JawaPos.com – Jika berbicara soal kesehatan otak, banyak orang memikirkan ingatan, suasana hati, fokus, dan penuaan.
Faktanya nutrisi tertentu juga memengaruhi kesehatan otak. Menurut sebuah studi, apa yang Anda makan memang berpengaruh bagi otak.
Dari awal usia 20-an hingga 50-an dan seterusnya, nutrisi dalam pola makan memengaruhi cara kerja pikiran seseorang.
Dilansir ndtv, berikut delapan nutrisi yang memengaruhi kesehatan otak Anda dan dapat ditambahkan ke dalam menu makan.
- Vitamin B
Vitamin B, terutama B6, B12, dan folat berperan dalam produksi neurotransmiter, pengaturan homosistein, dan kesehatan saraf secara keseluruhan.
Sumber makanan yang dapat dikonsumsi antara lain sayuran hijau, kacang-kacangan/polong-polongan, telur, hingga produk susu.
- Asam lemak omega-3
Lemak rantai panjang ini membantu membangun membran sel otak, mendukung transmisi sinyal, dan mengurangi peradangan.
Sumber makanannya seperti ikan berlemak, biji rami, biji chia, hingga kenari.
- Antioksidan dan polifenol
Nutrisi seperti vitamin C, E, dan flavonoid dapat melawan stres oksidatif dan mendukung penuaan otak yang sehat.
Sumber makanannya bisa berupa buah beri, citrus, madu, teh hijau, hingga sayuran berwarna gelap.
- Vitamin K, lutein dan zeaxanthin
Sebuah studi menghubungkan hal ini dengan kesehatan otak, terutama vitamin K dan lutein/zeaxanthin pada lansia.
Sumber makanan meliputi sayuran hijau, brokoli, telur, dan sayuran berwarna kuning atau oranye.
- Magnesium
Magnesium penting untuk fungsi saraf, plastisitas sinaptik, dan pengaturan suasana hati.
Sumber makanannya antara lain kacang-kacangan, biji labu, dan sayuran hijau.
- Lemak sehat
Fluiditas membran, jalur pensinyalan, dan kesehatan pembuluh darah semuanya mendapat manfaat dari lemak baik.
Sumber makanan untuk lemak sehat dapat berupa minyak zaitun, madu, alpukat, dan ikan berlemak.
- Biji-bijian utuh dan serat
Meskipun bukan satu-satunya nutrisi, karbohidrat dan serat berkualitas baik mendukung gula darah yang stabil, kesehatan usus, dan kesehatan pembuluh darah yang lebih baik, di mana semuanya penting untuk otak.
Adapun sumber makanannya seperti beras merah, roti gandum utuh, oat, dan kacang-kacangan.
- Protein
Protein menyediakan asam amino untuk neurotransmitter dan mendukung kesehatan pembuluh darah otak.
Bahkan studi menunjukkan bahwa asupan protein yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan penurunan kognitif yang lebih rendah.
Sumber makanan meliputi kacang-kacangan, daging tanpa lemak, ikan, telur, serta produk susu dan kedelai.
***