← Beranda

Tanda dan Tips Agar Seseorang Tidak Kesepian di Sosial Media, Apa Saja?

Mahatryatma FirmansyahSelasa, 30 Juli 2024 | 23.15 WIB
Ilustrasi seorang perempuan yang sedang bermain sosial media.

JawaPos.com – Media sosial bisa menjadi cara yang menyenangkan dan mudah untuk terhubung dengan teman dan orang-orang terkasih, baik yang dekat maupun yang jauh.

Namun, jika pernah merasa kesepian, sedih, atau tidak bahagia setelah melihat feed Instagram atau Facebook, kamu tidak sendirian.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang cenderung menggunakan media sosial lebih banyak ketika mereka merasa kesepian.

Namun, ironisnya, mereka merasa lebih buruk setelah menghabiskan waktu di media sosial.

Media sosial tidak membantu mengurangi rasa kesepian, malah membuatnya semakin parah karena adanya perbandingan sosial.

Semakin banyak seseorang membandingkan diri mereka dengan orang lain di media sosial, semakin sedikit kebahagiaan yang mereka rasakan.

“Kita semua cenderung membandingkan diri kita dengan orang lain, namun media sosial dapat memperburuk kecenderungan ini,” kata Michael Torres, PsyD, seorang psikolog klinis di Kaiser Permanente Mental Health and Wellness Center di San Leandro, California.

Perbandingan sosial sering terjadi ketika merasa tidak menjalani kehidupan seperti yang digambarkan orang lain di postingan mereka, kata Dr. Torres.

Hal ini bisa membuat merasa buruk tentang diri sendiri, terutama jika orang lain hanya menunjukkan sisi terbaik dari kehidupan mereka.

Pemikiran semacam ini berdampak buruk pada kesehatan mental karena mengarah pada penilaian diri, rasa rendah diri, dan perasaan negatif terhadap diri sendiri.

Seperti dikutip dari Healthy, Dr. Torres membagikan beberapa tips tentang cara berhenti membandingkan diri dengan orang lain saat menelusuri feed.

Berkomentar dan membalas secara aktif

Peneliti menemukan bahwa semakin sering melihat postingan tanpa terlibat, semakin besar kemungkinan membandingkan diri dengan orang lain, yang bisa merusak harga diri. Sebaliknya, cobalah berkomentar dan membalas dengan pesan positif untuk merasa lebih terhubung.

Habiskan lebih sedikit waktu di media sosial

Dr. Torres menyarankan untuk membatasi penggunaan media sosial hingga satu jam sehari agar bisa fokus pada diri sendiri dan merasa lebih baik. Jika emosi negatif dan rasa kesepian tetap ada, istirahat 1-2 minggu dari media sosial bisa membantu.

Gunakan tombol berhenti mengikuti

Jika konten dari orang lain membuat merasa buruk, berhentilah mengikuti mereka. Ini adalah batasan penting untuk kesehatan mental, bahkan jika mereka adalah teman atau keluarga.

Ikuti organisasi yang menginspirasi

Daripada mengikuti banyak orang, ikuti organisasi atau kampanye yang mempromosikan hidup sehat dan kesejahteraan.

Bersikaplah positif dengan postingan

Memposting hal-hal positif yang penting atau yang menginspirasi dapat membantu menciptakan pengalaman konstruktif di media sosial dan menghindari dunia gosip dan cyberbullying.

Matikan pemberitahuan

Notifikasi bisa menjadi pengingat yang mengganggu tentang apa yang dilakukan orang lain. Matikan notifikasi dan periksa media sosial hanya saat menginginkannya.

Jadikan waktu tidur sebagai zona bebas media sosial

Hindari media sosial pada malam hari dan sebelum tidur untuk menghindari pikiran cemas yang dapat memengaruhi tidur dan suasana hati.

Bersosialisasi

Habiskan waktu bersama orang-orang di kehidupan nyata. Pertemuan langsung lebih baik dalam membaca bahasa tubuh, emosi, dan energi, yang berarti lebih banyak empati dan lebih sedikit perbandingan.***

EDITOR: Setyo Adi Nugroho