← Beranda

Jutaan Gen Z Mendominasi Angka Pengangguran di Indonesia, Apa Alasan dan Bagaimana Cara Survivenya?

Sharah SalsabilaKamis, 1 Agustus 2024 | 00.19 WIB
Ilustrasi orang yang pemarah (Freepik/benzoix)

JawaPos.com - Gen Z atau Generasi Z adalah orang yang lahir sekitar 1997 hingga 2012, dan kini mereka berumur 12 sampai 27 tahun.

Melansir dari laman BPS Tasikmalaya, fakta mengejutkan bahwa pada Agustus 2023 tercatat 22.25 persen dari 44.7 juta kalangan Gen Z yang menganggur di Indonesia dengan keterangan tidak bekerja, berpendidikan, atau pelatihan.

Hal yang mengkhawatirkan ketika jutaan Gen Z ini mendominasi angka pengangguran di Indonesia di usianya yang sangat produktif.

Mengutip dari laman Artikel Fraksi PKS, hal yang mengejutkan lagi angka pengangguran Gen Z di perkotaan lebih besar yakni sebanyak 5,2 juta dibandingkan dengan Gen Z di pedesaan yang sebanyak 4,6 juta.

Padahal, secara wilayah geografis di perkotaan tentunya lebih mudah untuk mencari kerja, berbisnis, mengenyam pendidikan, atau mengikuti pelatihan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengungkapkan fenomena ini menjadi ancaman serius bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Kurniasih menyebutkan jika bonus demografi ini tidak diiringi hadirnya kesempatan kerja yang besar bagi generasi muda, maka akan menciptakan bom waktu.

Alasan dari Gen Z mendominasi angka pengangguran di Indonesia ini karena dari sisi pendidikan tinggi, kini semakin mahal sementara persyaratan kerja tertera harus sudah berpengalaman dan ada batasan usia.

Kurniasih memberi paparan bahwa perlakuan kepada Gen Z tidak bisa disamakan dengan generasi sebelumnya. Harus ada treatment khusus dari segi pendidikan dan dunia kerja, pertajam skill yang sesuai dan beri kesempatan kerja seluas-luasnya.

Jika jutaan Gen Z jadi pengangguran, maka bagaimana mereka bisa survive atau bertahan hidup ditengah harga bahan pokok meningkat?

Melansir dari laman Artikel Finansialku, ada 4 cara yang bisa digunakan Gen Z untuk tetap survive menghadapi fenomena ini, diantaranya :

1. Menggunakan Uang Tabungan untuk Kehidupan Sehari-hari

Disinilah pentingnya mengatur uang sejak dini, ketika kamu masih menjadi mahasiswa bukan berarti bebas mengeluarkan uang begitu saja.

Menyimpan uang untuk dana darurat tak kalah penting dibandingkan harus nongkrong di cafe, lalu belajarlah untuk investasi.

2. Mengikuti Berbagai Kegiatan

Jika masih kuliah cobalah ikuti kegiatan sebagai volunteer, mengikuti pelatihan, dan memperluas networking. Kemudian kamu bisa ikuti pekerjaan paruh waktu (part time) dengan event organizer atau wedding organizer.

Selain itu, bisa membuka bisnis jadi reseller yang tak perlu bermodalkan uang dan kamu hanya mempromosikannya di sosial media.

3. Belajar untuk Berwirausaha

Jika mencari pekerjaan tak kunjung dapat, kamu harus banting stir untuk berwirausaha. Tapi sebelumnya harus ditentukan dulu dari segi modal, tentukan segmen pasar, fokus pada produk, dan susun strategi marketing.

4. Hindari Utang Pinjol dan Gaya Hidup Boros

Tak bisa dipungkiri bahwa kehidupan saat ini banyak dipengaruhi konten media sosial sehingga mendorong kita untuk boros atau hedonisme.

Hindari kehidupan seperti itu apalagi sampai rela meminjam ke pinjol atau pinjaman online, karena itu akan membuat kita semakin terpuruk.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho