← Beranda

Sindrom Mothering pada Pasangan: Kasih Sayang atau Hanya Kendali, Kenali Tanda Serta Dampak Negatif untuk Pria

Nadia Aprilia KurniaSelasa, 16 Juli 2024 | 18.08 WIB
Ilustrasi perempuan mothering dalam hubungan. (Sevendeman/Freepik)

JawaPos.Com - Setiap pasangan memiliki keunikan masing-masing bagaimana cara dia menyampaikan perasaan. Seringkali dalam sebuah hubungan adanya peran yang terbentuk secara alami.

Pernahkah kamu saat menjalin hubungan menjadi seperti anak-anak atau menjadi seperti orang tua. Terkadang dalam hubungan perlu adanya peran agar bisa seimbang, namun hal itu tidak bisa dipaksa atau disengaja karena peran akan tumbuh sesuai kepribadian pasangan.

Jika dalam menjalin asmara pasanganmu menjadi perempuan yang lebih dominan, menunjukan rasa sayang nya dengan mengasuh, dan memberikan kontrol berlebihan bisa jadi dia mengalami sindrom Mothering pada hubunganmu.

Menurut Pascale E. Nakhale, mothering terjadi karena rasa ketidakpercayaan atas kemampuan pasangan atau takut kamu tidak bisa memenuhi harapannya. Hal tersebut terjadi tanpa disengaja.

Sindrom Mothering (Mothering Relationship) adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki figur yang lebih kuat atau dominan saat menjalani hubungan. Mother berasal dari kata “ibu” yang menggap pasangan menjadi anak yang mudah dikontrol.

5 Tanda Pasanganmu Adalah Seorang Mothering dalam Hubungan

1. Mengambil Keputusan Tanpa Diskusi

Dalam sebuah hubungan pentingnya untuk berkomunikasi dan berdiskusi ketika mengambil keputusan. Bagi pasanganmu yang memiliki sifat mothering ia sering mengambil keputusan tanpa melibatkan dirimu.

2. Selalu Memberikan Saran Tanpa Diminta

Sifat mothering pada seorang pasangan cenderung menunjukan rasa sayangnya dengan memberikan perhatian salah satunya seringkali memberikan saran tanpa diminta. Memberikan nasihat terus menerus seolah dia memiliki kontrol atas dirimu.

3. Mengambil alih Tugas

Seringkali tidak memberikan kesempatan pasangan untuk mengelola tugas dan tanggung jawabnya yang menimbulkan sifat ketergantungan muncul. Ketidakpercayaan atas kemampuan pasangan membuat sifat mothering pada ingin mengambil alih segala hal.

4. Terlalu Protektif

Protektif yang berlebihan hingga membatasi kemandirian pasangan yang seolah hidup penuh kontrolan, merupakan tanda bahwa pasanganmu seorang yang mothering. Perhatian, kepedulian, kendali yang berlebihan membuat pasangan menjadi sesak.

5. Dianggap Tidak Bisa Diandalkan

Bagi para pria tidak bisa diandalkan oleh pasangan adalah hal yang menyakitkan, namun bagi yang memiliki sindrom mothering mereka takut kita akan kelelahan atau kesulitan sehingga sering kali, tidak memberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu.

Sindrom Mothering yang berlebihan juga tidak baik untuk sebuah hubungan. Karena pasangan terutama pria merasa tidak dihargai. Tanda di atas jika hanya sebatas protektif, suka memberikan saran, takut kamu kesulitan bisa saja bentuk kasih sayang dan perhatian.

Namun jika terus-terusan itu akan berdampak buruk pada pasangan. Mothering sering terjadi ketika menjalin hubungan dengan orang yang lebih tua, anak pertama, atau pasangan yang memiliki sifat manja.

Dampak Negatif Mothering Pada Sebuah Hubungan Bagi Pria (Mothering Relationship)

1. Ketergantungan

Sikap selalu mengasuh akan membuat pasangan memiliki sifat ketergantungan secara terus menerus. Sifat mandiri yang dimiliki akan terhambat yang menyebabkan rasa tidak mampu. Saat kehidupan sosial akan terganggu.

2. Merasa Tidak Dihormati

Bagi pria yang memiliki pasangan yang mothering akan merasa tidak dihormati, karena tidak memiliki kesempatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Karena sejatinya para pria ingin lebih dominan dan melindungi pasangan.

3. Rasa Bosan

Kontrol penuh dan protektif dalam sebuah hubungan lambat laun akan membuat pasangan menjadi bosan. Kurangnya keterlibatan dalam banyak hal mengakibatkan ketidakseimbangan dalam hubungan yang akan menjadi perpecahan.

4. Hubungan yang Memburuk

Dinamika yang tidak seimbang, frustasi, tidak dihargai membuat sepasang kekasih akan saling menghindar dan menjadi tanda kerusakan pada hubungan. Tidak memberikan pasangan untuk bergantian melakukan kendali membuat pasangan merasa rendah diri.

5. Gangguan Komunikasi

Terkadang nasihat berlebihan, atau tanda lain dari sifat mothering membuat pasangan mulai membatasi komunikasi. Karena beberapa orang merasa nyaman hanya didengar tanpa diberikan nasihat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho