JawaPos.com - Kota Depok, wilayah yang berbatasan langsung dengan ibu kota dan dikenal sebagai Kota Belimbing, kembali menjadi panggung petualangan kuliner yang penuh canda melalui perjalanan Melki dalam tayangan YouTube RUMAH CANDA MELKI.
Dengan gaya khasnya yang humoris dan penuh spontanitas, perjalanan kali ini mempertemukan dirinya dengan sahabatnya, Raden Asep Saifullah, sekaligus mengajak penonton menyusuri beragam fenomena unik yang melekat pada Depok—mulai dari legenda babi ngepet, warna-warni “kolor ijo”, hingga cerita sejarah yang ternyata jauh lebih kaya dari sekadar mitos.
Dalam kunjungan ini, Melki tidak hanya menjelajahi kota, tetapi juga memasuki kehidupan sehari-hari warga Depok melalui rumah Asep yang masih dalam proses pembangunan, lengkap dengan gaya humor khas mereka yang membuat suasana semakin hidup.
Dari obrolan mengenai sejarah Depok hingga gaya rumah industrial yang belum rampung, perjalanan berubah menjadi eksplorasi kuliner yang menggugah selera.
1. Bakmi Sejuk: Kuliner Pertama yang Direkomendasikan Asep
Perjalanan kuliner dimulai dari sebuah gang kecil yang menyimpan hidden gem—warung bakmi sederhana namun penuh rasa.
Suasana panas tidak menghalangi kelezatan yang tersaji: bakmi lembut, ayam putih gurih, serta cita rasa khas yang menurut Asep tidak memerlukan saus tambahan.
Melki dan Asep menikmati bakmi sambil bercanda—tentang sambal, kecap, hingga kebiasaan mereka makan dulu kala.
Obrolan ringan itu justru memperkuat karakter tempat makan ini: sederhana, jujur, tetapi memikat.
Asep juga menegaskan bahwa Depok bukan kota dengan kuliner khas tertentu, namun justru kaya ragam rasa yang unik dari berbagai penjuru Nusantara.
2. Rumah Makan Ponovi: Mencicipi “Makanan Terlangka di Dunia”
Melki kemudian bergerak menuju sebuah tempat makan yang mengklaim menyajikan “makanan terlangka di dunia”—Ponovi.
Di sinilah ia mencicipi tiga hidangan khas Betawi yang perlahan mulai langka:
· Sayur Besan, makanan tradisi yang biasa hadir hanya saat hajatan.
· Gabus Pucung, olahan ikan gabus dalam kuah hitam pucung yang aromatik.
· Gurame Pecak, perpaduan pedas-asam yang menyegarkan.
Tekstur, aroma, dan rasa yang autentik membuat Melki terkesan. Apalagi proses masak yang masih mempertahankan cara tradisional menjadikan hidangan-hidangan ini semakin bernilai.
3. Ketoprak Cobek Payono: Favorit Para Artis, Termasuk Raffi Ahmad
Petualangan rasa berlanjut ke salah satu ikon kuliner Depok–Cinere yang selalu ramai disinggahi artis: Ketoprak Cobek Payono.
Dengan bumbu yang diuleg halus, lontong lembut, dan campuran kacang mete, ketoprak ini menawarkan sensasi rasa yang lebih kaya dibanding ketoprak pada umumnya.
Bahkan pemilik warung menyebutkan bahwa Raffi Ahmad kerap memesan ketoprak telur dadar di sini. Melki pun ikut mencicipinya dan memberikan apresiasi penuh atas cita rasa yang menurutnya “sempurna”.
4. Oleh-Oleh Khas Depok: Belimbing Dewi
Petualangan kuliner ditutup dengan mencari oleh-oleh khas Kota Depok: Belimbing Dewi, ikon kota yang dikenal karena rasanya yang manis, segar, dan serbaguna.
Melki memperlihatkan deretan belimbing yang siap dibawa pulang—bisa dimakan langsung, dibuat rujak, atau dijadikan olahan apa pun sesuai selera.
DEPOK, KOTA DENGAN CERITA DAN RASA YANG TAK PERNAH HABIS
Perjalanan Melki kali ini membuktikan bahwa Depok bukan sekadar kota penyangga Jakarta.
Di balik legenda dan fenomena uniknya, Depok menyimpan pesona kuliner yang tulus, hangat, dan penuh cerita.
Dari bakmi sederhana di dalam gang, kehangatan sayur besan yang mengikat tradisi, hingga ketoprak melegenda yang digemari para pesohor—setiap langkah menghadirkan pengalaman baru dan ketertarikan yang berbeda.
Melki menutup petualangannya dengan satu pesan sederhana:
Menikmati kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi tentang meresapi perjalanan, menerima cerita, dan membawa pulang pengalaman yang membuat kita ingin kembali lagi.