← Beranda
Red Flag! Menurut Pandangan Psikoterapis, Sebaiknya Tidak Berhubungan dengan Orang yang Memiliki 12 Ciri-ciri Berikut
Achmad AsroriSelasa, 6 Februari 2024 | 19.58 WIB
Mengenal ciri dan solusi red flag dalam hubungan menurut psikoterapis./Freepik

 

JawaPos.com – Berhubungan dengan orang yang mendatangkan energi positif merupakan pengalaman yang luar biasa.

Oleh karenanya, menyadari tanda bahaya (Red Flag) dalam hubungan adalah hal yang penting.

Mengenali tanda seseorang berkepribadian 'buruk' memungkinkan kita untuk menentukan bersedia melanjutkan hubungan atau mengakhirinya.

Meskipun persepsi dan definisi setiap orang mengenai tanda-tanda ‘Red Flag’ berbeda-beda, hal ini sering kali sulit untuk diabaikan dan perlu ditangani.

Oleh karenanya, psikoterapis Jessie E. Gonzalez, LMFT menjelaskan tanda-tanda sesorang berpotensi memiliki kepribadian red fleg dalam Choosing Therapy.

Apa Red Flag dalam Suatu Hubungan?

Dilansir dari Choosingtherapy.com, Selasa (6/2), Red Flag adalah tanda peringatan yang mengingatkan individu akan karakteristik pasangan yang beracun (toxic) atau hubungan yang sedang berkembang, hal ini berarti bahwa pasangan kita mungkin bukan pasangan yang cocok untuk kita.

Mampu mengidentifikasi tanda bahaya (Red Flag) sejak dini dalam suatu hubungan sangatlah penting, karena hal ini akan menciptakan hubungan yang aman di mana kedua belah pihak dapat saling percaya dan bertumbuh.

Kadang-kadang, pasangan dengan Red Flag mungkin sulit diidentifikasi dan mungkin berguna untuk meminta dukungan atau umpan balik dari orang lain untuk validasi.

12 Tanda Red Flag dalam Suatu Hubungan

1. Kecemburuan

Kecemburuan dalam suatu hubungan merupakan hal biasa, namun jika seseorang melakukannya secara berlebihan, hal ini dapat membahayakan hubungan tersebut.

Seseorang mungkin merasa bahwa rasa cemburu menandakan bahwa pasangannya peduli terhadap hubungan tersebut.

Meskipun hal ini mungkin benar, cara pasangan menangani atau menunjukkan kecemburuannya mungkin tidak sehat.

2. Penolakan untuk Berkompromi

Berada dalam suatu hubungan berarti kedua belah pihak perlu melakukan kompromi. Hal ini menjadi sulit jika salah satu pihak tidak bersedia melakukan hal tersebut, namun mengharapkan pihak lainnya bersedia melakukannya.

Memiliki pasangan yang keras kepala dapat menimbulkan kebencian dan emosi negatif lainnya yang dapat memengaruhi hubungan.

3. Kurangnya Komunikasi

Dalam suatu hubungan, penting untuk berkomunikasi tentang segala hal. Mampu melakukan percakapan yang sulit dalam suatu hubungan adalah hal yang mendukung pertumbuhan hubungan.

Mungkin sulit, bahkan merugikan, berada dalam suatu hubungan di mana individu-individu menutup diri selama percakapan yang rumit.

4. Mengontrol Perilaku

Mengontrol perilaku bisa menjadi tanda bahaya besar dalam suatu hubungan. Ini mungkin termasuk individu yang memberi tahu pasangannya apa yang harus dikenakan, dengan siapa berteman, apa yang harus dimakan, atau bagaimana bertindak dalam situasi tertentu.

Terlalu mengontrol dalam hubungan tidak sehat bagi salah satu pasangan. Terkadang hal ini bisa disebabkan oleh hubungan dengan perbedaan usia yang besar (tidak selalu). Jelasnya, ini sangat berbeda dengan memberikan masukan atau saran.

5. Berbohong

Kepercayaan dalam suatu hubungan sangat penting. Kebohongan yang terus-menerus adalah tanda bahaya besar yang dapat menimbulkan banyak stres, karena hal itu menyakiti hati orang yang dibohongi.

Berbohong juga menumbuhkan ketidakpercayaan, sehingga menghambat pertumbuhan hubungan itu sendiri.

6. Kritik yang Berlebihan

Tanda bahaya lain yang jelas dalam suatu hubungan adalah ketika pasangan menggunakan sikap merendahkan sebagai cara untuk menjaga harga diri seseorang tetap rendah. Kritik berlebihan dalam suatu hubungan tidak ada tempatnya sama sekali.

