← Beranda

Waspada Kanker Limfoma! Periksakan Jika Ada Benjolan Pada Bagian Ini

Nurul Adriyana SalbiahMinggu, 16 September 2018 | 20.09 WIB
Ilustrasi/Seseorang merasakan benjolan di area leher sebagai salah satu gejala kanker limfoma

JawaPos.com - Nama Kanker Limfoma mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Kanker ini merupakan satu satu penyakit yang mematikan.


Limfoma adalah kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik termasuk bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.


Di Indonesia, penderita penyakit ini mencapai 35.490 orang dalam kurun waktu 5 tahun terkahir. Pakar Hematologi dan Onkologi Medik Dr. Ronald. A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM mengatakan, gejala Kanker Limfona terkadang tidak terlalu terlihat atau samar.


"Salah satu tanda yang sering muncul adalah adanya benjolan di sejumlah bagian tubuh.
Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan," ujar dia di acara Peringatan Hari Peduli Limfoma Sedunia bersama Ferron Par Pharmaceuticals dan Cancer Information and Support Center (CISC) Indonesia baru-baru ini.


Ronald memaparkan, kanker ini dapat dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit yang diserang kanker dan dapat diketahui melalui pemeriksaan di bawah mikroskop.


"Pengobatan kanker ini semakin maju dengan perkembangan teknologi. Makin beragam. Hodgkin dan non-Hodgkin beda obatnya. Masing-masing tipe pengobatan tak sama," ujar dia.


Pada limfoma non-Hodgkin, ada beberapa tipe limfoma. Di antaranya, Indolent yaitu limfoma yang tumbuh perlahan. Limfoma indolen umumnya dianggap tidak dapat disembuhkan dengan kemoterapi dan atau terapi radiasi.


Lalu limfoma agresif yaitu limfoma ini memiliki pola pertumbuhan yang cepat. Pengobatannya dapat disembuhkan dengan kemoterapi. Kemudian limfoma sangat agresif yaitu limfoma ini tumbuh sangat cepat.


"Jadi indolen tumbuh perlahan tetapi sifatnya kronik atau menahun. Susah untuk sembuh tapi lebih terkontrol. Kemudian yang agresif diberikan obat lebih banyak dosus tinggi agar tujuan sembuh dan suatu saat stop obat serta tak mengalami kekambuhan. Begitu pula untuk yang jenis sangat agresif," paparnya.


Tak hanya di leher, ketiak atau selangkanan, limfoma jenis agresif pada non-hodgkin juga bisa muncul di otak. Jika sudah begitu, maka pengobatan dilakukan dengan penyinaran. Namun tentu akan berdampak pada efek samping yang hebat.


"Tipe agresif, ada juga di otak. Ini biasanya sulit bagj tin dokter. Jika pada orang muda biasanya fungsi otak terganggu. Lalu jika terjadi pada orang tua, itu bisa demensia atau lupa. Bisa juga muncul di kulit," pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah