← Beranda

5 Tanda Naik Turunnya Iman Seorang Hamba dan Tips untuk Mengatasinya, Simak Penjelasan Berikut Ini

Sharah SalsabilaKamis, 11 Juli 2024 | 17.26 WIB
Ilustrasi seorang hamba yang imannya sedang naik turun.

JawaPos.com - Naik turunnya iman merupakan tantangan bagi seorang hamba untuk selalu menjalankan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Sejatinya bahwa manusia bisa saja tergoda oleh setan yang mendorong kita untuk berbuat maksiat dan menjauh dari Allah SWT.

Proses naik turunnya iman ini cukup melelahkan dan seringkali kita terbawa arus kepada hal-hal keburukan jika tidak bisa mengontrolnya dengan baik.

Dikutip dari laman Artikel Administrasi Hukum Umum, tanda naik turunnya iman seorang hamba adalah masih melakukan kebodohan atau jahil, godaan setan, masih terlalu mecintai dunia, dan lingkungan pergaulannya yang mendorong untuk berbuat maksiat.

Sehingga saat kita berniat untuk taat beribadah kepada Allah SWT, maka hal-hal tersebut menjadi pendorong untuk seorang hamba menjadi futur atau malas melakukan amal kebaikan.

Berikut uraian ayat Al-Qur'an yang memberikan tips untuk mengatasi naik turunnya iman seorang hamba :

1. Manusia Siap Melakukan Apapun Atas Nama Allah (Mu'ahadah)

Firman Allah SWT dalam surat Al-An'am ayat 162-163 yang berbunyi "Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam."

"Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)."

2. Introspeksi atau Koreksi Diri Sendiri (Muhasabah)

Firman Allah SWT dalam surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Baca Juga: Menjaga Lisan Hingga Berkumpul dengan Orang Saleh, Ini 6 Tanda Taubat Seorang Hamba Telah Diterima oleh Allah SWT

3. Merasakan Kehadiran Allah SWT di Segala Kondisi (Muraqabah)

Firman Allah SWT dalam surat Qaf ayat 18 yang berbunyi "Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."

4. Mencoba Sanksi kepada Diri Sendiri Disaat Khilaf (Mu'aqobah)

Firman Allah SWT dalam surat Hud ayat 114 yang berbunyi "Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam.

Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)."

5. Bersungguh-sungguh untuk Memerangi Hawa Nafsu (Mujahadah)

Firman Allah SWT dalam surat Al-Ankabut ayat 69 yang berbunyi "Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan."

Dilansir dari laman Artikel Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan, kekuatan iman seorang hamba dapat dilihat dari ketaatannya dalam beribadah kepada Allah SWT.

Sedangkan jika seorang hamba hanya sedikit beribadah, maka merupakan suatu tanda imannya lemah. Jadi untuk menghadapi naik turunnya iman harus banyak belajar serta berdoa supaya menjadi pribadi yang istiqomah.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho