JawaPos.com - Bagi para pemelihara kucing, kesehatan kucing adalah prioritas yang perlu diperhatikan layaknya anak sendiri.
Sebagai pemelihara kucing, kamu tentu perlu mengecek kucingmu tiap beberapa hari sekali.
Apakah ada yang salah dari pola makan, regulasi buang air, nafsu makan bertambah atau berkurang, sampai tanda-tanda fisik seperti luka-luka atau bengkak.
Sekali ada tanda sakit, kamu mungkin akan membawanya ke klinik hewan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Kamu bahkan tidak segan menggelontorkan biaya yang tidak sedikit demi kesehatan kucingmu.
Tidak hanya ketika sakit, kesehatan kucing juga bisa diperhatikan bahkan ketika kucing tersebut sehat.
Hal yang dimaksud tentunya adalah vaksin kucing. Jangan salah, kucing juga membutuhkan vaksin sama seperti manusia membutuhkan vaksin.
Baca Juga: Ada Keluarga yang Akan Sakit? 7 Arti Kucing Mati Mendadak di Dalam Rumah Menurut Kitab Primbon Jawa
Kamu mungkin bertanya-tanya, apa itu vaksin kucing? Terutama bagi kamu yang baru terjun ke dunia memelihara kucing, kamu mungkin mempertanyakan apa pentingnya vaksin kucing dilakukan serta apa bahayanya bagi kucingmu di kemudian hari?
Vaksinasi kucing sendiri merupakan sesuatu yang harus diberikan pada kucing untuk melindunginya dari berbagai penyakit berbahaya.
Sama seperti manusia, vaksin bisa mencegah penyakit tersebut datang dan membahayakan kesehatan bahkan nyawa kucingmu.
Vaksin kucing terdiri dari berbagai jenis, tergantung penyakit apa yang dilindungi. Dikutip dari Cornell University, ada beberapa vaksin inti yang disarankan diberikan pada kucing peliharaan di rumah.
Vaksin inti terdiri dari vaksin yang melindungi panleukopenia, virus herpes, calicivirus, rabies, dan leukimia. Sementara itu, vaksin non inti terdiri dari vaksin yang melindungi dari penyakit FIV, batuk, chlamydia, FIP, sampai jamur kurap.
Untuk vaksin non inti diberikan berdasar dari riwayat kesehatan kucing tersebut seperti lingkungan atau indikasi penyakit. Perlu diskusi lebih lanjut dengan dokter di klinik hewan terdekatmu untuk menentukan vaksin mana yang harus diberikan pada kucingmu.
Kamu mungkin bertanya bagaimana sejatinya cara kerja vaksin tersebut sehingga bisa melindungi kucing-kucingmu dari bahaya penyakit ganas yang ada. Dipetik dari Cornell University, vaksin akan menyebabkan sistem imun kucing mau tidak mau berlatih untuk menghadapi agen-agen infeksius yakni penyakit berbahaya di masa depan.
Setelah kucing divaksin dan apabila tubuh kucing bertemu dengan penyakit tersebut dalam tubuh, sistem tubuh tersebut sudah berlatih dan menghasilkan sel-sel tertentu yang bisa mengeliminasi penyakit tersebut. Mekanisme inilah yang disebut dengan respon imun.
Ketika pertama kali mengadopsi kucing atau menemukan kucing liar di jalanan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan vaksinasi di klinik hewan. Dikutip dari RSPCA, dokter di klinik akan memebri tahu vaksin apa yang dibutuhkan oleh kucing liar yang kamu temukan.
Hal ini adalah untuk melindungi mereka sekaligus kucing lain apabila kamu memiliki kucing sebelumnya. Menghambat penyakit berbahaya di awal sekaligus bisa mengurangi biaya dan beban mental yang kamu rasakan di masa depan apabila kucingmu sakit.
Baca Juga: 4 Ciri Kepribadian Orang yang Memelihara Kucing, Apakah Kamu Salah Satu di Antaranya?
Vaksin memang dianjurkan untuk diberikan ketika kucing masih kecil. Namun tidak menutup kemungkinan vaksin bisa diberikan ketika kucing sudha memasuki usia dewasa.
Misalnya, kamu mengadopsi kucing jalanan yang sudah berusia dewasa. Kamu yang tidak tahu apakah kucing tersebut pernah divaksin atau tidak, harus menganggap kucing tersebut belum divaksin dan harus segera divaksin dari awal.
Tentu ada perbedaan terkait vaksinasi kucing kecil dan kucing yang sudah berusia dewasa. Dipetik dari Cornell University, vaksin kucing sangat diperlukan sejak usia 6 atau 8 minggu. Hal ini dikarenakan kucing kecil memiliki kekebalan tubuh yang rentan akan penyakit.
Sementara untuk kucing dewasa, ada banyak kemungkinan risiko untuk kucing yang belum divaksin sampai ia dewasa. Mulai dari penularan penyakit pada manusia sampai alergi terhadap vaksin yang disuntikkan. Pastikan untuk berkonsultasi pada dokter kepercayaan untuk vaksin lengkap pada kucing dewasamu.
Lantas, apakah vaksin cukup diberikan sekali lalu pemilik bisa lepas tangan? Dikutip dari RSPCA, ada beberapa vaksin yang diulang kembali tiap tahun untuk menguatkan efeknya. Nantinya, kamu akan mendapat buku vaksin milik kucingmu yang harus dibawa ke pertemuan vaksin selanjutnya.
Baca Juga: 4 Alasan Kucing Makan Rumput, Apakah Boleh?
Selain tiga tahun, ada juga vaksin yang diulang setiap tiga tahun. Dilansir dari VCA Hospitals, vaksinasi ini bergantung pada jenis vaksin, kondisi kucing dan banyak faktor lain dipertimbangkan. Misalnya, kucing yang dilepas di luar lebih dianjurkan mengulang vaksin ketimbang kucing dalam rumah.
Akan tetapi tidak hanya itu, ada juga faktor seperti kekebalan asli tubuh kucing dalma memerangi penyakit, yang apabila kekebalannya rendah maka dianjurkan mengulang vaksin setiap tahun. Bahkan, ada beberapa vaksin yang memberikan perlindungan kurang dari satu tahun.
Kesimpulannya, vaksinasi kucing memiliki variasi yang banyak dengan berbagai faktor. Penting untuk kamu berbincang dan melakukan pemeriksaan untuk vaksin terbaik untuk kucingmu. Pastikan juga kucingmu dalam keadaan sehat sebelum divaksin.
***