← Beranda
Bak Memiliki Pesugihan Gaib, 10 Weton Perempuan Aura Merah Jadi Incaran Makhluk Astral, Diyakini Mudah Mendapatkan Kekayaaan Besar Menurut Primbon Jaw
Rizal Yusuf JPMinggu, 11 Agustus 2024 | 03.45 WIB
Ilustrasi tumpukan primbon Jawa yang berisi keistimewaan weton.

JawaPos.com - Weton merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang masih eksis hingga saat ini. Meski zaman terus berkembang, banyak masyarakat Jawa yang tetap meyakini dan menjaga tradisi nenek moyang ini.

Istilah Weton tidak hanya digunakan sebagai panduan dalam menentukan hari baik dan buruk, tetapi juga dapat memberikan petunjuk mengenai kepribadian seseorang. Namun siapa sangka ternyata dalam primbon Jawa, terdapat beberapa weton yang dipercaya memiliki daya tarik kuat bagi makhluk gaib, khususnya makhluk astral. makhluk astral digambarkan sebagai entitas astral berbadan besar, berbulu, dan bertaring panjang.

Beberapa kepercayaan dari masyarakat Jawa Kuno bahkan menyebutkan bahwa perempuan yang mempunyai aura merah dalam dirinya sangat disukai oleh makhluk halus sejenis makhluk astral.

Hal ini tidak hanya membawa dampak buruk bagi mereka, tetapi juga dapat mengantarkan keberuntungan berupa harta kekayaan yang tak terduga. makhluk astral dikatakan memiliki kemampuan untuk mendatangkan rezeki melimpah bagi orang yang disukai. Penasaran weton apa saja yang dimaksud?

Dilansir melalui channel YouTube Dwi Anngerani, berikut 10 weton yang diyakini memiliki aura merah sehingga para makhluk astral sangat menyukainya di antaranya:

1. Senin Wage

Senin Wage berjumlah neptu 8 berada di bawah naungan lintang lembu dan banteng membuat perempuan yang lahir pada Senin Wage cenderung memiliki karakter yang pemarah dan seringkali menjadi incaran makhluk astral, terutama jika perempuan tersebut tidak suka beribadah.

2. Senin Kliwon

Senin Kliwon memiliki neptu berjumlah 12, dipengaruhi oleh Lintang Pedati Puyung sehingga orang yang lahir pada Senin Kliwon ini sulit untuk dikendalikan saat sedang dalam keadaan marah. Hal tersebut menyebabkan orang ini memiliki aura merah sehingga disukai oleh makhluk gaib dan juga makhluk astral.

3. Senin Pahing

Senin Pahing memiliki jumlah neptu 13. Senin Pahing berada di bawah Lintang Kemukus, perempuan dengan Weton Pahing ini mudah terbawa emosi sehingga bisa mendatangkan sosok entitas astral karena memiliki aura merah dalam dirinya.

4. Selasa Legi

Selasa Legi berjumlah neptu 8, memiliki sifat yang kuat dan keras kepala. Aura merah yang dimilikinya dikatakan sangat tinggi, itulah mengapa perempuan dengan Weton Selasa Legi ini disukai oleh para makhluk astral.

5. Rabu Pahing

Rabu Pahing memiliki neptu 16. Orang yang lahir pada Rabu Pahing berada di bawah naungan Lintang Gajah Mina yang melambangkan perempuan sering menunjukkan kemarahan dan disukai oleh makhluk astral karena aura merah yang dimiliki, sehingga menjadi incaran makhluk halus.

6. Kamis Wage

Kamis Wage memiliki jumlah neptu 12. Kedua unsur ini berada di bawah pengaruh Lintang Kumba, perempuan Kamis Wage disukai oleh makhluk astral karena sifatnya yang mudah tersinggung dan pendendam. Karena karakteristiknya tersebut, weton ini memiliki aura merah dan disukai oleh makhluk astral.

7. Sabtu Legi

Sabtu Legi memiliki neptu 14. Orang yang lahir pada Sabtu Legi berada di bawah naungan Lintang Bako dengan karakteristik seseorang perempuan yang sulit untuk diatur dan cenderung mudah marah, sehingga aura merah menjadi ciri khas weton ini yang disukai oleh makhluk halus, seperti makhluk astral.

8. Sabtu Wage

Sabtu Wage memiliki neptu 13 di bawah naungan Lintang Pukang. Weton ini memiliki sifat emosional yang membuat perempuan ini mempunyai aura merah dan disukai oleh makhluk halus.

9. Minggu Pon

Minggu Pon memiliki neptu 12 berada di bawah naungan Lintang Patrem. perempuan dengan Weton ini memancarkan aura kemerahan yang bersinar sehingga mampu menarik perhatian bagi makhluk astral untuk menyukainya dan mengincarnya.

10. Minggu Kliwon

Minggu Kliwon memiliki neptu 13 berada di bawah naungan Lintang Lawean. perempuan yang lahir pada Weton ini memiliki aura kemerahan sehingga membuat para mahluk halus mengincarnya.

EDITOR: Edy Pramana