JawaPos.com – Seseorang pasti pernah berjalan di lorong khusus suplemen ketika badan mulai merasa tak enak dan setidaknya membeli produk mahal yang dipikir bisa menyembuhkan semua penyakit.
Untuk meyakinkan para konsumen bahwa suplemen tersebut layak dikonsumsi, banyak perusahaan berupaya keras memastikan produk mereka aman dengan pelabelan yang akurat dan pengujian pihak ketiga.
Nyatanya, suplemen tidak boleh menggantikan pola makan seimbang dan hanya pendukung nutrisi dan pola makan yang sehat termasuk meningkatkan kekebalan tubuh.
“Bayangkan sistem kekebalan Anda sebagai pahlawan super internal tubuh Anda, jika sistem kekebalan kita sehat akan lebih mudah untuk melawan virus, bakteri, atau apa pun yang membuat kita sakit,” jelas ahli diet dan peneliti Chelsea LeBlanc.
“Sistem kekebalan yang sehat juga dapat membantu Anda pulih lebih cepat dari penyakit dan mengurangi peradangan. Sistem kekebalan tubuh juga diyakini berperan dalam umur panjang dan pencegahan penyakit,” tambah ahli diet lainnya Bonnie Taub-Dix.
Adapun asupan makanan sehat, tidur cukup, mengatasi stres, dan berolahraga secara teratur adalah cara utama untuk menjaga kesehatan kekebalan tubuh, seperti dikutip JawaPos.com dari Eatingwell, Sabtu (23/12).
Meski begitu, pemanfaatan suplemen diperbolehkan selama dikonsumsi dalam dosis tepat dan para ahli tak menyarankan 4 jenis suplemen peningkat kekebalan tubuh ini. Apa saja?
Minyak Oregano (Oregano Oil)
Minyak oregano diekstraksi dari daunnya dan tersedia dalam bentuk cair dan kapsul. Menurut artikel Metabolites, minyak oregano telah digunakan sebagai obat selama bertahun-tahun untuk mengobati banyak penyakit.
Oregano juga digunakan sebagai pengawet makanan alami karena sifat antioksidan dan antimikroba, namun uji coba pada manusia masih belum mengetahui apakah obat tersebut benar-benar efektif dalam mendukung kesehatan.
Meta-analisis tahun 2020 yang diterbitkan di Phytotherapy Research yang terutama meneliti penelitian pada hewan menunjukkan minyak oregano secara efektif mengurangi beberapa penanda peradangan.
Di sisi lain, menurut studi Journal of Virology, minyak oregano tidak menunjukkan adanya efek melawan flu sehingga disarankan konsumsi oregano sebagai ramuan kering atau segar pada makanan alih-alih suplemennya.
Koloid Perak (Colloidal Silver)
Perak koloidal adalah cairan partikel perak kecil yang disebut sebagai obat untuk segala infeksi dan luka. Namun, pakar kesehatan National Center for Complementary and Integrative Health, Kristen Carli menyatakan ada klaim palsu terkait obat tersebut.
“Terdapat banyak klaim palsu tentang manfaat kesehatan dari mengkonsumsi koloid perak terutama karena mengandung sifat antimikroba. Tidak ada cukup bukti untuk mendukung klaim ini,” kata Carli.
“Aku memperingatkan siapapun agar tidak mengonsumsi koloid perak karena dapat berbahaya dalam dosis tinggi dan dapat berinteraksi secara negatif dengan banyak obat,” tambahnya.
Echinacea
Echinacea biasanya untuk pilek dan flu tersedia dalam hampir semua bentuk misal sirup, bubuk, obat pelega tenggorokan, kantong teh, kapsul, dan permen jeli.
“Beberapa orang mengandalkan echinacea, namun penelitian menunjukkan hasil yang beragam mengenai apakah echinacea dapat diandalkan. Selain itu, echinacea mungkin mengganggu kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan autoimun,” jelas Taub-Dix.
Pre-Workout
Olahraga sedang hingga intens dapat membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan.
Namun, jika memilih booster seperti pre-workout sebelum keluar rumah, LeBlanc menyarankan untuk hati-hati menjelang penghujung hari.
Banyak diantaranya mengandung kafein yang mungkin memberi energi pada olahraga, tetapi jika terlalu banyak dapat mempengaruhi kualitas tidur, membuat gelisah, dan terjaga menjelang tidur.