← Beranda

Kenali Mioma, Tumor Jinak yang Menyerang 1 dari 4 Perempuan

Dimas Nur ApriantoKamis, 21 Desember 2023 | 03.43 WIB
Ilustrasi perempuan mengeluh kurang nyaman karena miom.

JawaPos.com–Tumor adalah pertumbuhan jaringan yang tidak seharusnya ada. Sebagai contoh, di payudara kalau ada benjolan itu namanya tumor.

Konsultan Onkologi Ginekologi dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk yang bertugas di RS Premier Surabaya menjelaskan, tumor ada yang jinak ada tumor ganas. Nah, tumor ganas nama lainnya adalah kanker.

”Tumor itu jenisnya macam-macam. Salah satunya mioma uteri atau fibroid, leiomioma atau fibromioma. Orang kebanyakan menyebutnya miom, adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim,” terang dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk yang juga staf pengajar di Rumah Sakit Seotomo.

Staf pengajar di Rumah Sakit Universitas Airlangga itu menyebut penyakit miom cukup sering menyerang perempuan. Satu dari 4 perempuan itu terkena penyakit ini. Miom bukan penyakit keturunan.

”Tidak semua miom harus dioperasi. Jadi ada beberapa miskonsepsi kalau kena miom itu divonis operasi. Tidak semua. Hanya sebagian kecil perempuan dengan miom yang datang ke kita yakni miom dengan keluhan atau yang sudah besar sekali yang dioperasi,” terang dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk.

Menurut dia, terkadang perempuan menyangka tubuhnya tambah gemuk ternyata miom. Apalagi banyak orang Indonesia takut periksa. Mereka datang ke dokter kalau sudah sakit dan sudah ada keluhan-keluhan seperti pendarahan dan gangguan haid.

”Jadi bisa sampai anemia. Miom juga membuat nyeri karena miom yang membesar bisa menekan organ lain. Misal kandung kemih. Efeknya jadi sering kencing,” ujar dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk.

Selain itu, gangguan akibat miom adalah buangnya besar agak susah. Rasa ganjil atau tidak nyaman.

Pungky Mulawardhana mengatakan, miom menyerang perempuan pada usia reproduksi. Jadi mulai perempuan mendapat haid sampai masa menopause. Sebab, miom atau tumor mendapat sumber makanan dari indung telur dari seorang perempuan dewasa yang sudah memproduksi sel telur dan memproduksi hormon estrogen.

Konsultan Onkologi Ginekologi dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk.
Konsultan Onkologi Ginekologi dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk.

”Miom ini mendapat makan dari estrogen. Jadi Miom ini biasa menyerang wanita di bawah 50 tahun,” papar dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk.

Pada sebagian perempuan dengan miom yang kecil, setelah usia reproduksi atau menopause miom mengecil sendiri sebab miom tak mendapat suplai makanan dari ovarium.

”Jadi karena sudah menopause maka miomnya akan mengecil dengan sendirinya,” kata dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk.

Dia menambahkan, miom berkembang di luar rahim. Miom bisa berkembang hingga berukuran besar namun tak menimbulkan gangguan ke dalam rahim. Miom juga bisa berkembang di dalam otot rahim.

”Namun miom juga bisa tumbuh di dalam rongga rahim. Ini yang menyebabkan pendarahan hebat. Efek lainnya, miom yang berada di dalam rahim membuat perempuan susah hamil,” jelas Pungky Mulawardhana.

”Jadi tidak semua miom menyebabkan gangguan kesuburan. Perempuan yang setelah setahun menikah namun belum hamil sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Sehingga diketahui apakah punya miom atau faktor lainnya agar bisa segera ditangani dokter,” tambah dr. Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K)-Onk.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah