JawaPos.com – Komunikasi merupakan salah satu landasan yang digunakan untuk hubungan yang sehat. Namun, terdapat pula mengenai bentuk komunikasi pada hubungan yang tidak sehat seperti silent treatment.
Silent treatment dikenal dengan tidak adanya respons dari salah satu pihak dalam sebuah hubungan atau perlakuan diam melibatkan penolakan dalam berkomunikasi dengan seseorang yang bersedia berkomunikasi secara verbal.
Hal ini dianggap sebagai tindakan pengucilan sosial dan cara umum yang digunakan selama konflik dan dianggap sebagai bentuk kekerasan yang halus namun sangat berat untuk diatasi.
Seseorang yang melakukan silent treatment dianggap belum dewasa karena melakukan sebuah kekerasan. Bentuk kekerasan dalam silent treatment dapat menimbulkan dampak emosional, psikologis dan fisik.
Dilansir dari laman psychcentral.com, silent treatment digunakan sebagai respons terhadap konflik atau rasa sakit hati, menggunakan motivasi yang berbeda beda tergantung seseorang yang menggunakan seperti:
Menghindari Konflik
Silent treatment digunakan sebagai cara untuk menghindari berbagai konflik dan berhadapan langsung dengan situasi tidak nyaman
Hukuman
Individu yang memiliki sikap agresif biasanya menggunakan silent treatment sebagai senjata untuk menghukum seseorang dengan menahan komunikasi
Penghindaran Topik Secara Selektif
Individu yang terbebani oleh perasaan yang tidak dapat diselesaikan, biasanya menggunakan silent treatment untuk mengabaikan suatu topik.
Dari adanya tindakan silent treatment sebagai bentuk penolakan dan pengucilan menyebabkan kerusakan dalam sebuah hubungan, dilansir dari psychcentral.com silent treatment memberikan dampak antara lain :
- Kepercayaan yang hancur, rasa sakit yang dialami dapat merusak kepercayaan emosional dalam hubungan
- Kebencian, kebencian dapat berkembang seiring berjalannya waktu dan menyebabkan kerusakan hubungan
- Keintiman yang menurun, saat kepercayaan dirusak akan menciptakan hambatan terhadap keintiman emosional dan fisik
Sehingga, solusi yang dapat diberikan untuk meredakan ketegangan dan memulai kembali komunikasi menurut psychcentral.com antara lain dengan :
Memberikan Ruang
Individu yang menggunakan silent treatment biasanya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dan mendapatkan perspektif baru.
Penggunaan Bahasa Kolaboratif
Saat memulai kembali komunikasi, usahakan menggunakan kalimat kolaboratif seperti pernyataan “saya” dan “kami” agar menandakan bahwa adanya keinginan untuk berkolaborasi
Memahami Mengapa Silent Treatment Digunakan
Silent treatment digunakan ketika individu tidak memiliki kemampuan untuk merespon secara berbeda. Karena, jika dihadapkan oleh sesuatu yang dianggap kuat individu akan lebih memilih untuk diam
Berbicara Mengenai Aturan
Jika pondasi yang dibuat lebih kokoh, maka pertimbangkan untuk berdiskusi mengenai tata cara menangani sebuah konflik yang lebih baik saat konflik tersebut muncul.
Kembali menerapkan healthy boundaries agar membantu kedua belah pihak memahami perilaku apa yang dapat diterima dan tidak.
Silent treatment sebenarnya tidak baik untuk dilakukan karena dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental. Sehingga, sebaiknya seseorang harus selalu berusaha untuk menyelesaikan sebuah konflik dengan menggunakan sebuah komunikasi verbal yang baik dan dewasa serta dapat mengekspresikan mengenai emosi diri.