JawaPos.com - Jika berkunjung ke Surabaya, tidak lengkap rasanya tanpa mencicipi aneka makanan kaki limanya yang terkenal lezat dan menggugah selera.
Kota Pahlawan ini bukan hanya kaya akan sejarah, tetapi juga surga bagi para pencinta street food alias kuliner jalanan.
Meski dijual di tempat sederhana, cita rasa yang ditawarkan mampu menyaingi hidangan mahal lainnya. Mulai dari makanan berat hingga camilan ringan, semua tersedia dengan harga yang ramah di kantong.
Dilansir dari kanal YouTube 10 BEST ID pada Jumat (11/4), berikut merupakan 10 street food paling juara di Surabaya yang enaknya kebangetan.
1. Bakso Pak War (Jl. Manyar Kertoarjo III, Mojo, Gubeng, Surabaya)
Bakso selalu punya tempat spesial di hati pecinta kuliner Indonesia. Di Surabaya, Bakso Pak War merupakan salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan.
Meskipun tampil sederhana, rasa dari kuah beningnya sangat kaya dan gurih, memberikan sensasi hangat yang nyaman. Pilihan baksonya pun beragam, mulai dari bakso halus, urat, hingga siomay, semuanya berpadu dalam semangkuk kenikmatan.
Kehadiran gorengan sebagai pelengkap menambah nikmatnya setiap suapan. Tak heran jika warung ini selalu dipadati pelanggan.
2. Tahu Telur Pak Jayen (Jl. Dharmahusada No. 112, Gubeng, Surabaya)
Surabaya dikenal sebagai kota yang kaya akan ragam kuliner jalanan, dan salah satu hidangan yang sangat melekat dalam ingatan banyak orang adalah tahu telur.
Salah satu penjual legendaris yang tak pernah sepi pembeli adalah Tahu Telur Pak Jayen.
Berjualan di tepi jalan dengan gerobak sederhana, suasana kaki lima yang dihadirkan memberikan pengalaman makan yang khas dan penuh kehangatan.
Satu porsi tahu telurnya terdiri dari lontong yang dipotong kecil, tahu goreng, telur dadar yang gurih, serta kecambah segar yang disiram dengan bumbu kacang dan petis khas Surabaya.
Rasa gurih, manis, dan aroma khas petis berpadu menciptakan sensasi yang menggoda lidah. Porsinya pun cukup besar dan memuaskan, cocok untuk jadi menu makanan yang mengenyangkan.
3. Rujak Cingur Genteng Durasim (Jl. Genteng Durasim No. 29, Genteng, Surabaya)
Rujak cingur adalah salah satu makanan khas Surabaya yang paling unik dan bersejarah.
Rujak ini menggunakan moncong sapi (cingur) yang direbus hingga empuk, lalu dicampur dengan berbagai sayuran, buah segar seperti nanas, serta disiram bumbu kacang dan petis hitam khas Surabaya.
Salah satu tempat terbaik untuk mencicipi rujak cingur legendaris ini adalah di Genteng Durasim.
Warung ini telah berdiri sejak 1943 dan masih menggunakan cobek tua sebagai tempat meracik bumbu, di mana ini mampu menambah kesan tradisional dan orisinal. Setiap suapan memberikan sensasi rasa yang kompleks, mulai dari gurih, asam, manis, dan sedikit pedas.
4. Nasi Bebek Tugu Pahlawan (Jl. Pasar Turi No. 27-C, Bubutan, Surabaya)
Nasi bebek goreng menjadi pilihan favorit masyarakat Surabaya, apalagi yang dijajakan di kawasan Tugu Pahlawan. Salah satu tempat yang paling ikonik adalah Nasi Bebek Tugu Pahlawan.
Dengan lokasi strategis di jantung kota, tempat makan ini selalu ramai pengunjung. Bebeknya digoreng hingga kulitnya kering namun dagingnya tetap lembut dan juicy.
Ditambah dengan serundeng kelapa yang gurih dan sambal pedas menyengat, menciptakan kombinasi rasa yang luar biasa. Rasanya yang khas dan porsinya yang pas membuat banyak orang kembali lagi untuk menikmatinya.
5. Nasi Babat Pegirian Ampel (Jl. Nyamplungan No. 236, Ampel, Surabaya)
Bagi Anda penggemar jeroan, nasi babat adalah pilihan kuliner yang tepat. Salah satu tempat terbaik untuk mencicipinya adalah Nasi Babat Pegirian yang berlokasi di kawasan Ampel.
