← Beranda
Menurut Psikologi, Inilah 5 Alasan Seseorang Butuh Pelukan Hangat dari Orang Tersayangnya, Apa Saja?
Sharah SalsabilaSelasa, 27 Agustus 2024 | 23.11 WIB
Ilustrasi orang yang sedang pelukan hangat.

JawaPos.com - Pelukan hangat merupakan salah satu bahasa kasih manusia untuk mengungkapkan rasa kasih sayang, cinta, dan peduli.

Ketika seseorang dilanda kesedihan maupun kebahagiaan, pelukan hangat menjadi hal yang sangat menenangkan dan menyenangkan. Kita bisa merasakan energi positifnya serta rasa lainnya yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata.

Melansir dari laman Pijar Psikologi, Isnaini dalam tulisannya "Mengapa Kita Butuh Sebuah Pelukan?" menjelaskan ada 5 alasan manusia butuh pelukan hangat dari orang tersayangnya, antara lain :

1. Memberikan Rasa Aman

Pelukan hangat dapat memberikan rasa aman dan mengurangi stres, bahkan individu yang sering dipeluk secara rutin sejak masa kecilnya, memiliki simptom stres yang lebih rendah.

Seperti halnya pelukan hangat seorang ibu pada bayi yang memberikan ketenangan dan membentuk sifat-sifat positif dalam masa tumbuh kembangnya.

2. Meningkatkan Bonding dengan Orang Lain

Saat berpelukan, tubuh kita akan mengeluarkan hormon oksitosin dalam kualitas yang banyak. Hormon ini dapat meningkatkan kedekatan, kepercayaan, serta koneksi dengan orang tersayang.

Saat hormon oksitosin ini diproduksi dan menyebar dalam otak, neuron-neuron bekerja dengan maksimal yang kemudian memberikan sinyal untuk mempercayai orang lain. Inilah yang menyebabkan rasa kesepian berkurang saat menerima pelukan.

3. Mengatasi Depresi

Selain memproduksi hormon oksitosin, melalui pelukan hangat juga akan mengeluarkan hormon dopamin yang berhubungan dengan rasa bahagia saat mendapatkan reward atau penghargaan.

Maka jika kekurangan hormon dopamin, seseorang akan rentan mengalami depresi yang ditandai dengan kurangnya motivasi dalam mencapai tujuan hidup sebenarnya.

4. Kesehatan Fisik yang Baik

Saat seseorang merasa sedih, ia akan mengeluarkan hormon kortisol yang mereduksi kemampuan alamiah tubuh untuk menyembuhkan diri. Efek dari hormon kortisol ini bisa memunculkan memori-memori kurang menyenangkan.

Sebaliknya, hormon oksitosin yang dikeluarkan saat kita pelukan hangat tak hanya meningkatkan reaksi tubuh dalam proses penyembuhan, tapi juga mematikan memori-memori tidak menyenangkan yang pernah kita alami.

5. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Pelukan hangat dapat meningkatkan rasa cinta terhadap diri sendiri (self-love). Hal ini membantu kita untuk lebih percaya dengan orang lain, dan tentunya percaya terhadap diri sendiri.

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan, pelukan hangat yang dilakukan 20 detik memiliki kadar oxytocin yang sama apabila seseorang sedang jatuh cinta. Selain itu, pelukan hangat juga dapat berkontribusi baik pada kesehatan jantung.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho