JawaPos.com – Bagi seseorang yang berprofesi sebagai penulis, writer’s block kerap menjadi suatu hal yang mengganggu sekaligus menghambat pekerjaan.
Writer’s block sendiri merupakan suatu kondisi saat seorang penulis mengalami kebuntuan, stuck, dan merasa tidak bisa melanjutkan pekerjaan menulisnya.
Hal tersebut tentu membuat penulis kesulitan untuk bisa maksimal dalam bekerja saat mengalami writer’s block.
Baca Juga: Mau Solo Touring Jarak Jauh Menggunakan Sepeda Motor? Simak Dulu Tips Berikut Ini
Penyebabnya sendiri bisa beragam. Menurut buku Writer’s Block oleh Zachary Leader, permasalahan ini cenderung datang secara internal dan psikologis daripada kondisi fisik.
Kondisi fisik yang dimaksud tidak mendatangkan writer’s block adalah misal tidak ada alat untuk menulis seperti kertas atau pen, daya listrik yang mati sehingga tidak bisa menyalakan perangkat, dan lain sebagainya.
Sementara kondisi psikologis misalnya ada perasaan takut dari dalam diri penulis. Takut hasilnya tidak bagus, takut akan mendapat penilaian negatif, takut tulisan tidak disukai, dan takut tidak ada yang akan membaca tulisannya.
Baca Juga: Wow, Seorang Mantan Agen FBI Berikan Tips Dalam Kamar Hotel Teraman yang Bisa Dipesan Dimanapun
Kondisi lainnya bisa dari sifat perfeksionis yang memasang standar tinggi atas tulisannya dan membandingkan dengan tulisan orang lain sehingga ia merasa tulisan yang dihasilkan tidak akan sempurna di matanya sendiri.
Selain itu ada juga tekanan dari luar yang menyebabkan seorang penulis merasa buntu dan tidak bisa melanjutkan tulisannya.
Karena menulis bukan lagi menjadi hobi melainkan pekerjaan, maka menghasilkan tulisan juga melibatkan pihak lain seperti media atau penerbit. Sehingga kita tidak bisa lagi menulis sesuka hati.
Baca Juga: Wawancara Eksklusif dengan Shin Tae-yong, Kunci Keberhasilan Timnas hingga Tips Mengembangkannya
Tekanan yang diterima bisa jadi tentang deadline, ketentuan tertentu yang harus ada dalam tulisan, menulis hal yang tidak kita kuasai atau sukai, serta keinginan yang memberatkan dari pembaca.
Tips untuk mengatasi writer’s block
Dilansir dari Resolving Writer’s Block, kondisi ini sangat bisa diatasi atau diobati dan merupakan hal yang wajar dialami oleh penulis siapa saja. Maka tidak perlu khawatir atau panik saat mengalami writer’s block.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat mengalami writer’s block agar dapat maksimal dalam bekerja.
Baca Juga: 5 Tips Rutinitas Jaga Penuaan Kulit untuk Usia 60-an
Istirahat
Saat dirasa otak tidak lagi bisa bekerja dan menghasilkan tulisan, cobalah istirahat. Bisa sambil melakukan hal yang kita suka. Misal menonton video, makan cemilan, jalan-jalan sebentar, atau mengambil waktu untuk tidur dan mengistirahatkan pikiran.
Jika kita memiliki waktu terbatas, istirahat bisa dilakukan dengan cara berhenti menatap layar komputer atau kertas saat menulis.
Beralih menatap hal lain selama beberapa menit. Ini bukan hanya mengistirahatkan pikiran, namun juga mencegah kelelahan mata akibat memandangi layar atau benda yang sama terus-terusan.
Baca Juga: Seleksi CASN 2023 Segera Dibuka, BKN Bagi Tips Mendasar yang Perlu Diketahui oleh Calon Peserta
Baca ulang tulisan
Saat merasa buntu di tengah jalan, penulis bisa coba baca ulang tulisan dari awal. Lalu melihat lagi outline atau konsep untuk tulisan tersebut.
Bisa juga dengan cara membaca tulisan dengan bersuara, agar yakin dengan tulisan kita baik itu dari segi pemilihan kata, kejelasan kalimat, dan kesinambungan tulisan.
Jangan takut
Perasaan takut yang dipupuk terus-menerus tidak akan membuahkan apapun. Yang ada malah tidak menghasilkan tulisan sama sekali. Maka coba kontrol rasa takut tersebut. Tidak ada salahnya untuk mencoba.
Baca Juga: Simak Tips Memilih Koper bagi Para Traveler Agar Barang Bawaan Tetap Aman dan Tidak Rusak
Jika ragu, kita bisa meminta pendapat pada orang terdekat atau orang yang kita rasa lebih ahli dan sesuaikan tulisan kita dengan pendapatnya.
Jangan mundur karena kritik
Gunakan kritik sebagai alat untuk membantu kita bisa lebih berkembang. Sekalipun kritik itu datangnya dari diri kita sendiri. Saat kita merasa bahwa tulisan orang lain lebih bagus dari kita, maka kita bisa mempelajari apa yang membuat tulisan tersebut menarik dan mengaplikasikannya ke dalam tulisan kita sendiri.
Baca Juga: Masih jadi Incaran Hacker, Simak Tips Menggunakan Threads yang Aman dan Nyaman
Cari inspirasi
Inspirasi bukan hanya dari segi tulisan, tapi juga sosok dibalik tulisan tersebut. Misal kita menyukai suatu buku, maka kita juga bisa menjadikan penulis bukunya sebagai inspirasi kita menulis.
Sehingga saat merasa buntu atau stuck, kita dapat membaca tulisan dari tokoh tersebut untuk memantik inspirasi atau ide dalam tulisan kita.