7. Kodependensi

Memiliki pasangan yang bisa diandalkan, menikmati menghabiskan waktu bersama, dan sekadar bersenang-senang adalah hal yang luar biasa untuk dimiliki dan dirasakan.

Kodependensi yang menyebabkan pasangan tidak bisa lepas dari kita tentu berbeda dengan hal di atas, karena setiap individu juga dapat hidup berdampingan secara individu. Mampu memiliki ruang sendiri saat dibutuhkan sangatlah penting dalam suatu hubungan.

8. Kurangnya Dukungan

Memiliki pasangan yang mendukung impian kita, sangat penting dalam suatu hubungan. Dukungan ini perlu dibalas dalam hubungan, artinya tidak bisa hanya menjadi impian satu pasangan yang diusahakan oleh kedua individu, kecuali keduanya memiliki mimpi yang sama.

9. Pelecehan

Pelecehan dapat bersifat emosional, fisik, atau psikologis, dan hal ini semakin memperburuk stres, ketidakpercayaan, dan ketidakbahagiaan dalam suatu hubungan.

Memiliki pasangan yang melakukan kekerasan atau pelecehan bisa jadi sulit untuk dikelola. Mencari dukungan dan menetapkan batasan yang jelas sangat penting ketika mengatasi tanda bahaya ini.

10. Tidak Fleksibel

Suatu hubungan membutuhkan banyak fleksibilitas dari pasangan untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain, berkomunikasi, hingga memahami satu sama lain.

Merupakan tanda bahaya atau ‘Red Flag’ jika seseorang tidak bisa fleksibel dengan kita mengenai hal-hal penting ini.

11. Tidak Menghormati Batasan

Setiap individu harus memiliki batasan yang mereka tetapkan dalam suatu hubungan, memiliki pasangan yang dapat menghormati pribadi masing-masing sangatlah penting.

Waspadai jika pasangan kita terus-menerus mengabaikan atau melanggar batasan kita, karena ini adalah tanda bahaya.

12. Penggunaan atau Penyalahgunaan Zat

Pasangan yang terlibat dalam penggunaan atau penyalahgunaan narkoba dapat menjadi tantangan dan mengisyaratkan adanya masalah dalam suatu hubungan.

Jika seseorang menggunakan zat-zat tersebut, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan penilaian dan pengambilan keputusannya dalam hubungan. Hal ini dapat mempengaruhi hubungan secara keseluruhan dalam jangka panjang.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Melihat Tanda Bahaya dalam Hubungan

Kita mungkin melihat tanda bahaya sepanjang rentang hubungan kita, jadi kita harus jelas tentang apa yang akan dan tidak akan kita toleransi untuk kedepannya.

Kadang-kadang, Bagi pasangan sangat jelas bahwa tanda-tanda tertentu dapat menjadi penghalang bagi hubungan mereka.

Jika tanda bahaya muncul di kemudian hari dalam suatu hubungan, misalnya setelah menikah atau melahirkan anak, pasangan tersebut harus mendiskusikan apakah masalah ini dapat diselesaikan.

Yang sangat penting, jika tanda bahaya suatu saat menimbulkan bahaya keselamatan pada hubungan, sangatlah penting untuk membuat rencana keselamatan yang efektif.

Beberapa cara untuk menangani tanda bahaya dalam hubungan meliputi:

  • Atasi segera: Penting agar setiap tanda bahaya segera didiskusikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa masalah tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

  • Bersikaplah reflektif: Mampu mengambil langkah mundur dan mengamati perasaan kita akan membantu kita memahami cara mengatasinya. Ini mungkin sulit, tetapi dapat memberikan wawasan yang dapat membantu dalam hubungan di masa depan.

  • Berkomunikasi secara terbuka dan jujur: Komunikasi yang sehat dengan pasangan sangat penting dalam suatu hubungan. Kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang muncul adalah hal yang mendukung pertumbuhan.

  • Habiskan waktu bersama orang-orang terkasih: Memiliki sistem pendukung bermanfaat saat mengatasi tanda bahaya dalam hubungan kita. Orang-orang terkasih memberikan kesempatan bagi kita untuk melampiaskan, meminta masukan, menerima kejelasan, atau sekadar tidak memikirkan hubungan kita.

  • Praktikkan perawatan diri: Perawatan diri sangat penting saat menangani tantangan hubungan, seperti tanda bahaya. Ini mungkin termasuk aktivitas fisik, meminta dukungan dari orang lain, istirahat, bersantai, atau berpartisipasi dalam aktivitas menyenangkan yang menyegarkan kita.

 
***
EDITOR: Novia Tri Astuti