← Beranda

Jangan Asal! Ini 8 Hal yang Perlu Diketahui Pemula Saat Konsumsi Suplemen Vitamin D

Rabbany WanadrianiKamis, 21 Desember 2023 | 18.20 WIB
ilustrasi suplemen vitamin D. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Beberapa orang suka menjaga kadar vitamin D yang optimal di dalam tubuh dengan bantuan asupan makanan alami dan suplemen.

Selain itu, biasanya tubuh menerima vitamin D saat berjemur di bawah sinar matahari karena hal itu menjadi cara paling alami untuk mendapatkan vitamin tersebut.

Di sisi lain, kekurangan vitamin D dapat memicu osteoporosis, jantung, rakhitis, dan masalah lain yang berhubungan dengan tulang sehingga sebagian orang beralih dari makanan alami memilih suplemen vitamin D.

Meskipun ada banyak cara untuk mendapatkan vitamin D, sekitar satu miliar orang di dunia mengalami kekurangan vitamin D dan termasuk masalah kesehatan masyarakat global, berdasarkan penelitian StatPearls tahun 2023.

Vitamin D berfungsi membantu penyerapan kalsium, penting untuk kekuatan tulang dan gigi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatur mood, dan mendukung fungsi otot, kata ahli gizi Shabana Parveen.

Untuk menjaga tingkat vitamin D, memerlukan tingkat 25-hidroksivitamin D yang bersirkulasi lebih besar dari 30 nanogram per mililiter.

Suplemen vitamin itu pada dasarnya adalah bentuk sintetis dari nutrisi penting ini tersedia dalam tablet, kapsul, atau tetes.

Dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Kamis (21/12), ada 8 hal yang perlu diketahui pemula sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D. Apa saja? simak uraiannya di bawah ini.

1. Konsultasi dengan tenaga kesehatan

Prioritaskan konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum memulai makan suplemen apapun terutama vitamin D untuk memandu dosis tepat dan potensi interaksi dengan obat-obatan, kata sang ahli.

2. Penilaian kadar vitamin D saat ini

Tes darah dapat menentukan kadar vitamin D di tubuh saat ini dan akan membantu untuk mengetahui apakah perlu mengonsumsi suplemen tersebut.

3. Kondisi kesehatan yang mendasari

Kondisi medis tertentu seperti diabetes dapat berinteraksi dengan suplemen vitamin D sehingga perlu adanya penyesuaian atau pengawasan yang cermat.

4. Jaminan kualitas

Pilihlah merek terkemuka untuk memastikan kemurnian dan potensi suplemen.

5. Kesadaran akan kemungkinan efek samping

Meskipun jarang terjadi, asupan vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan, jelas Parveen. Biasakan diri dengan gejala seperti mual, lemas dan muntah.

6. Kombinasi dengan nutrisi lain

Beberapa suplemen atau nutrisi mungkin mempengaruhi penyerapan vitamin D. Carilah panduan tentang kombinasi dari seorang profesional untuk mengetahui kombinasi mana yang paling berhasil.

7. Sinar matahari

Paparan sinar matahari yang cukup membantu produksi vitamin D alami. Jadi, pertimbangkan tingkat paparannya saat menggunakan suplemen.

8. Pertimbangan berdasarkan usia dan gaya hidup

Kelompok usia dan gaya hidup yang berbeda mungkin memerlukan jumlah vitamin D yang berbeda-beda. Sesuaikan suplementasi sesuai dengan kebutuhan.

EDITOR: Hanny Suwindari