Aktivitas menonton dapat menstimulasi indra penglihatan anak. Namun, tontonan yang tidak sesuai usia dan memuat konten negatif dapat berbahaya. Ingat, anak kecil adalah peniru ulung.
---
KERAP menonton tayangan yang berisi pesan negatif dapat merangsang anak untuk mengikuti apa yang dilihatnya. Sebab, anak kecil memiliki kemampuan alami untuk meniru sekitarnya tanpa ada yang mengajarkan.
’’Yang dilihat A, ya dia akan melakukan A. Kalau tontonannya tidak sesuai usia, nanti perilaku yang ditiru juga tidak sesuai usianya,’’ ujar Eldatia Utari Putri MPsi Psikolog.
Apalagi, anak belum paham betul konsep benar salah dan baik buruk. Karena itu, peran ortu untuk mengawasi tontonan anak sangat penting. Tak cukup hanya dengan memeriksa dan memilah tontonan.
’’Yang terpenting, bagaimana ortu bisa hadir untuk menemani nonton. Tunjukkan rasa tertarik supaya anak lebih terbuka dan kita tahu sampai mana pemahaman anak,’’ tutur psikolog klinis di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) itu.
Eldatia menuturkan, ada beberapa kriteria tontonan yang baik untuk anak. Yakni, rating tayangan sesuai usia anak, tidak mengandung kekerasan, tidak memuat unsur SARA, tidak memuat konten pornografi, dan memuat pesan positif serta edukatif.
’’Paling gampang lihat rating usianya. Kalau tidak ada, bisa dilihat mendidik dan ramah anak atau tidak,’’ terangnya.
Jika anak telanjur menonton tayangan yang tak sesuai usianya, ortu jangan langsung panik. Apalagi sampai memarahi. Tindakan itu hanya akan membuat anak takut dan menutup diri.
’’Tanyakan dulu tadi nonton apa, tahu dari mana, bagaimana perasaannya, kemudian apa yang dia tahu tentang apa yang ditonton,’’ jelasnya.
Ortu bisa menggali lebih dulu, sampai mana pemahaman anak terkait adegan yang dia tonton. Baru kemudian ajak anak berdiskusi tanpa menggurui.
’’Beri tahu jika tontonan itu tidak sesuai usianya. Sebagai gantinya, tunjukkan tayangan yang lebih bermanfaat untuknya,’’ imbuh Eldatia.
Jika tepat, lanjut dia, menonton dapat menstimulasi perkembangan anak. Meski demikian, tetap harus ada batas screen time.
’’Tontonan memang bisa menstimulasi, khususnya indra penglihatan. Misalnya, membedakan warna. Lalu, lagu-lagu, perilaku, dan dialog di kartun bisa jadi tempat anak belajar. Karena itu, pilih tontonan edukatif,’’ tandasnya. (lai/c18/nor)
BEBERAPA KRITERIA TONTONAN BUAT ANAK
- Rating tayangan sesuai usia anak
- Tidak mengandung kekerasan
- Tidak memuat unsur SARA
- Tidak memuat konten pornografi
- Memuat pesan positif dan edukatif
JAGA ANAK DARI TONTONAN NEGATIF
- Usahakan untuk hadir menemani anak nonton
- Tunjukkan minat dan ketertarikan pada tontonan anak supaya anak lebih terbuka
- Pilih tontonan ramah anak sesuai rating usia
- Untuk tontonan di gadget, atur batasan dengan menggunakan fitur kontrol orang tua