JawaPos.com – Tak perlu diragukan lagi bahwa buah kaya nutrisi dan amat disukai banyak orang.
Seperti yang diketahui, di mana buah-buahan bersifat musiman sehingga memberi kesempatan untuk mengonsumsi aneka macam buah di musim yang berbeda.
Fakta menarik lainnya yakni semua buah memiliki warna berbeda yang berarti kandungan nutrisinya juga berbeda satu sama lain.
Buah-buahan juga kaya akan antioksidan yang memperlambat proses penuaan dalam tubuh beserta beberapa manfaat kesehatan lainnya.
Namun, waktu terbaik untuk makan buah menjadi topik yang masih diperdebatkan. Banyak ahli kesehatan mengatakan konsumsi buah pada pagi hari dapat memecah gula dengan baik.
Sedangkan yang lain mengatakan bahwa konsumsi buah pada sore hari sebagai camilan terbaik di tengah waktu makan.
Baca Juga: SBY Melukis Gunung Lawu Secara Live di Pestapora, AHY Ungkap Alasan Mengapa Pepo Gemar Melukis
Sementara konsumsi buah saat sesi makan dapat mengganggu pencernaan karena buah mengandung banyak serat, alhasil perut akan kesulitan mengolahnya bersama makanan yang dimasak.
Untuk menjalani pola makan sehat, Anda perlu menghilangkan mitos-mitos tertentu soal kapan waktu terbaik konsumsi buah, seperti dilansir dari Times of India, Senin (23/9).
Mitos: Anda tidak boleh konsumsi buah mendekati jam makan
Konsumsi buah-buahan mendekati waktu makan tidak akan terlalu membahayakan karena sedikit memperlambat pencernaan.
Baca Juga: 10 Pengkhianatan Paling Parah di One Piece, Membelot dari Kru dan Hajar Luffy sampai Babak Belur
Meskipun ideal untuk konsumsi buah-buahan pada pagi hari atau di sela-sela waktu makan dengan jarak yang cukup, jika Anda tidak memiliki masalah pencernaan, tak ada salahnya memasukkan beberapa potong buah-buahan ke dalam menu.
Namun, pastikan untuk mengurangi porsi karbohidrat lainnya.
Mitos: Buah segar dan buah kering itu sama
Segala sesuatu yang diawetkan untuk penggunaan lebih lama mungkin tidak mempertahankan nilai gizi sama dengan yang segar, hal ini juga berlaku untuk buah-buahan.
Demi memenuhi permintaan pasar, beberapa brand mempromosikan buah-buahan kering untuk digunakan.
Meskipun bentuk buah kering ini dapat digunakan sesekali, buah-buahan tersebut tidak boleh dianggap sebagai pengganti buah segar.
Mitos: Pengidap diabetes harus menghindari makan buah
Kita semua tahu buah-buahan mengandung gula alami. Meskipun mengandung gula, perannya dalam mengubah kadar gula darah tidak terlalu berdampak.
Sebagian besar buah-buahan memiliki indeks glikemik lebih rendah, yang berarti buah-buahan tidak meningkatkan kadar gula darah secara drastis.