← Beranda

Panduan 8 Spot Wisata Kuliner Malam Populer Jakarta: Dari Kaki Lima Legendaris hingga Resto Modern di Tepi Pantai

Rian AlfiantoSelasa, 11 November 2025 | 02.52 WIB
Gultik Blok M. (Google Maps)

JawaPos.com - Jakarta tak pernah benar-benar tidur. Begitu matahari terbenam, denyut kehidupan di ibu kota justru berpindah ke jalanan yang dipenuhi aroma makanan. 

Dari wajan panas di kaki lima hingga restoran tepi laut yang gemerlap, malam di Jakarta selalu menawarkan perjalanan rasa yang memikat.

Bagi pencinta kuliner, menjelajahi Jakarta di malam hari adalah petualangan yang tak pernah habis, karena begitu banyak pilihan yang tersedia dan siap memanjakan lidah. 

Berikut deretan kuliner malam populer di Jakarta yang siap memenuhi rasa laparmu:

1. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Di antara lampu kota dan riuh kendaraan, aroma nasi goreng kambing dari Kebon Sirih kerap jadi penanda bahwa malam baru saja dimulai.

Warung legendaris yang berdiri sejak 1958 itu masih menjadi magnet bagi warga dan wisatawan yang mencari cita rasa klasik. 

Daging kambing empuk, bumbu rempah yang pekat, dan nasi goreng panas yang mengepul menjadi kombinasi yang membuat banyak orang rela antre panjang.

2. Soto Betawi H. Ma’ruf

Tak jauh berbeda, Soto Betawi H. Ma’ruf menghadirkan kehangatan dalam semangkuk kuah santan gurih dengan potongan daging sapi yang lembut.

Kedai Soto ini memiliki beberapa cabang di Jakarta, di antaranya Gondangdia, tebet, Utan Kayu, hingga kelapa Gading. menandakan peminat yang luar biasa. 

3. Gultik Blok M

Sementara itu, di sudut Blok M, Gultik atau Gulai Tikungan telah lama menjadi ikon kuliner malam anak muda Jakarta. 

Di bawah cahaya lampu jalan, gulai daging dengan kuah kental dan nasi hangat disajikan di piring kecil, sederhana, namun legendaris.

Masyhur di kalangan anak muda Jakarta, mencicipi Gultik Blok M tak cukup satu piring. Setiap pelanggan hampir pasti ingin nambah.

4. Pujasera Blok S

Jika Anda ingin suasana berbeda, Pujasera Blok S adalah pilihan lain untuk mencicipi kuliner yang tak kalah menggoda. 

Deretan pedagang kaki lima di kawasan ini menyajikan segala rupa: sate, bakmi Jawa, hingga nasi goreng. Di sini, aroma arang dan suara penggorengan berpadu jadi harmoni khas malam Jakarta. Namun Jakarta, bukan hanya milik kuliner kaki lima.

5. Bandar Djakarta

Bagi yang mencari pengalaman lebih modern, Ancol menawarkan suasana makan dengan pemandangan laut. 

Di Bandar Djakarta, Anda bisa memilih sendiri seafood segar sebelum dimasak sesuai selera, sementara Walking Drums by The Beach menghadirkan konsep dining by the sea yang santai dan kekinian.

Di malam hari, cahaya lampu kota yang memantul di permukaan air menambah kesan romantis pada setiap hidangan.

6. Talaga Sampireun

Untuk suasana yang lebih tenang dan beraroma alam, Talaga Sampireun menghadirkan nuansa pedesaan di tengah hiruk-pikuk kota.

Menikmati ikan bakar atau nasi liwet di saung di atas air, ditemani gemericik danau, seakan membawa Anda sejenak keluar dari padatnya Jakarta.

7. Martabak Pecenongan 65A

Begitu malam makin larut, aroma manis dari Pecenongan mengundang siapa pun yang melintas. Martabak Pecenongan 65A, yang sudah melegenda sejak puluhan tahun lalu, selalu jadi penutup malam yang sempurna. 

Pilihan topping-nya beragam, dari cokelat hingga keju kacang, dengan adonan tebal yang lembut di dalam dan renyah di luar.

8. Bubur Ayam-Ketan Susu Barito

Di kawasan Barito, dua kuliner legendaris juga tak kalah ramai: Bubur Ayam Barito dengan topping keju parut yang unik, dan Ketan Susu Barito yang sederhana tapi selalu berhasil mencuri perhatian dengan rasa manis gurihnya.

Bubur ayam dan ketan susu mudah ditemukan di setiap sudut Jakarta. namun, belum lengkap rasanya bila belum mencoba versi yang ada di Jalan Barito.

Penutup

Jakarta seolah mengundang siapa pun untuk keluar malam, bukan untuk berpesta, tapi untuk menikmati kehangatan di antara aroma makanan.

Setiap sudut kota punya ceritanya sendiri: tentang penjual yang sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu, pelanggan yang setia datang tiap malam, dan rasa yang tak berubah meski waktu terus berjalan.

Menikmati kuliner malam di Jakarta bukan sekadar soal makan, tapi tentang merayakan keberagaman rasa, budaya, dan kenangan yang hidup di setiap piring.

Karena di kota yang tak pernah tidur ini, selalu ada cerita yang dimulai dari aroma masakan di tengah malam.

EDITOR: Bayu Putra