JawaPos.com - Bicara mengenai media sosial, rasanya tidak akan ada habisnya untuk diulik dan dibahas.
Seperti yang baru-baru ini adalah dry text yang merujuk pada gaya chattingan seseorang.
Dry text secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai teks kering. Istilah ini kerap digunakan saat membicarakan hubungan pertemanan atau percintaan.
Dikutip melalui Vogue pada Rabu (9/10), dry text adalah sebuah balasan pesan singkat yang membuat obrolan mandek. Biasanya balasan pesan hanya satu huruf seperti "y", "k", dan "hh".
Selain gaya komunikasi, dry text juga ditandai dengan respons seadanya terhadap topik obrolan, sehingga membuat lawan bicara lelah dan bosan.
Meski terkesan sepele, dry text bisa menyebabkan miskomunikasi yang membuat hubungan pertemanan atau percintaan kandas.
Penyebab Dry Text
Seseorang yang mengirim pesan dry text ini disebut dry texter. Pelaku dry texter ini dianggap tidak asik dan membosankan.
1. Kurang Berminat
Dalam suatu hubungan percintaan, dry text juga dapat mengindikasikan kurangnya minat atau rasa tidak tertarik.
Saat seseorang tidak menyukai orang lain, dia tidak akan menanyakan hal-hal yang bersifat personal karena tidak ingin berlama-lama berinteraksi dengan pengirim pesan.
2. Gagap Teknologi
Jawaban paling sederhana ialah orang tersebut memiliki keterbatasan atau gagap teknologi.
Pesan teks yang datar juga bisa disebabkan karena gagap teknologi pada orang lanjut usia (lansia).
Sebab, sebagian besar lansia akan membalas pesan dengan kata-kata yang disingkat agar lebih praktis.
3. Karakter yang Tertutup
Orang yang mempunyai karakter tertutup juga cenderung menjadi dry texter. Mereka tidak mudah percaya pada orang lain, sehingga kesulitan berkomunikasi dan menjalin relasi dengan orang lain.
4. Kesibukan
Orang-orang yang merespons chat dengan pesan teks yang membosankan mungkin sedang mengerjakan banyak hal sehingga tidak mempunyai cukup waktu untuk membalas pesan dengan benar.
Agar menghindari miskomunikasi, kamu bisa menanyakan jadwal dan kegiatan mereka pada hari itu dibanding menduga-duga atas responsnya.
Cara Mengatasi Dry Text
Dry text seringkali membuat komunikasi terasa canggung, membosankan, dan bahkan membuat frustrasi.
Hal ini dapat membuat penerima merasa tidak dihargai dan tidak menarik bagi lawan bicara. Namun, jangan khawatir, kamu bisa mengatasi dry text dengan cara berikut:
1. Sampaikan
Sampaikan dengan sopan bahwa kamu merasa percakapan terasa tidak menyenangkan. Kamu bisa ajak mereka untuk lebih aktif dalam obrolan.
2. Mencari Topik Lain
Hal kedua yang dapat dilakukan adalah mengajak mereka berdiskusi tentang topik lain yang mungkin lebih menarik bagi mereka.
3. Beri Mereka Waktu
Mungkin mereka sedang sibuk atau tidak memiliki mood untuk chatting. Berikan mereka waktu dan coba ajak mereka bercakap-cakap di lain waktu.
4. Akhiri Obrolan
Jika tiga cara tidak di atas tidak dapat menjadi jalan keluar, kamu tidak perlu memaksakan komunikasi dengan mereka.
Cukup akhiri pesan tersebut dan melanjutkan kegiatan. Sebab komunikasi yang baik membutuhkan usaha dari kedua belah pihak.
Jika kamu merasa lawan bicara menggunakan dry text, jangan ragu untuk menyampaikannya dengan sopan dan ajak mereka untuk lebih aktif terlibat dalam obrolan.