JawaPos.com – Aktivitas media sosial TikTok telah menjadi fenomena global, mentransformasi diri menjadi platform media sosial paling populer, khususnya di kalangan remaja dan dewasa.
Platform ini memungkinkan penggunanya untuk membuat dan berbagi video pendek yang menarik, mengantarkan mereka pada hiburan dan koneksi virtual.
Namun, di balik popularitasnya, penggunaan TikTok yang berlebihan dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan mental dan fisik penggunanya.
Artikel ini akan mengupas tentang ‘demam TikTok’, yaitu kecanduan TikTok, dan hubungannya dengan kepribadian, depresi, dan media sosial.
Apa itu Demam TikTok?
Dilansir dari laman PsyPost.org, Kamis (9/5), demam TikTok mengacu pada penggunaan TikTok yang di luar batas normal.
Penggunanya bisa menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menonton dan membuat video, mengabaikan aktivitas lain seperti pekerjaan, sekolah, atau interaksi sosial.
Baca Juga: Orang yang Gemar Posting Foto Selfie di Media Sosial Memiliki 7 Sifat Unik Ini dalam Dirinya
Tanda-tanda Demam TikTok
Beberapa tanda-tanda demam TikTok dapat diamati, antara lain:
-
Menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menonton dan membuat video TikTok, bahkan saat sedang sibuk atau seharusnya melakukan aktivitas lain.
-
Merasa cemas atau gelisah ketika tidak dapat mengakses TikTok.
-
Mengabaikan tanggung jawab dan kewajiban karena terlalu fokus pada TikTok.
-
Merasa lelah dan mudah lelah karena kurang tidur akibat penggunaan TikTok yang berlebihan.
-
Mengalami penurunan mood atau merasa depresi saat tidak menggunakan TikTok.
Dampak Demam TikTok Terhadap Kepribadian dan Kesehatan Mental Anda
Penelitian menunjukkan bahwa demam TikTok dapat dikaitkan dengan beberapa ciri kepribadian tertentu, seperti neurotisisme, introversi, dan rendahnya harga diri.
Orang-orang dengan ciri kepribadian ini mungkin lebih rentan terhadap demam TikTok karena mereka mencari pelarian dari kenyataan atau untuk mengisi rasa kesepian.
Demam TikTok juga dapat memperburuk gejala depresi. Orang yang mengalami depresi mungkin lebih mudah terjebak dalam siklus scrolling TikTok tanpa henti, yang dapat memperkuat perasaan negatif dan memperparah depresi mereka.
Baca Juga: Imbas Media Sosial hingga Mengganggu Kualitas Tidur, Catat 3 Cara Detoks Digital secara Tepat
Selain itu, menurut penelitian yang dilansir dari theoxfordblue.co.uk, menunjukkan bahwa terlalu sering scrolling TikTok dapat menurunkan span of attention atau rentang perhatian kita akan sesuatu menjadi lebih pendek dan tidak sehat.
Penelitian itu menekankan bahwa penggunaan TikTok berlebihan dapat melemahkan kemampuan kita untuk fokus dan berkonsentrasi dalam jangka panjang.
Hal ini membuat kita sulit untuk menikmati atau menyelesaikan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi, seperti menonton film panjang, mengikuti kuliah atau seminar, dan mengerjakan tugas yang kompleks.
Tips Mengatasi Demam TikTok
Jika Anda merasa bahwa Anda atau orang yang Anda kenal mengalami demam TikTok, ada beberapa tips yang dapat membantu:
-
Batasi waktu penggunaan TikTok. Gunakan aplikasi screen time tracker untuk membantu Anda memantau dan membatasi waktu penggunaan TikTok.
-
Matikan notifikasi TikTok. Notifikasi TikTok yang terus-menerus dapat membuat Anda tergoda untuk membuka aplikasi dan menghabiskan waktu berjam-jam.
-
Lakukan aktivitas lain yang lebih produktif. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti berolahraga, membaca buku, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih.
-
Cari bantuan profesional. Jika Anda merasa bahwa demam TikTok telah mengganggu kehidupan Anda secara signifikan, carilah bantuan profesional dari psikolog atau terapis.
Kesimpulannya, demam TikTok dapat menjadi masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik penggunanya.
Penting untuk memahami tanda-tanda demam TikTok dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.
Dengan menggunakan tips yang telah disebutkan di atas, Anda dapat mengendalikan penggunaan TikTok Anda dan menjaga kesehatan mental Anda.
***