JawaPos.com – Anda mungkin tidak asing dengan istilah sindrom anak tengah, yang mana menjelaskan bahwa anak yang terlahir di tengah-tengah antara saudara kandungnya, biasanya kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Mereka tidak seperti kakak pertama yang selalu di dengarkan, juga tidak seperti adik terakhir yang selalu dimanja, dan sikap pilih kasih yang diberikan oleh orang tua mereka ini, tidak jarang mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka saat tumbuh dewasa.
Setiap anak yang dilahirkan bersaudara, pasti mendambakan kasih sayang yang setara dan tidak ingin dibedakan-bedakan.
Sayangnya, sampai saat ini masih banyak orang tua yang menunjukkan sikap favoritisme mereka baik dalam keadaan sadar ataupun tidak.
Dilansir dari laman Your Tango pada Rabu (30/10), berikut adalah sembilan tanda yang menunjukkan bahwa Anda adalah korban dari sikap pilih kasih orang tua.
1. Emosi yang diabaikan
Ketika orang tua Anda bersikap pilih kasih, sementara Anda bukanlah anak kesayangan, kemungkinan besar mereka akan mengabaikan emosi Anda.
Pengabaian terhadap emosi anak, dapat menyebabkan mereka tumbuh dewasa menjadi pribadi yang sangat tertutup dan sulit untuk mempertahankan hubungan dekat.
Anda mungkin merasa terputus dan kesulitan untuk mengenali perasaan pribadi, karena sudah terbiasa untuk menahan perasaan, yang membuat Anda percaya bahwa mengekspresikan emosi tidak akan membantu memenuhi kebutuhan Anda.
2. Diberi lebih banyak tanggung jawab di usia muda
Tanda lain bahwa Anda bukan anak kesayangan adalah saat masih kecil, Anda diberikan lebih banyak tugas dan tanggung jawab seperti orang dewasa dibandingkan dengan saudara Anda yang lain.
Meskipun melakukan pekerjaan rumah dapat membantu anak-anak sukses di sekolah dan dalam kehidupan, distribusi tanggung jawab yang tidak adil dapat menyebabkan perasaan kewalahan, dan memiliki efek jangka panjang pada perkembangan dan kesejahteraan anak.
Hal ini dapat mengakibatkan dampak emosional dan perilaku yang negatif di masa dewasa, seperti kesulitan dalam menjalin hubungan dan masalah emosional.
3. Prestasi yang tidak diakui
Baca Juga: Jika Kamu Menemukan 7 Tanda Ini pada Pasangan Priamu, Berarti Dia Kurang Percaya Diri
Sebagai anak yang kurang disayangi, prestasi Anda mungkin sering diabaikan. Orang tuamu mungkin memberi perhatian positif kepada saudaramu ketika mereka berprestasi di sekolah, tetapi mengabaikan pencapaian akademismu.
Ketika orang tua meremehkan keberhasilan satu anak sementara merayakan keberhasilan anak lainnya, hal itu dapat berdampak signifikan pada harga diri anak tersebut.
Sehingga, mereka akan tumbuh dewasa menjadi pribadi yang rendah diri dan selalu merasa bahwa mereka tidak bisa melakukan apapun dengan benar.
4. Kurangnya dorongan untuk mengejar impian
Salah satu tanda bahwa Anda bukanlah anak kesayangan adalah Anda tidak didukung dalam mengejar minat Anda.
Orang tuamu mungkin menganggap aktivitas atau hobi yang kamu tunjukkan tidak terlalu penting, dibandingkan dengan yang dilakukan saudaramu.
Ketika minat dan aspirasi seorang anak diremehkan dibandingkan dengan saudara mereka, anak tersebut mungkin akan kehilangan motivasi dan berhenti untuk mencoba.
Mereka mungkin akan menjadi pribadi yang tidak memiliki pemahaman kuat tentang apa yang sebenarnya mereka sukai, dan meragukan kemampuan diri mereka sendiri.
5. Kasih sayang yang minim
Jika kasih sayang lebih banyak diarahkan kepada saudara Anda, sementara Anda tidak mendapatkannya, hal ini dapat menyebabkan masalah seperti kecemasan, rendahnya harga diri dan kebutuhan akan validasi eksternal di masa dewasa Anda.
Penting untuk seorang anak tumbuh dengan kasih sayang orang tua, karena hal ini dapat membantu meningkatkan harga diri, memperbaiki kinerja akademis, dan menciptakan lebih sedikit masalah psikologis dan perilaku.
6. Merasa jauh dari saudara
Sikap favoritisme yang dilakukan oleh orang tua, sering kali menciptakan persaingan dan jarak antara saudara, sehingga mereka akan kesulitan untuk saling percaya dan membangun ikatan yang dekat.
Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan anak kesayangan cenderung merasa kurang dekat dengan saudara mereka dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga tanpa favoritisme.
Tentu saja akan sulit untuk merasa dekat dengan seseorang yang selama ini dibandingkan dengan Anda, itulah sebabnya sulit bagi anak-anak yang kurang disayangi untuk mempercayai saudara mereka yang disukai oleh orang tua.
7. Dikritik karena kesalahan kecil
Terlalu banyak dikritik karena kesalahan kecil dapat menunjukkan bahwa Anda bukanlah anak kesayangan. Anda mungkin menerima kritik yang berlebihan, yang memperkuat keyakinan bahwa Anda tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan benar.
Ketika orang tua fokus pada kesalahan seorang anak sementara memuji saudaranya, hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak cukup baik dan keraguan pada diri sendiri.
Perlakuan ini dapat membuat anak tumbuh dewasa dengan keyakinan bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri mereka dan menjadi kurang percaya diri, karena tidak pernah didorong untuk percaya diri selama tahun-tahun perkembangan mereka.
8. Kurangnya waktu dan energi orang tua
Jika orang tuamu tidak memberimu waktu atau tenaga, sementara saudaramu kemungkinan mendapatkan lebih banyak perhatian dan sumber daya, ini mungkin akan membuat Anda merasa diabaikan.
Ketika orang tua memberikan lebih banyak perhatian dan dukungan kepada satu anak, dengan keyakinan bahwa anak tersebut lebih mampu, anak lainnya akan kehilangan kesempatan penting untuk tumbuh dan berkembang.
Kurangnya perhatian ini dapat menghambat peluang anak yang kurang disayangi untuk meraih kesuksesan di masa dewasa.
Baca Juga: G-Dragon Mengungkapkan Cerita Lucu Saat Bertemu dengan Jo Se Ho di Peragaan Busana di Paris
9. Merasa tidak terlihat dan terisolasi
Anda mungkin tumbuh dalam perasaan diabaikan, merasa tidak terlihat, dan seolah-olah apa pun yang Anda lakukan tidak berarti. Perlakuan ini, dapat menyebabkan perasaan kesepian dan kesulitan dalam membentuk hubungan.
Anak-anak yang tumbuh dari keluarga dengan favoritisme lebih mungkin mengalami perasaan kesepian.
Perasaan tidak terlihat ini dapat menyebabkan pengecualian sosial dan perasaan terasing yang berlanjut hingga dewasa, sehingga ini akan menyulitkan anak yang kurang disayangi untuk membentuk persahabatan atau membuka diri dengan pasangan romantis.