JawaPos.com - Apakah Anda pernah merasa frustrasi melihat jerawat yang muncul di wajah?
Jerawat memang sering kali menjadi masalah kulit yang sulit diatasi, apalagi jika tidak tahu cara penanganannya.
Jerawat sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat dan mengalami peradangan. Hal ini terjadi akibat produksi minyak berlebih yang bercampur dengan bakteri di kulit.
Dalam dunia medis, jerawat dikenal sebagai acne vulgaris, dan sering kali menjadi bagian dari masa remaja, dengan lebih dari 80% remaja mengalami jerawat berulang.
Namun, saat dewasa, angka ini menurun di bawah 10%. Mari kita lihat lebih lanjut tentang jenis-jenis jerawat yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya.
Ada berbagai jenis jerawat yang mungkin Anda alami, dan setiap jenis memerlukan penanganan yang berbeda.
Dilansir dari laman verywellhealth, Kamis (26/9) JawaPos membahas 4 jenis jerawat paling umum dan cara mengatasinya dengan tepat agar kulit tetap sehat dan bebas dari masalah.
1. Papula
Papula adalah jenis jerawat yang paling sering muncul di permukaan kulit. Bentuknya terlihat seperti benjolan merah kecil dan tidak memiliki kepala putih.
Meskipun ukurannya bisa bervariasi, papula dapat muncul di berbagai bagian tubuh seperti leher, dada, bahu, punggung, dan bahkan bokong.
Papula terbentuk ketika dinding folikel rambut atau pori-pori kulit pecah akibat penumpukan sel kulit mati dan minyak.
Ketika dinding ini pecah, bakteri dan sel kulit mati akan tumpah ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, yaitu dermis, dan memicu peradangan.
Penting untuk diingat, jangan mencoba memencet papula karena hal ini dapat membuat peradangan semakin parah dan memperpanjang proses penyembuhan.
Jika Anda memiliki papula, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan seperti asam salisilat atau benzoyl peroxide, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan membersihkan pori-pori.
2. Pustula
Pustula adalah jenis jerawat yang terlihat merah dan meradang dengan kepala putih yang jelas. Inilah sebabnya mengapa pustula sering disebut sebagai “whiteheads.” Biasanya, pustula berkembang dari papula.
Ketika pori-pori kulit pecah dan tubuh mengirimkan sel darah putih untuk melawan bakteri, terbentuklah nanah, yang memberi pustula warna putih di bagian puncaknya.
Pustula dapat muncul di wajah, punggung, dan bahu, serta dapat berukuran kecil hingga cukup besar.
Untuk mengatasi pustula, hindari memencetnya, karena ini dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan jaringan parut.
Gunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan anti-bakteri atau kunjungi dermatologis untuk penanganan lebih lanjut.
3. Nodul
Nodul adalah bentuk jerawat yang lebih serius dan berkembang lebih dalam di dalam kulit.
Jerawat jenis ini terasa seperti benjolan keras dan menyakitkan di bawah permukaan kulit, sering kali tanpa kepala putih yang terlihat.
Nodul terjadi ketika dinding folikel rambut pecah jauh di dalam dermis dan menyebabkan peradangan yang meluas.
Perempuan cenderung mengalami nodul jerawat terutama menjelang siklus menstruasi mereka.
Mengatasi nodul membutuhkan waktu lebih lama karena ukurannya yang besar dan kedalaman peradangannya.
Pengobatan untuk nodul biasanya memerlukan bantuan dermatologis, yang mungkin meresepkan obat topikal atau oral untuk mengurangi peradangan dan mempercepat proses penyembuhan.
4. Kista
Kista adalah jenis jerawat yang paling parah dan sangat menyakitkan. Bentuknya seperti benjolan besar yang terasa lembut dan berisi cairan di bawah kulit.
Kista terbentuk ketika folikel rambut pecah jauh di dalam kulit, dan tubuh mencoba mengelilingi infeksi dengan membran untuk mencegah penyebaran.
Jangan pernah mencoba mengeluarkan kista sendiri, karena ini bisa menyebabkan infeksi lebih lanjut dan berpotensi meninggalkan bekas luka permanen.
Kista dapat mengandung nanah dan bahkan darah, dan membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk sembuh sepenuhnya.
Penanganan kista harus dilakukan oleh ahli dermatologis, yang mungkin akan melakukan prosedur drainase atau meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi.
Menghadapi jerawat memang bisa membuat frustrasi, tetapi dengan mengetahui jenis jerawat yang Anda miliki dan bagaimana cara mengatasinya, Anda dapat lebih efektif dalam menjaga kesehatan kulit Anda.
Setiap jenis jerawat, mulai dari papula hingga kista, memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Jadi, penting untuk tidak sembarangan memencet atau merawat jerawat tanpa mengetahui jenisnya.
Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengatasi jerawat dan mengurangi risiko jaringan parut.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dermatologis jika Anda mengalami masalah jerawat yang parah atau sulit diatasi. Ingatlah, perawatan kulit yang baik dimulai dari pemahaman tentang kondisi kulit Anda sendiri.