara hubungan mereka, baik itu menelepon teman jauh, makan siang mingguan dengan saudara kandung, atau sekadar berpelukan dengan hewan peliharaan kesayangan.
Ini bukan sekadar interaksi sosial, tetapi kesempatan untuk memberi dan menerima cinta, berbagi pengalaman, dan menciptakan kenangan.
Kebiasaan sehari-hari dalam memelihara hubungan yang bermakna dapat memberikan rasa memiliki dan tujuan yang berkontribusi signifikan terhadap kebahagiaan secara keseluruhan.
5. Belajar memaafkan
Menyimpan dendam atau luka masa lalu dapat membebani hati kita. Hal itu dapat memengaruhi kesehatan, kebahagiaan, dan bahkan hubungan kita.
Ada saat dalam hidup Anda ketika Anda mungkin menyimpan banyak amarah dan kebencian. Atau Anda mungki merasa disakiti dan tak bisa melupakan rasa sakit itu.
Namun seiring bertambahnya usia, Anda akan menyadari betapa besar dampak negatif ini terhadap kebahagiaan Anda.
Saat Anda mulai berlatih memaafkan, tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri Anda sendiri, Anda akan mulai melepaskan kepahitan dan berdamai dengan masa lalu.
Praktik memaafkan setiap hari ini dapat meringankan beban emosional Anda dan membawa Anda ke kondisi pikiran yang lebih bahagia dan lebih damai.
6. Makan sehat
Kita semua pernah mendengar pepatah, "Anda adalah apa yang Anda makan," dan itu benar adanya. Apa yang kita konsumsi dapat berdampak signifikan pada suasana hati dan kebahagiaan kita secara keseluruhan.
Mereka yang lebih bahagia di usia 60-an dan seterusnya sering memprioritaskan makan sehat. Ini bukan tentang diet ketat atau menyingkirkan seluruh kelompok makanan. Sebaliknya, ini tentang keseimbangan dan membuat pilihan yang sadar.
Mereka menikmati makanannya, menikmati setiap gigitan, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan campuran yang baik dari buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh.
Kebiasaan sehari-hari ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga membantu menjaga tingkat energi dan meningkatkan suasana hati yang positif. Bagaimanapun, sulit untuk merasa bahagia jika Anda tidak dalam kondisi terbaik.
7. Perawatan diri
Mereka yang menemukan kebahagiaan di usia senja memahami pentingnya merawat diri sendiri.
Ini bukan tentang memanjakan diri atau bersikap egois. Ini tentang menyadari bahwa Anda tidak dapat menuangkan sesuatu dari cangkir yang kosong.
Mereka meluangkan waktu setiap hari untuk melakukan sesuatu bagi diri mereka sendiri, sesuatu yang membuat mereka gembira atau rileks.
Bisa dengan membaca buku, mandi, berkebun, atau sekadar duduk diam selama beberapa saat.
Kebiasaan merawat diri sendiri setiap hari ini mengirimkan pesan yang kuat kepada diri sendiri bahwa mereka layak mendapatkan perhatian dan kasih sayang.
Kebiasaan ini meningkatkan harga diri, mengurangi stres, dan pada akhirnya mengarah pada kehidupan yang lebih bahagia dan lebih memuaskan.