JawaPos.com – FOPO merupakan kepanjangan dari Fear of People’s Opinion, yang dalam bahasa Indonesia berarti takut kepada opini orang.
Berbeda dengan FOMO yang biasa kita kenal sebagai takut tertinggal akan sesuatu, FOPO lebih mengacu ke perasaan takut mendengar opini orang lain.
FOPO bisa menyerang siapa saja, baik anak kecil maupun orang dewasa. Karena perasaan takut mendengarkan opini orang lain merupakan hal yang sering datang dalam diri.
Fenomena ini bisa berwujud dalam sifat dari keragu-raguan, takut, cemas terhadap sesuatu, tidak percaya diri dengan apa pun yang dilakukan.
Hal ini dikarenakan rasa ingin selalu terlihat benar dimata orang lain dan tindak ingin mendapatkan kritik membangun untuk dirinya.
Karakter ini akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama bisa menghindarkanmu bersosialisasi dengan orang-orang terdekatmu.
Dalam dunia maya, FOPO justru lebih mengerikan, dengan banyaknya pujian akan menjadikan orang akhirnya terobsesi dengan validasi.
Hal ini terangkum dalam website Wellbeing yang memberikan pengertian dan dampak FOPO juga cara mengontrolnya.
Ketika seseorang menyukai jumlah likes yang besar, orang tersebut akan merasa tinggi dan tidak ingin menjadi seorang yang terbuang.
Walaupun dia memiliki opini yang baik, jika di sosial media dia tidak diterima, dia akan melakukan cara apa pun untuk diterima.
Dan jika kedapatan memiliki seseorang yang mengkritiknya secara wajar, dia akan menyerang balik sang pengkritik.
Jadi bagaimana cara mengontrol FOPO dari dalam diri kita? Cobalah empat tips berikut yang disadur dari website Wellbeing:
1. Tutup Handphonemu
Pertama lakukanlah relaksasi pada diri, jika ada orang yang mengungkapkan opini buruk kepada kita, jangan langsung ditanggapi.
Bersikaplah seperti semua baik-baik saja. Yang terpenting adalah jangan membuka handphone, tarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk rileks.
Setelah itu coba pelan-pelan katakan pada diri sendiri bahwa kamu akan baik-baik saja, dengan komentar apa pun tentang dirimu.
2. Refleksi Diri
Lakukan refleksi diri dan sadari semua potensi yang ada pada dirimu. Semakin kamu mengetahui dirimu sendiri. Semakin kamu bisa percaya diri.
Kenali dirimu lebih dalam dari biasanya, katakan pada dirimu apa yang membuatmu berbeda dari pada orang lain.
Jangan lupa, yakin terhadap diri sendiri akan memudahkanmu utnuk tidak percaya dan menganggap serius opini orang lain.
3. Self-Compassion
Self-compassion atau mengasihi diri sendiri maksudnya adalah memberikan celah pada diri sendiri untuk menerima hal buruk pada diri kita.
Jika memang kita memiliki keburukan atau ketidaksamaan dengan masyarakat umum, mencoba tenang dan menerima diri memanglah hal yang paling efektif
Akibatnya, membentuk pribadi yang anti kritik dan tidak mudah marah atau bahkan menyerang balik terhadap kritikan orang lain.
4. Kenali Nilai di dalam Dirimu
Jika kamu memahami nilai yang ada pada dirimu, kamu akan menjadi pribadi yang lebih kalem dan bijaksana dari sebelumnya.
Dari pada memikirkan kritik yang tanpa henti dari netizen, lebih baik kenali dirimu, tentukan kehidupan apa yang ingin kamu raih, dan cita-cita apa yang ingin kamu wujudkan.
Jika kamu mengetahui semua goals dalam dirimu, kamu akan merasa lebih tidak takut dan stabil dalam menanggapi kritikan apa pun.