JawaPos.com – Pada dasarnya menetap dalam suatu hubungan didasarkan karena cinta dan saling pengertian.
Namun, sebenarnya tidak semua orang berhasil karena alasan tersebut artinya terkadang merasa merasa tertekan.
Lantas bagaimana cara mengetahui pasangan bertahan karena cinta atau justru merasa tertekan?
Dilansir dari laman Global English Editing, Senin (8/7), berikut beberapa perilaku orang yang bertahan dalam hubungan namun merasa tertekan diantaranya :
1. Mereka saling menunjukkan tanda kecemasan
Hubungan seharusnya mendatangkan kegembiraan, kenyamanan dan persahabatan. Namun ketika seseorang justru merasa tertekan maka menunjukkan hubungannya tidak sehat dan tidak bahagia.
Baik tekanan yang datang dari keluarga, masyarakat, usia atau bahkan ekspektasi yang ditimbulkan sendiri.
Intinya,apapun sumbernya yang namanya tekanan sudah pasti menimbulkan tingkat stres dan kecemasan.
Jika Anda atau pasangan tampak lebih cemas atau tidak nyaman dari biasanya maka lebih baik Anda membicarakan alasan di balik perasaan tersebut secara terbuka. Sebab komunikasi terbuka adalah kunci dalam hubungan apa pun.
2. Mereka tampak terlalu puas
Beberapa individu yang mengalah karena tekanan cenderung akan mengimbanginya secara berlebihan dengan menunjukkan diri mereka sebagai orang-orang yang sangat puas atau senang dengan hubungan mereka.
Baca Juga: Intip Kekuatan Tersembunyi dan Kunci Kesuksesan 5 Pasaran Jawa, Menurut Kitab Primbon
Ini bukan berarti mengungkapkan cinta dan kebahagiaan dalam suatu hubungan adalah hal negatif.
Namun jika terlalu menunjukkan kepuasan yang berlebihan dan tidak wajar maka hal ini pertanda adanya tekanan dalam hubungan tersebut.
3. Mereka terlalu bergantung satu sama lain
Perilaku lain orang yang menjalani hubungan dengan adanya tekanan cenderung menunjukkan keterikatan atau ketergantungan yang kuat terhadap pasangannya.
Perilaku ini berasal dari rasa takut kehilangan hubungan yang telah mereka jalin selama ini meskipun mereka tidak sepenuhnya merasa puas. Intinya mereka merasa membutuhkan pasangannya untuk merasa bahagia.
Namun, hal ini sering kali melibatkan ketergantungan emosional yang tidak sehat dan dapat berdampak buruk pada kedua pasangan dalam hubungan.
4. Mereka menghindari membahas rencana masa depan
Ketika seseorang yang mempertahankan hubungan karena tekanan maka mereka cenderung menjadi ragu untuk membahas rencana masa depan.
Mereka selalu menghindari percakapan tentang komitmen jangka panjang untuk memulai sebuah keluarga.
Bahkan jika mereka berpartisipasi dalam diskusi masa depan, mungkin salah satu dari mereka terlihat kurang antusias atau kegembiraan.
5. Mereka menunjukkan kurangnya pertumbuhan pribadi
Dalam hubungan yang sehat, setiap pasangan harus bertumbuh dan berkembang baik bersama-sama maupun secara individu.
Namun ketika seseorang menjalin hubungan karena tekanan maka justru mengabaikan pertumbuhan pribadi.
Bahkan mereka menunjukkan kurang minat dalam mempelajari hal-hal baru atau menghadapi tantangan baru.
6. Mereka sering mengorbankan kebutuhan mereka sendiri
Orang yang bertahan dalam hubungan karena merasa tertekan cenderung sering mendahulukan kebutuhan pasangannya di atas kebutuhan mereka sendiri.
Jadi, jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus mengesampingkan kebutuhan Anda sendiri maka menunjukkan bahwa Anda bertahan karena tekanan.