JawaPos.com - Dalam dunia yang penuh dengan interaksi sosial dan kini dapat dengan mudah untuk saling terkoneksi. Masing-masing dari kita pasti pernah bertemu dengan individu yang sering menjadi pusat perhatian karena tampak ceria, mudah bergaul, dan memiliki lingkaran pertemanan yang luas. Mereka yang memiliki kepribadian seperti itu dikenal dengan sebutan social butterfly.
Seperti kupu-kupu yang berpindah dari bunga ke bunga, orang dengan kepribadian social butterfly juga tampak begitu lincah dan lihai dalam menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Namun, dibalik pesona dan kemampuan mereka dalam berinteraksi sosial, sebenarnya terdapat pula tantangan dan dinamika yang unik dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari laman Wellandgood, pada Selasa (28/5), Dr. William Chopik, PhD, seorang psikolog kepribadian sosial dan profesor di Michigan State University menjelaskan definisi dari istilah ini. Social butterfly adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang memiliki keterampilan sosial yang baik, ekstrovert dan disukai oleh orang lain.
Dr. Chopik juga menambahkan bahwa social butterfly dapat beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi, mudah berteman, dan cenderung memiliki perasaan yang positif secara teratur. Ada beberapa ciri yang dapat membantu Anda mengidentifikasi apakah Anda atau seseorang termasuk memiliki kepribadian social butterfly, menurut dr. Chopik dan dr. Asim Shah, MD, seorang profesor psikiatri di Baylor College of Medicine, yaitu sebagai berikut:
- Mudah Bergaul dan Karismatik
- Saat Masuk ke Dalam Ruangan, Dapat Memulai Percakapan Dengan Siapa Saja
- Saat Meninggalkan Ruangan, Orang Akan Menyukai Mereka
- Ekstrovert
- Sering Berpergian
- Menyenangkan
- Mudah Didekati
- Banyak Bicara
- Punya Jadwal yang Sibuk dan Padat
- Memiliki Banyak Teman
- Aktif
- Cenderung Memiliki Gaya Sosial yang Dominan Saat Berbicara dan Berinteraksi Dengan Orang Lain
Namun, sebenarnya menjadi seorang social butterfly lebih dari sekedar salah satu ciri kepribadian saja, karena ini juga dapat dianggap sebagai gaya hidup sepenuhnya. Pada kenyataannya, menjadi sosok social butterfly juga tidaklah selalu mudah seperti yang sering dianggap oleh masyarakat, karena menjadi seorang social butterfly juga disertai dengan berbagai tantangan tersendiri yang perlu diatasi.
Contoh tantangannya sebagai berikut :
- Berbagi Spotlight
Social butterfly suka menjadi pusat perhatian, tapi mereka mungkin kesulitan saat berbagi panggung dengan orang lain. “Mereka mungkin tidak membiarkan orang lain mendapatkan perhatian, meskipun orang itu memang membutuhkan atau pantas mendapatkannya,” kata Dr. Shah. Hal ini bisa menyebabkan potensi gesekan dalam hubungan pribadi.
- Sulit Memiliki Hubungan Pertemanan yang Mendalam dan Autentik
Jumlah teman yang banyak, tidak selalu berarti kualitasnya bagus. “Meskipun social butterfly memiliki banyak teman, hubungan pertemanan mereka cenderung lebih dangkal,” ucap dr. Chopik.
Baca Juga: Bongkar Perselingkuhan Andrew Andika dan Soraya Rasyid, Tengku Dewi Akui Tak Takut Dipolisikan
- Membuat Pilihan yang Berisiko atau Impulsif
Social butterfly cenderung lebih berani mengambil risiko, yang bisa menjadi hal positif, tapi jika terlalu berlebihan, hal ini malah dapat menimbulkan masalah. “Mereka mungkin menciptakan masalah bagi diri mereka sendiri karena cenderung sedikit lebih impulsif,” kata Dr. Chopik.
Mereka juga mungkin sering mengatakan dengan spontan apa yang terlintas di pikiran, dan akibat kurangnya penyaringan ini, “mereka bisa melakukan kesalahan sosial atau rentan terhadap kesalahpahaman,” tambahnya.
- Merasa bosan
Para ekstrovert ini berkembang dalam kebersamaan dan komunitas, oleh karena itu mereka mungkin kesulitan menerima kenyataan bahwa hidup tidak selalu bisa menjadi pesta yang berskala besar. Mampu bertahan dalam kebosanan dan rutinitas “membuat Anda lebih sukses di banyak bidang yang berbeda,” kata Dr. Chopik.
Jika Anda tidak secara alami termasuk seorang social butterfly, itu tentu bukan suatu masalah. Namun, jika Anda ingin menjadi salah satu orang yang memiliki kepribadian social butterfly atau sekadar memperluas sifat-sifat ekstrovert dalam diri Anda, maka Anda bisa berusaha untuk mewujudkannya.
“Kami memiliki beberapa bukti bahwa orang bisa mengubah kepribadian mereka jika mereka mau,” kata Dr. Chopik. Jika seseorang memiliki keinginan untuk berubah dan menerapkan perilaku-perilaku yang biasanya dilakukan oleh social butterfly, maka mereka mungkin akan mendapati diri mereka menjadi social butterfly juga.
Menjadi seorang social butterfly memang memiliki daya tarik tersendiri, dengan kemampuan untuk dengan mudah bergaul dan membuat banyak teman. Namun, seperti yang telah kita bahas, ada tantangan tersendiri yang dihadapi oleh mereka yang memiliki kepribadian ini.
Dari kesulitan berbagi perhatian hingga menjaga kedalaman hubungan, menjadi social butterfly memerlukan keseimbangan dan kesadaran diri yang baik. Bagaimanapun, memahami dan menghargai keunikan setiap individu, termasuk kepribadian seorang social butterfly, adalah kunci untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan bermakna dalam kehidupan kita.