JawaPos.com – Setelah menjalani hari yang berat, tidur menjadi pilihan terbaik untuk mengembalikan energi yang telah terkuras.
Begitu beranjak ke tempat tidur dan hendak menutup mata, tiba-tiba merasakan adanya kehadiran sosok tak kasat mata yang sedang berdiri.
Bisa juga mendengar suara aneh seperti benda jatuh atau bergerak sendiri. Padahal, tak ada siapapun di ruangan itu.
Baca Juga: Dampak Negatifve Self Talk Bagi Kesehatan Mental dan Tips Menghentikannya Supaya Selalu Optimis
Tak hanya sekali dua kali, bahkan ada orang yang mendapati kejadian itu berulang kali hingga mengganggu kualitas tidurnya.
Rupanya, hal umum tersebut bisa terjadi lantaran seseorang mengalami halusinasi tidur atau kelumpuhan tidur. Biasanya dialami usia remaja dan dewasa muda.
Halusinasi tidur atau Sleep Hallucinations berlaku ketika seseorang akan tertidur atau setelah bangun dari tidur, kata psikolog sekaligus Direktur Kesehatan Tidur di Sleepopolis, Shelby Harris, seperti dikutip JawaPos.com dari Livestrong, Minggu (12/11).
Baca Juga: Mengapa Kami Harus Menerima Anda? 5 Tips Menjawab Pertanyaan HRD yang Paling Ditakuti Pelamar
Kejadian singkat itu terjadi ketika otak bertransisi antara tidur dan terjaga, cenderung memiliki komponen visual seperti melihat seseorang atau binatang di kamar. Tak jarang pula merasa jatuh atau melayang dan mendengar suara-suara aneh.
Sedangkan kelumpuhan tidur atau Sleep Paralysis timbul ketika seseorang tak bisa bergerak atau bicara saat bangun dari tidur. Terkadang disertai halusinasi seperti mendengar, melihat, hingga merasakan kehadiran sosok tak kasat mata.
Sleep paralysis biasanya setelah Rapid Eye Movement (REM), tahap tidur di mana sebagian besar mimpi terjadi.
Baca Juga: 7 Tips Menghilangkan Lemak Perut Secara Efektif, Lakukan Ini Dengan Konsisten!
“Selama tidur REM, tubuh terasa lumpuh karena alasan perlindungan dan terjadi selama 1-2 menit saat kembali sadar,” kata Harris.
Harris menambahkan sleep paralysis dan halusinasi tidur biasanya tak terjadi setiap malam, namun kebanyakan dari kita mengalaminya dari waktu ke waktu.
Adapun lima penyebab maupun faktor yang mendasari seseorang mengalami sleep paralysis atau halusinasi tidur sekaligus cara mengatasinya, berikut penjelasannya.
1. Stres
Menurut National Library of Medicine, adanya perubahan hubungan, penyakit, serta kesulitan bekerja atau bergerak bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya sleep paralysis dan halusinasi tidur.
Faktanya stres berat bisa membuat seseorang sulit tidur nyenyak. Cara mengatasinya ialah praktik pengelolaan stres dengan meditasi, berolahraga secara teratur, membuat jurnal, atau berbicara dengan dokter ahli.
Baca Juga: Tips Menyiapkan Dana Darurat untuk Hadapi Kondisi Krisis di Masa Depan
2. Kurang tidur
Kurang tidur rentan membuat seseorang mengalami halusinasi tidur atau sleep paralysis. Adapun cara mengatasinya dengan menerapkan kebiasaan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap hari.
Lakukan rutinitas tersebut sembari membatasi penggunaan layar, dan menetapkan waktu tidur serta waktu bangun yang sama. Bisa juga kurangi asupan kafein atau alkohol.
3. Menjalani pengobatan
Menurut American Academy of Ophthalmology, banyak resep obat-obatan yang dapat meningkatan resiko halusinasi visual, baik di siang hari maupun malam. Salah satu penyebab paling umum terkait sleep paralysis yakni obat-obatan ADHD.
Cara mengatasinya, bisa konsultasikan ke dokter ahli seperti beralih ke pengobatan lain atau menurunkan dosis obat.
4. Mengalami trauma atau PTSD
Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD bisa terjadi setelah mengalami peristiwa yang mengerikan dan penyebabnya mimpi buruk. Menurut Frontiers in Psychiatry, hal ini bisa tingkatkan risiko sleep paralysis dan halusinasi tidur.
PTSD juga mengakibatkan gejala lain, termasuk kilas balik atau kenangan yang muncul saat peristiwa traumatis, stres berat, putus asa, dan perasaan terasing dari teman atau keluarga.
Cara mengatasinya dengan pengobatan psikoterapi dan bicarakan bersama dokter atau ahli kesehatan mental.
5. Gangguan tidur
Hal ini dapat meningkatkan risiko sleep paralysis atau halusinasi tidur, salah penyebabnya Sleep Apnea yakni gangguan tidur yang terjadi saat pernapasan seseorang terganggu. Sleep Apnea bisa membuat seseorang mengalami kurang tidur.
Halusinasi tidur menjadi gejala umum narkolepsi, gangguan sistem saraf yang menyebabkan rasa kantuk berlebih pada siang hari serta tertidur secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat.
Cara mengatasinya, olahraga teratur, kurangi stress, berhenti merokok, membuat jadwal tidur, dan konsumsi sarapan sehat. Bila tak ada kemajuan, segera temui dokter ahli.