JawaPos.com – Pada dasarnya ada beberapa orang yang merasa lega dan senang ketika ada acara sosial yang tiba-tiba dibatalkan atau ditunda. Namun, mereka bukan berarti tidak menyayangi temannya atau tidak menikmati malam yang menyenangkan tetapi ada sesuatu tentang mendapatkan kembali waktu untuk diri sendiri yang terasa seperti kemenangan kecil.
Dalam kata lain, mereka sebenarnya hanya memiliki apresiasi yang lebih dalam terhadap ruang mereka sendiri. Kalau Anda pernah merasakan kelegaan yang amat sangat ketika rencana gagal maka Anda memiliki beberapa sifat berikut sebagaimana sudah dilansir dari laman Global English Editing:
1. Mereka menghargai ruang pribadi mereka
Orang-orang yang menikmati pembatalan acara sosial sering kali sangat menghargai ruang pribadi mereka sendiri baik mental maupun emosional. Mereka biasanya adalah individu yang menikmati kesendirian dan menganggapnya menyegarkan.
Mereka memanfaatkan waktu sendirian untuk mengisi ulang tenaga, merenung atau mengejar minat pribadi. Hal ini tidak berarti mereka penyendiri atau antisosial sama sekali namun mereka hanya butuh ruang pribadi agar bisa berfungsi optimal.
2. Mereka sangat sensitif
Sifat umum dimiliki orang yang sangat lega ketika suatu acara sosial dibatalkan adalah sangat sensitif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa cahaya terang, suara keras dan bahkan bau yang menyengat dapat cepat menguras energi setiap orang yang sangat sensitif.
Jadi, ketika suatu acara ditunda atau dibatalkan maka rasanya mereka seperti terhindar dari peluru sensorik.
3. Mereka sering kali bersifat introvert
Pada dasarnya kaum introvert memperoleh energi dari dunia internal mereka seperti menghabiskan waktu sendirian dan berpikir mendalam. Sementara kaum ekstrovert memperoleh energi dari dunia luar seperti bersosialisasi dengan orang lain menjadi aktif dan sibuk.
Sehingga sangat masuk akal jika mereka yang merasa lega ketika acara sosial ditunda atau dibatalkan sering kali cenderung introvert. Hal ini bukan berarti mereka tidak menikmati kebersamaan dengan orang lain tetapi mereka membutuhkan kesendirian untuk mengisi ulang baterai internal mereka. Intinya introvert dan pemalu bukanlah hal yang sama.
Banyak kaum introvert yang bisa bersikap terbuka dan mudah bergaul hanya saja mereka lebih memilih kualitas daripada kuantitas dalam hal interaksi sosial.
4. Mereka adalah pemikir yang mendalam
Orang-orang yang menemukan kelegaan dalam pembatalan acara sosial sering kali memiliki kecenderungan untuk berpikir mendalam. Mereka sangat menghargai saat-saat tenang di mana mereka dapat berpikir, merenung dan menyelami pikiran-pikiran yang kompleks.
Mereka lebih suka terlibat dalam percakapan yang mendalam dan bermakna daripada basa-basi. Intinya interaksi yang dangkal terasa melelahkan bagi mereka dan membuat mereka menganggap acara sosial sebagai sesuatu yang berpotensi membuat stres.
5. Mereka mandiri
Menjadi mandiri merupakan sifat umum lainnya di antara orang-orang yang merasa lega ketika acara sosial dibatalkan. Mereka lebih suka mengandalkan diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan masalahnya daripada bergantung pada orang lain.
Kemandirian ini sering kali datang dari rasa percaya diri yang kuat dan pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri. Mereka merasa nyaman menyendiri dan sering kali menikmati kebersamaan dengan dirinya sendiri.
Acara yang dibatalkan berarti mereka memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati waktu sendiri, mengerjakan proyek pribadi atau sekadar bersantai di tempat mereka sendiri.
6. Mereka menghargai hubungan yang autentik
Orang-orang yang merasa lega ketika acara sosial dibatalkan lebih suka menginvestasikan waktu dan energi mereka dalam hubungan yang mendalam dan tulus.
Mereka mendambakan percakapan dari hati ke hati yang membuat mereka terhubung dengan orang lain pada tingkat lebih dalam.
7. Mereka seringkali perfeksionis
Sifat unik lain orang yang merasa lega ketika acara sosial ditunda atau dibatalkan adalah perfeksionis. Pasalnya meskipun sifat ini sering membantu mereka tampil unggul namun bisa menguras tenaga terutama dalam situasi sosial.
Acara sosial terkadang terasa seperti pertunjukan sehingga menjadi tekanan untuk mengatakan hal yang benar, berperilaku pantas atau berpakaian yang bagus. Sebagai seorang perfeksionis ketika gagasan untuk tidak memenuhi harapan itu maka dapat menimbulkan kecemasan.