JawaPos.com – Pilihan makanan sangat penting bagi orang yang menderita asam lambung. Banyak pilihan makanan yang salah menyebabkan asam lambung kambuh. Itu juga berlaku untuk konsumsi buah-buahan. Semangka, alpukat, dan melon adalah buah dengan kadar asam rendah yang baik untuk asam lambung.
Hanya saja, buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon justru dapat meningkatkan produksi asam lambung, jadi tidak disarankan untuk orang yang memiliki asam lambung. Penderita asam lambung selalu disarankan untuk berhati-hati saat mengonsumsi makanan atau minuman, bahkan buah-buahan.
Penderita asam lambung tidak boleh makan buah dengan banyak asam. Dikutip dari Siloam Hospitals dan Alodokter, beberapa buah ini bisa dikonsumsi bagi penderita asam lambung, namun tetap perlu diperhatikan porsinya agar tidak berlebihan.
Pisang
Pisang memang dikenal sebagai buah yang rendah asam dan umumnya aman dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Pisang memiliki tekstur yang lembut dan dapat membentuk lapisan pelindung pada kerongkongan yang teriritasi akibat naiknya asam lambung.
Hal ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang biasa dirasakan oleh penderita asam lambung. Pisang juga dapat membantu dalam meredakan gejala asam lambung dengan cara menetralisir kelebihan asam.
Kelapa
Kelapa dikenal sebagai salah satu buah yang paling rendah asamnya, sehingga cocok untuk penderita asam lambung yang sensitif terhadap makanan yang bersifat asam.
Air kelapa mengandung elektrolit dan senyawa yang dapat membantu dalam pencernaan yang lancar. Ini dapat bermanfaat bagi penderita GERD atau masalah pencernaan lainnya.
Air kelapa memiliki sifat yang dapat menjaga suhu tubuh tetap normal dan memiliki efek anti-peradangan, yang dapat membantu meredakan iritasi pada lambung.
Semangka
Semangka merupakan buah yang relatif aman untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit asam lambung karena memiliki pH yang cukup tinggi, yaitu sekitar 5,2–6,7.
Semangka mengandung banyak air, sehingga dapat membantu dalam mengurangi rasa tidak nyaman akibat asam lambung yang naik. Air yang cukup juga penting untuk menjaga hidrasi tubuh secara keseluruhan.
Meskipun semangka bersifat sedikit asam, pH-nya yang tinggi membuatnya tidak terlalu merangsang produksi asam lambung dalam jumlah besar. Ini dapat membantu mengurangi risiko terjadinya gejala asam lambung.
Alpukat
Alpukat memiliki pH yang cukup tinggi, sehingga tidak memicu produksi asam lambung dalam jumlah besar. Hal ini membantu mengurangi kemungkinan gejala GERD atau maag. Alpukat memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna, sehingga tidak menimbulkan iritasi pada lambung atau esofagus.
Alpukat dapat diolah menjadi berbagai hidangan seperti jus, smoothie, es buah, atau sebagai isian roti lapis. Ini memungkinkan penderita GERD untuk menikmatinya dalam variasi yang berbeda sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka.
Melon
Melon memiliki kadar asam yang sangat rendah, sehingga tidak cenderung memicu refluks asam lambung yang berlebihan setelah dikonsumsi. Melon mengandung mineral magnesium yang dapat membantu menetralkan kelebihan asam dalam lambung, sehingga mendukung penurunan gejala asam lambung.
Meski dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan dengan buah-buahan lainnya, melon juga mengandung serat yang membantu dalam pencernaan yang sehat.
Pepaya
Pepaya mengandung enzim papain, yang dapat membantu dalam melancarkan proses pencernaan dengan memecah protein menjadi asam amino. Ini dapat mengurangi beban kerja lambung dalam mencerna makanan, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya refluks asam.
Pepaya cenderung memiliki pH yang lebih tinggi, sehingga tidak merangsang produksi asam lambung secara berlebihan setelah dikonsumsi.
Beberapa komponen dalam pepaya juga memiliki sifat anti-inflamasi, yang dapat membantu meredakan peradangan pada lambung.
Apel
Apel umumnya memiliki kadar asam yang rendah, terutama jika Anda memilih jenis apel yang manis. Apel hijau cenderung memiliki rasa yang lebih asam, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung yang sensitif.
Apel mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, kalsium, kalium, dan magnesium.
Kalsium, kalium, dan magnesium memainkan peran penting dalam mengelola gejala asam lambung dan dapat membantu meredakan sakit maag.