← Beranda

4 Penyebab Seseorang Tak Pernah Mimpi Saat Tidur, Bisa Berpengaruh Terhadap Kualitas Kesehatan Mental?

Sharah SalsabilaKamis, 27 Juni 2024 | 16.00 WIB
Ilustrasi seorang yang bermimpi dalam tidurnya./ Sumber Foto: (Freepik)

JawaPos.com - Ada berbagai teori yang mengungkapkan tentang mimpi, salah satunya mimpi melibatkan gambaran mental dan peristiwa selama tidur.

Mimpi yang jelas terjadi adalah saat fase REM (Rapid Eye Movement), yakni tahap penting dalam siklus tidur ketika otak tetap aktif seperti waktu bangun.

Namun ada kalanya seseorang tidak pernah mimpi sama sekali saat ia tidur, dikutip dari laman Artikel Choosing Therapy mereka yang mengalami itu memiliki gangguan yang diakibatkan dari zat kafein, alkohol, benzodiazepin, serta obat-obatan.

Dilansir dari laman Artikel Healthline pada (27/06/2024), ada 4 penyebab lainnya ketika seseorang tak pernah mimpi saat tidur, diantaranya adalah :

1. Gangguan tidur

Gangguan tidur yang dialami seperti insomnia dan sleep apnea dapat menghalangi Anda memasuki siklus tidur REM.

Insomnia sendiri dapat mengakibatkan depresi, kecemasan, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.

2. Depresi

Diantara 90 persen orang dewasa yang depresi mengalami kesulitan tidur, hal ini mungkin bisa menyebabkan kurangnya mimpi yang lebih sedikit atau kurang berkesan, bahkan dapat meningkatkan mimpi buruk.

3. Gangguan Kecemasan

Insomnia dapat menjadi faktor risiko berkembangnya kecemasan dan mengakibatkan beberapa gangguan lainnya seperti OCD, panik, fobia, gangguan pasca trauma, sehingga akan berpengaruh pada kualitas tidur dan tidak mimpi.

4. Gangguan Bipolar

Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini, Kamis 27 Juni 2024 untuk Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi

Masalah gangguan tidur ini umum terjadi pada penderita bipolar, tidak hanya sulit mimpi tapi mereka juga akan kesulitan tidur.

Melihat dari penyebab seseorang tak pernah mimpi saat tidur, kita dapat mengetahui pengaruh mimpi dalam pada kualitas kesehatan mental yang sangat penting.

Dikutip dari laman Artikel Elite Springbed, menurut psikolog bahwa mimpi itu ternyata mekanisme yang penting bagi tubuh untuk memperbaiki diri, serta bagian dari proses belajar konsolidasi memori di otak.

Banyak yang mengira bahwa tidur berkualitas itu tidur nyenyak tanpa mimpi, padahal bunga tidur tersebut bisa menjadi terapis internal diri dan merupakan bentuk respon dalam menghadapi emosi yang sedang dialami.

Namun asumsi bahwa tidur nyenyak tanpa mimpi itu tidak sepenuhnya salah, tapi orang yang terbangun dari mimpi yang menyenangkan biasanya akan lebih rileks.

EDITOR: Hanny Suwindari