← Beranda
Jika Ingin jadi Orang yang Lebih Bijak saat Tambah Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 5 Oktober 2024 | 18.54 WIB
Kebiasaan yang harus ditinggalkan agar lebih bijak seiring bertambahnya usia menurut Psikologi. (Pexels/ Tima Miroshnichenko)

JawaPos.com – Menjadi bijak seiring bertambahnya usia adalah harapan banyak orang. Namun, menurut Psikologi untuk mencapai tingkat kebijaksanaan yang diinginkan, terkadang kita perlu melepaskan kebiasaan tertentu yang mungkin menghambat pertumbuhan diri.

Berdasarkan Psikologi, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan jika kita ingin menjadi pribadi yang lebih bijak. Terdapat langkah-langkah menuju kebijaksanaan yang lebih dalam, terutama seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari Hack Spirit, dijelaskan bahwa ada delapan kebiasaan yang harus ditinggalkan agar lebih bijak seiring bertambahnya usia menurut Psikologi.

1. Lepaskan kebiasaan bereaksi tanpa berpikir

Banyak orang cenderung bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya terlebih dahulu. Kebiasaan ini dapat mengaburkan penilaian dan mengarah pada keputusan yang nantinya disesali.

Untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana, penting untuk melepaskan kebiasaan bereaksi tanpa berpikir ini. Cobalah untuk berhenti sejenak, merenungkan situasi, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, baru kemudian mengambil tindakan yang tepat.

2. Tinggalkan gaya hidup autopilot

Menjalani hidup dalam mode autopilot berarti menjalani rutinitas sehari-hari tanpa kesadaran penuh akan lingkungan sekitar atau kondisi internal diri sendiri. Kebiasaan ini dapat membuat seseorang merasa hanya sekedar ada, tapi tidak benar-benar hidup.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah praktik mindfulness, yaitu dengan sepenuhnya hadir dan terlibat di setiap momen. Dengan melepaskan diri dari mode autopilot, kamu dapat mengalami hidup secara lebih mendalam dan membuat keputusan yang lebih sadar.

3. Beranikan diri menghadapi percakapan sulit

Banyak orang cenderung menghindari percakapan yang dianggap sulit karena merasa itu pilihan yang lebih mudah. Namun, kebijaksanaan seringkali datang dari menghadapi tantangan secara langsung, bukan menghindarinya.

Percakapan sulit seringkali justru yang paling penting untuk dilakukan, karena dapat membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam, pertumbuhan pribadi, dan penyelesaian konflik. Dengan berani menghadapi percakapan sulit, kamu membuka peluang untuk belajar dan berkembang.

4. Berhenti terlalu keras pada diri sendiri

Kita semua pernah membuat kesalahan, itu bagian dari kehidupan manusia. Namun, kebiasaan menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan kecil tidak hanya merugikan kesehatan mental, tapi juga menghambat pertumbuhan menuju kebijaksanaan.

Ketika terlalu sibuk mengkritik diri sendiri, kita kehilangan kesempatan untuk belajar dari kesalahan tersebut. Cobalah untuk mengubah fokus dari hal-hal negatif menjadi pelajaran yang bisa dipetik, dan jadilah pendukung terbesar untuk dirimu sendiri.

5. Melepaskan dendam

Menyimpan dendam ibarat membawa beban berat yang semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Melepaskan tidak berarti melupakan atau memaafkan rasa sakit yang dialami, tapi lebih pada membebaskan diri dari beban kebencian dan kepahitan yang dapat mengaburkan penilaian dan menghambat pertumbuhan pribadi.

Memaafkan adalah hadiah yang kamu berikan untuk dirimu sendiri, sebuah langkah menuju kedamaian, penyembuhan, dan kebijaksanaan. Meski tidak mudah, melepaskan kebiasaan menyimpan dendam adalah langkah penting menuju pribadi yang lebih bijaksana seiring bertambahnya usia.

6. Berani keluar dari zona nyaman

Banyak orang merasa takut untuk mengambil risiko dan lebih memilih untuk tetap berada di zona nyaman mereka. Mereka berpikir bahwa dengan begitu mereka melindungi diri dari kegagalan atau kekecewaan yang mungkin terjadi.

Namun, sebenarnya hal ini justru menahan mereka dari pertumbuhan dan pengalaman baru. Kebijaksanaan sejati seringkali ditemukan di luar zona nyaman, melalui proses mencoba, gagal, belajar, dan mencoba lagi.

7. Jangan abaikan perawatan diri

Di tengah kesibukan hidup, sangat mudah untuk terjebak dalam rutinitas dan mengabaikan kesejahteraan diri sendiri. Mengabaikan perawatan diri tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi kemampuan untuk membuat keputusan yang bijak.

Perawatan diri bukan hanya tentang memanjakan diri, tapi juga tentang merawat pikiran, tubuh, dan jiwa. Ingatlah bahwa kamu tidak bisa memberi dari cangkir yang kosong, jadi mulailah memprioritaskan kesejahteraan dirimu sendiri.

8. Dengarkan suara batin

Intuisi, firasat, suara batin atau apapun sebutannya, adalah alat paling kuat untuk mendapatkan kebijaksanaan. Suara ini yang membimbing, memperingatkan, dan seringkali tahu apa yang terbaik untukmu bahkan sebelum pikiran sadarmu menyadarinya.

Mengabaikan suara batin ini dapat mengarah pada pilihan-pilihan yang bertentangan dengan nilai dan aspirasi kita. Untuk menjadi lebih bijaksana seiring bertambahnya usia, belajarlah untuk mempercayai intuisimu dan mendengarkan suara batinmu.

EDITOR: Edy Pramana