Dalam sepiring nasi babat khas ini, Anda akan mendapatkan campuran lauk seperti babat yang lembut dan gurih, paru kenyal, telur bumbu Bali yang kaya rempah, serta tongkol yang mengenyangkan.
Tak lupa peyek renyah dan nasi jagung Madura yang wangi turut menyempurnakan hidangan ini. Perpaduan cita rasa yang kompleks ini menjadi alasan mengapa banyak orang tak bosan kembali ke sini.
6. Nasi Bete Bu Karmini (Jl. Petukangan, Nyamplungan, Pabean Cantikan, Surabaya)
Jika Anda sedang mencari kuliner murah meriah dengan cita rasa pedas yang menggoda, mampirlah ke Nasi Bete Bu Karmini. Terletak di kawasan Petukangan Ampel, warung ini buka sejak pagi dan menyajikan aneka lauk menggoda.
Mulai dari lele goreng, telur dadar, sate, hingga cumi hitam dan ikan bandeng presto bisa kamu temukan di sini. Salah satu ciri khas dari nasi bete ini adalah cita rasa pedasnya yang kuat dan tajam.
Bagi penikmat pedas, makanan ini sangat menggugah selera dan cocok disantap kapan saja.
7. Nasi Cumi Pasar Atom (Jl. Waspada No. 30, Bongkaran, Surabaya)
Cumi hitam dengan tintanya yang khas menjadi bintang utama dari nasi cumi, salah satu ikon kuliner khas Surabaya. Salah satu tempat legendaris yang menjual menu ini adalah warung nasi cumi di dekat Pasar Atom.
Meski hanya berupa lapak kaki lima, popularitasnya telah menembus kalangan artis hingga pejabat.
Seporsi nasi cumi di sini disajikan lengkap dengan empal goreng, tahu bumbu Bali, telur, dan perkedel. Rasa gurih dan sedikit manis dari cumi berpadu sempurna dengan lauk lainnya. Cita rasa khas bumbu hitamnya sulit untuk dilupakan.
8. Lontong Balap Pak Gendut (Jl. Embong Malang No. 38, Genteng, Surabaya)
Berbicara tentang lontong balap, nama Pak Gendut sudah tak asing lagi di kalangan pecinta kuliner Surabaya. Warung ini telah berdiri sejak tahun 1958 dan menjadi salah satu pelopor lontong balap autentik.
Lontong balap terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, dan lento, disiram kuah gurih dan disajikan bersama sambal petis dan kecap.
Cita rasa khas dari kuah yang ringan namun nikmat menjadikan menu ini cocok dinikmati di siang hari. Warisan rasa yang terjaga selama puluhan tahun membuatnya layak jadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi.
9. Tahu Campur Kalasan H. Abdul Mahfud (Jl. Kalasan, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya)
Tak hanya tahu telur, tahu campur juga menjadi salah satu kuliner khas Jawa Timur yang digemari, terutama di Surabaya.
Hidangan ini merupakan gabungan potongan tahu, mie kuning, kecambah, sayuran, dan potongan daging sapi, semuanya disajikan dalam kuah petis yang kaya bumbu.
Di antara sekian banyak penjual tahu campur, nama H. Abdul Mahfud sangat melegenda. Letaknya di kawasan Kalasan, dan dikenal karena porsi daging sapinya yang lebih banyak dan empuk dibanding tempat lain.
Kuahnya pun kental dan harum, berpadu dengan petis yang menggoda selera. Bagi pecinta kuliner tradisional, tahu campur ini adalah sajian yang tak boleh dilewatkan saat bertandang ke Surabaya.
10. Pecel Rawon Pucang Moroseneng (Jl. Pucang Anom No. 17, Gubeng, Surabaya)
Ingin merasakan pengalaman kuliner yang unik? Coba gabungan antara pecel dan rawon yang hanya bisa ditemukan di Surabaya.
Warung Pecel Rawon Pucang Moroseneng menjadi tempat favorit banyak orang untuk mencicipi menu ini. Pecel dengan siraman bumbu kacang yang manis dan gurih berpadu dengan kuah rawon yang pekat dan beraroma kluwek.
Lauk seperti empal, telur goreng, dan tempe bisa dipilih sesuai selera. Buka sejak malam hari hingga dini hari, tempat ini menjadi favorit bagi pencari makan malam yang lezat dan berbeda.