← Beranda

Empuk, Manis Gurih, dan Kaya Rempah Nusantara: Resep Malbi Daging Sapi Khas Palembang yang Aromanya Menggoda dan Rasanya Melekat di Ingatan

Zulfa Putri HardiyatiKamis, 25 Desember 2025 | 13.43 WIB
Resep Malbi Daging Sapi Khas Palembang yang Aromanya Menggoda dan Rasanya Melekat di Ingatan (YOUTUBE DEVINA HERMAWAN)

JawaPos.com - Kuliner Palembang tidak hanya dikenal lewat pempek dan olahan ikannya, tetapi juga memiliki kekayaan hidangan berbasis daging dengan cita rasa yang dalam dan berlapis.

Salah satunya adalah malbi daging sapi, sajian klasik yang kerap hadir di momen istimewa, perayaan keluarga, hingga jamuan adat.

 Masakan ini dikenal dengan rasa manis gurih yang khas, aroma rempah yang kuat, serta tekstur daging yang empuk karena dimasak perlahan hingga bumbu benar-benar meresap.

Keunikan malbi terletak pada perpaduan rempah Nusantara seperti kayu manis, cengkih, ketumbar, dan pala, yang dipadukan dengan kecap manis serta kelapa sangrai halus.

Hasilnya adalah hidangan berwarna gelap dengan rasa legit yang kaya, berbeda dari semur maupun rendang.

 Untuk melengkapi kenikmatannya, malbi biasanya disajikan bersama sambal nanas segar yang memberi sentuhan asam dan pedas, sehingga rasa tidak terasa enek.

Resep malbi daging sapi khas Palembang ini dibagikan melalui video tutorial dari kanal YouTube Devina Hermawan, yang menyajikan panduan memasak secara runtut dan mudah diikuti, namun tetap menjaga cita rasa autentik.

Bahan Utama

1.      650 gr daging sapi sengkel

2.      250 gr kelapa parut

Bahan Bumbu Halus

1.      12 siung bawang merah

2.      7 siung bawang putih

3.      3 cm jahe

4.      1 sdt lada putih butir

5.      ½ sdt lada hitam butir

6.      1 sdm ketumbar

7.      ½ butir pala

8.      75 ml minyak

9.      50 ml air

Bahan Lainnya

1.      1 batang serai, geprek

2.      5 butir cengkih

3.      6 cm kayu manis

4.      2 sdm gula batok

5.      4–5 sdm kecap manis

6.      1 liter air

7.      1 sdt kaldu sapi bubuk

8.      ½ sdt garam

9.      ¼ sdt penyedap

Bahan Sambal Nanas

1.      150 gr nanas

2.      2 siung bawang merah (opsional)

3.      6 buah cabai merah keriting

4.      15 buah cabai rawit hijau

5.      ½ sdt terasi, bakar

6.      ¼ sdt garam

7.      ½ sdt gula pasir

Pelengkap

1.      Nasi putih

Cara Membuat Malbi Daging Sapi

1.      Potong-potong daging sapi sesuai selera, sisihkan.

2.      Masukkan bawang putih, bawang merah, jahe, lada hitam, lada putih, pala, ketumbar, minyak, dan air ke dalam blender, lalu haluskan.

3.      Tumis bumbu halus hingga harum dan mengeluarkan minyak, kemudian masukkan serai, kayu manis, dan cengkih, tumis kembali hingga wangi.

4.      Masukkan air, daging sapi, garam, kaldu sapi bubuk, dan penyedap, lalu masak di api sedang kecil hingga daging empuk.

5.      Sangrai kelapa parut hingga kecokelatan, kemudian blender hingga halus.

6.      Masukkan gula batok, kecap manis, dan kelapa sangrai halus ke dalam wajan, aduk dan masak hingga bumbu meresap sempurna ke daging.

7.      Untuk sambal nanas, potong nanas berbentuk kotak kecil dan iris bawang merah.

8.      Masukkan cabai merah keriting, cabai rawit hijau, terasi bakar, garam, dan gula pasir ke dalam ulekan, ulek hingga halus.

9.      Masukkan sebagian nanas, ulek kembali, lalu tambahkan sisa nanas dan bawang merah, aduk hingga tercampur rata.

10.  Malbi daging sapi khas Palembang siap disajikan bersama nasi putih hangat dan sambal nanas.

Malbi daging sapi khas Palembang ini menghadirkan kekayaan rasa yang lembut namun berani, manis gurih yang mendalam, serta aroma rempah yang langsung menggugah selera sejak pertama kali dihidangkan.

Proses memasak yang perlahan membuat daging empuk dan bumbu benar-benar menyatu, menjadikan setiap suapan terasa hangat dan memuaskan.

Dengan tambahan sambal nanas yang segar dan sedikit pedas, malbi tidak hanya lezat tetapi juga seimbang dari segi rasa.

Sajian ini sangat cocok dihidangkan sebagai menu keluarga, jamuan spesial, maupun ketika ingin menghadirkan masakan Nusantara yang klasik namun tetap istimewa.

 Sebuah hidangan yang bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga membawa cerita dan tradisi dalam setiap porsinya.

EDITOR: Novia Tri Astuti