← Beranda
Jangan Ikut Emosi, Ini 5 Cara Ampuh Untuk Menghentikan Suami yang Membentak Istri, Salah Satunya Tetap Tenang
Risma Aris MayaRabu, 24 April 2024 | 13.15 WIB
Ilustrasi suami yang membentak istri (freepik/KamranAydinov)

JawaPos.com – Dalam kehidupan pernikahan tentu tidak bisa dipungkiri ada hambatan, masalah hingga perselisihan bahkan jika sudah parah bisa berujung perpisahan. Membahas tentang perselisihan bisa dipicu karena hal kecil hingga hak besar.

Salah satunya dipicu karena suami membentak Anda. Bahkan jika ketika membentak ini posisinya berada ditempat umum sehingga sangat tidak sopan dan sejujurnya hal ini menempatkan Anda pada posisi yang canggung.

Bahkan Anda bisa merasa malu karena dilihat banyak orang dan menjadi pusat perhatian publik. Pasalnya ketika Anda dibentak suami lantas Anda membalas emosi balik bahkan adu mulut tentu hal ini bukan termasuk solusi yang terbaik.

Sebelum mengenali cara elegan untuk menghentikan suami yang membentak Anda, Anda juga perlu memahami juga alasan suami Anda membentak. Ada berbagai alasan mengapa orang terpaksa membentak hingga berteriak kepada pasangannya.

Mulai dari gangguan komunikasi, stress dan tekanan eksternal hingga ada konflik yang belum terselesaikan. Sehingga sangat penting Anda mengenali dulu akar penyebabnya apa dan Anda bisa mencari solusi yang terbaik.

Dilansir dari laman Marriage, ada beberapa cara yang ampuh untuk menghentikan suami yang membentak Anda diantaranya :

1. Tetap tenang

Saat suami membentak Anda, Anda tidak perlu membentaknya sebagai respons yang akan memperburuk keadaan. Daripada Anda membalasnya dengan emosi yang lebih tinggi karena hal ini bukan solusi yang terbaik.

Tetap tenang adalah solusi utama yang harus Anda patuhi jika Anda ingin mengendalikan keadaan dan ingin dia tenang.

Jika Anda menjawab teriakannya dengan balik teriak tentu hal ini akan memperparah keadaan dan membuat orang sekitar tidak nyaman.

Jadi, tetaplah tenang dan belajar mengendalikan emosi Anda terlebih bisa meningkatkan kecerdasan emosional Anda.

Baca Juga: Nekat Cabuli Bocah Lima Tahun, Pria 21 Tahun Diamankan Satreskrim Polres Metro Jakbar

2. Melihat pilihan yang mungkin untuk menghadapi situasi tersebut

Selain bersikap tetap tenang dan tidak ikut kepancing emosi, Anda perlu melihat beberapa pilihan yang bisa menenangkan suami Anda seperti berbicara dengannya dengan nada tenang, memegang tangannya untuk menghiburnya atau memberinya segelas air.

Pada intinya membentak pasangan adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan namun bukan berarti tidak ada jalan keluarnya.

Anda sebagai istri harus tenang memikirkan cara untuk mungkin menghadapi situasi yang terjadi saat itu.

3. Memahami situasi

Cara ampuh ketiga adalah Anda perlu memahami akar penyebab apa yang membuat suami membentak.

Anda juga perlu menyadari jika tidak mungkin suami Anda tiba-tiba membentak tanpa alasan. Sehingga penting Anda mencari tahu agar bisa menemukan solusi yang terbaik.

Setelah Anda mengetahui akar penyebabnya, Anda bisa mendiskusikan baik-baik dengan suami Anda secara terbuka dan penuh rasa hormat.

4. Jangan hanya setuju dengan semua yang dikatakannya

Saat suami membentak Anda, kemungkinan besar dia akan menyalahkan Anda atas banyak hal meskipun Anda tidak salah.

Solusi paling umum untuk hal ini untuk menenangkan suami adalah menyetujui apapun yang mereka katakan.

Memang terlihat seperti mengalah dan bukan solusi terbaik untuk jangka panjang. Namun dengan Anda menyetujui semua tuduhannya Anda mungkin sedang menyampaikan bahwa membentak adalah cara komunikasi yang dapat diterima.

Baca Juga: Resep Tempe Goreng Tepung Favorit Keluarga ala Devina Hermawan, Renyah dan Wangi

Jadi jangan terima semua yang dia katakana namun Anda perlu mencoba menenangkan dan mendorong dia untuk mengekspresikan dirinya dengan cara yang lebih sehat.

5. Selalu mencoba untuk menenangkannya

Saat suami Anda membentak, dia mungkin melupakan situasinya dan alasan dia membentak Anda.

Untuk menyelamatkan diri Anda dari rasa malu maka cobalah membuat dia memahami posisi Anda. Anda bisa mengajak komunikasi dari hati ke hati dan saling terbuka untuk menyelesaikan masalah.

EDITOR: Hanny Suwindari