JawaPos.com - Apakah temanmu toxic? Menyadari teman toxic memang rumit karena pada awalnya teman toxic itu baik. Namun secara perlahan, teman toxic akan terlihat bahwa dialah yang menjadi sumber masalahnya.
Bahaya dari teman toxic adalah mereka mempunyai cara untuk membuat temannya merasa rendah diri, tidak terlihat, dan cemas. Hal itu akan mengikis rasa percaya diri seseorang dan membahayakan kesehatan mentalnya.
Akan tetapi, memutuskan hubungan persahabatan akan menciptakan drama besar-besaran. Jadi menetralisir toksisitas seringkali merupakan ide terbaik.
Dilansir dari Psychology Today, biasanya orang sehat (baca: tidak toxic) memiliki kapasitas yang lebih dalam seperti penyesalan, kesadaran, akuntabilitas, empati, dan kesadaran diri. Kualitas-kualitas ini patut dipertahankan. Namun hal itu akan membuat seseorang rentan terhadap teman toxic. Kok bisa? Karena teman toxic tersebut memanfaatkan kecenderungan orang lain untuk memandang teman toxic terlebih dahulu.
Hanya saja, individu sehat tidak boleh mengubah sifat baik atau kecenderungannya untuk reflektif dan bertanggung jawab. Ini adalah kualitas yang mengagumkan. Langkah awal, penting untuk menguraikan apakah teman itu toxic atau tidak.
Berikut 10 Tanda Teman Toxic
1. Memberikan komentar yang membingungkan dan menyengat. Komentar-komentar ini menyebabkan keraguan dan kecemasan.
2. Dia mengabaikan perasaan temannya dan mempromosikan perasaannya sendiri.
3. Jika teman yang sehat menonjolkan diri dalam persahabatan, teman toxic membingkainya sebagai orang yang dramatis atau terlalu sensitif.
4. Kadang-kadang teman toxic itu bersikap baik untuk mencegah temannya mencurigai dirinya toxic. Teman toxic sangat baik ketika orang lain memperhatikan.
5. Karakter teman toxic seperti orang gila. Kemungkinannya adalah mereka sudah menuduh temannya atau orang lain melakukan tindakan toxic. Teman toxic sangat pandai memutarbalikkan fakta.
6. Seringkali mereka berperan sebagai korban, dengan menyatakan bahwa mereka mempunyai penderitaan yang lebih sulit dibandingkan orang lain.
7. Mereka melakukan triangulasi, artinya jika ada teman yang sama, mereka mulai menyelaraskan teman tersebut dengan dirinya sendiri dan mengecualikan teman yang sehat.
8. Mereka jarang mengomentari kesuksesan atau pencapaian temannya. Namun mereka dengan mudah menyoroti kesuksesan atau pencapaiannya sendiri.
9. Seringkali mereka mengabaikan temannya saat sedang bersama teman lain.
10. Mereka secara tidak langsung menyabotase temannya dengan menyeretnya ke dalam drama yang menghalanginya mencapai tujuan.
Dengan menerapkan enam teknik, mereka dapat menetralisir toxic tanpa harus mengubah siapa diri mereka atau memutuskan persahabatan. Inilah 6 teknik menetralisir persahabatan toxic.
1. Ciptakan ruang secara emosional
Jangan memberi tahu teman toxic sesuatu yang bersifat pribadi. Hindari berbicara tentang perasaan, masalah, harapan, dan impian.
Teman toxic tidak dapat melakukan sabotase tanpa informasi ini. Selain itu, jangan menemui teman toxic yang membutuhkan bantuan dalam hal apa pun.
Terakhir, hindari drama mereka dengan orang lain. Cukup berempati dengan perasaan mereka dan dengan sopan undur diri dari percakapan tersebut.
2. Bersikap diplomatis
Jangan memperjelas bahwa ruang emosional adalah tujuannya. Katakan hal-hal seperti, “Saya ingin berbicara, tetapi saya sedang mengerjakan proyek kerja. Aku akan meneleponmu minggu depan.” Tidak apa-apa untuk bersikap sedikit tidak jujur demi melindungi diri sendiri dan menyelamatkan persahabatan.
3. Lakukan aktivitas dan pertemanan tanpa bergantung pada teman toxic tersebut
Bertemanlah dengan empati. Temukan minat atau hobi yang tidak bergantung pada teman toxic tersebut.
4. Bersenang-senang dengan teman toxic tidak masalah
Namun, kamu perlu membatasi diri. Bicarakan hal-hal yang tidak bersifat pribadi. Pergilah keluar untuk shopping, makan bersama atau menonton film.
5. Lakukan latihan pikiran dan tubuh
Teman toxic dapat memengaruhi perasaanmu. Salah satu cara pemulihannya adalah dengan melakukan latihan pikiran dan tubuh, seperti yoga, tai chi, dan seni bela diri.
6. Tertawa adalah obat yang manjur
Teman toxic dapat menghilangkan kemampuan tertawamu. Temukanlah kemampuan itu lagi. Kamu bisa menonton film komedi atau bercanda dengan teman-teman lain yang kocak dan sefrekuensi denganmu.