← Beranda

7 Makanan Tertua di Dunia yang Masih Bisa Dinikmati Sampai Hari Ini, Nomor Terakhir Sudah Ada Sejak 6000 Tahun Sebelum Masehi

Betty Khasandra PujayantiKamis, 25 September 2025 | 20.42 WIB
Tamales yang sudah dimodifikasi (Ilustrasi Canva)

 


JawaPos.com - Tahukah kamu, bahwa beberapa makanan tertua di dunia ternyata masih bisa dinikmati hingga saat ini. 

Tentunya, hal ini menunjukkan bahwa cita rasa makanan klasik mampu bertahan melewati ribuan tahun perjalanan kuliner.

Mulai dari Asia hingga Eropa, sajian bersejarah ini hadir dengan keunikan masing-masing. Ada sup hangat, daging panggang, hingga olahan sederhana berbahan dasar sayuran.

Tak hanya jadi bagian dari masa lalu, makanan kuno tersebut kini terpantau masih sangat populer.

Beberapa di antaranya bahkan semakin digemari sebagai hidangan khas di berbagai belahan dunia.

Dilansir dari Food Republic dan History Hit, berikut ini tujuh makanan paling tua di dunia yang resepnya masih dikenal hingga saat ini.

1. Haejang-guk

Haejang-guk merupakan makanan tertua dari Korea Selatan yang populer sejak abad ke-9. Sup ini dipercaya ampuh mengurangi gejala mabuk berkat kuah hangatnya.

Bahan dasar haejang-guk adalah kaldu sapi, kubis, sayuran, serta daging. Kandungan rempahnya membuat sajian ini terasa menyehatkan sekaligus menghangatkan tubuh.

Uniknya, haejang-guk dikenal juga sebagai Hangover Cure Stew. Kuahnya dipercaya bisa meredakan sakit kepala, mual, dan lemas akibat konsumsi alkohol.

Kini haejang-guk tidak hanya populer di Korea Selatan. Hidangan ini juga banyak disajikan di Amerika, Kanada, Meksiko, hingga Inggris sebagai makanan penghibur.

2. Roast Boar

Roast boar atau babi hutan panggang merupakan hidangan klasik yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu di Asia maupun Eropa. Sajian ini identik dengan pesta bangsawan.

Catatan sejarah menyebut kitab masakan Romawi kuno Apicius dari abad pertama masehi sudah mencatat resep roast boar dengan madu, daun salam, dan cuka.

Pada abad pertengahan, hidangan roast boar sering disajikan dalam jamuan mewah. Biasanya dipadukan dengan saus anggur atau buah untuk menambah cita rasa.

Kini roast boar masih ditemukan di Italia, Spanyol, Prancis, China, hingga Filipina. Proses memasaknya biasanya dengan dipanggang di atas bara api.

3. Meat Pie

Meat pie termasuk makanan tertua yang berasal dari Yunani kuno sekitar 1700 SM. Awalnya hadir sebagai bekal praktis bagi para pekerja.

Isiannya berupa daging sapi atau kambing yang dibungkus kulit adonan sederhana. Meski sederhana, resep ini terus berkembang sesuai selera masyarakat hingga saat ini.

Di Australia dan Selandia Baru, meat pie populer disajikan dengan saus kental. Sedangkan di Amerika dan Kanada, kulit pastry renyah menjadi ciri khasnya.

4. Curry

Curry atau kari dikenal sebagai makanan berkuah berbumbu yang berasal dari India. Namun jejak sejarahnya sudah ada sejak 4.000 tahun lalu di peradaban Indus.

Penemuan sisa rempah seperti kunyit, bawang putih, dan jahe dalam bejana kuno menjadi bukti. Bahan tersebut masih dipakai dalam kari modern hingga kini.

Ketika Portugis dan Inggris datang ke India, istilah kari mulai dipakai. Mereka menyebut hampir semua hidangan saus berbumbu dari India dengan sebutan curry.

Kini kari berkembang di banyak negara, termasuk Thailand, Jepang, dan Karibia. Variasinya beragam, mulai dari kari kental hingga kuah encer sesuai selera.

5. Tamales

Tamales adalah makanan tertua dari Amerika Tengah yang usianya diperkirakan lebih dari 10.000 tahun. Hidangan ini populer sebagai bekal para prajurit dan pemburu.

Bahan dasarnya berupa adonan jagung atau masa yang dibungkus dengan daun jagung. Isinya bisa berupa daging, kacang, hingga sayuran sesuai ketersediaan bahan.

Tamales dimasak dengan cara dikukus sehingga adonannya lembut dan padat. Proses pembuatannya biasanya dilakukan bersama-sama dalam jumlah banyak.

Kini tamales tetap populer di Meksiko, Amerika Serikat, dan Amerika Latin. Bahkan hadir pula versi manis berisi buah, krim, hingga cokelat.

6. Egyptian Tomb Cheese

Egyptian tomb cheese adalah makanan tertua berupa keju yang ditemukan di makam Firaun Ptahmes. Usianya diperkirakan sudah mencapai 3.200 tahun.

Keju ini disimpan dalam kendi tanah liat. Dilansir dari Food Republik, menu berbahan keju ini dibuat dari susu kambing atau domba meski kondisinya sudah tidak bisa dikonsumsi.

Temuan ini membuktikan bahwa masyarakat Mesir kuno sudah mengenal teknik pengolahan susu menjadi produk fermentasi sejak ribuan tahun silam.

7. Nettle Pudding

Nettle pudding dianggap sebagai makanan tertua di dunia yang berasal dari Inggris sejak 6000 Sebelum Masehi. Kini, makanan ini usianya diperkirakan lebih dari 8.000 tahun.

Hidangan ini dibuat dari campuran daun jelatang, sorrel, kucai, daun dandelion, hingga tepung. Teksturnya menyerupai adonan kental yang kemudian dipanggang.

Pada abad ke-18, nettle pudding bahkan menjadi makanan pokok masyarakat Inggris. Sajian ini diyakini menyehatkan pencernaan sekaligus bermanfaat bagi jantung.

Meski terasa asing di lidah modern, nettle pudding tetap tercatat sebagai kuliner bersejarah. Resep ini menjadi bukti warisan tertua dalam dunia kuliner global.

Setiap makanan tua yang masih ada hingga kini membuktikan bahwa variasi kuliner dunia sangat luas, mulai dari sajian sederhana hingga hidangan istimewa yang mewah.

Pilihan hidangan kuno ini juga menunjukkan bahwa rasa klasik tetap punya tempat, bahkan di tengah banyaknya tren makanan modern yang terus bermunculan.

Makanan-makanan tersebut hadir dalam bentuk berbeda di tiap negara, tetapi tetap mempertahankan inti cita rasa yang membuatnya bertahan selama ribuan tahun.

Bagi pecinta kuliner, mencoba makanan tua ini bisa jadi pengalaman unik karena menyatukan sensasi rasa khas dengan kisah panjang di baliknya.

 

EDITOR: Novia Tri Astuti