← Beranda

Mengenal Aquaphobia, Gejala Umum, Penyebab hingga Pengobatannya

Muhammad Naufal AnwarJumat, 15 Desember 2023 | 03.11 WIB
Ilustrasi Aquaphobia. (Sumber : Freepik)

JawaPos.com – Aquaphobia merupakan ketakutan yang tidak rasional terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak menimbulkan bahaya besar.

Pengidap aquaphobia mengalami tingkat ketakutan dan kecemasan yang tidak wajar terhadap air, sehingga menghambat aktivitas saat di dekat air.

Aquaphobia berbeda dengan hydrophobia. Meskipun keduanya berhubungan dengan air, hydrophobia adalah rasa ketidaknyamanan terhadap air yang menjadi tahap-tahap akhir pengidap rabies. Dikutip JawaPos.Com dari Healthline, Jumat (14/12).

Baca Juga: Kenali 3 Jenis Fobia yang Umum Dirasakan Seseorang, Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental dan Fisik!

Seseorang dengan aquaphobia dapat memicu rasa takut saat melihat air. Fobia ini bukan disebabkan oleh jumlah airnya, melainkan air yang telah menciptakan rasa takut dan kecemasan yang terjadi di masa lalu.

Berikut ini merupakan gejala umum dari pengidap aquaphobia : 

- Perasaan takut, kecemasan, dan panik secara langsung saat memikirkan tentang air,

Baca Juga: 10 Fobia yang Tidak Biasa Ini Membuat Geleng-geleng Kepala, Salah Satunya Takut pada Pakaian

- Rasa takut yang berlebihan dan tidak masuk akal saat terpapar air,

- Menyadari bahwa ketakutan terhadap air bersifat berlebihan,

- Menghindari air,

Baca Juga: Deretan Fobia Unik yang Tidak Pernah Disangka, Mulai Takut dengan Pusar Hingga Kata yang Panjang

- Berkeringat,

- Detak jantung yang cepat,

- Rasa sesak di dada dan kesulitan bernapas,

- Mual,

- Pusing atau pingsan. 

Baca Juga: Fobia Kamera di Awal Karier, Bintang Moving Han Hyo-joo Ingin Jajal Bermacam Karakter

Aquaphobia sering kali disebabkan oleh peristiwa traumatis saat masa kecil, seperti hampir tenggelam.

Ini juga bisa menjadi kejadian yang berpengaruh negatif, biasanya terjadi pada masa kanak-kanak.

Perubahan dalam fungsi otak juga dapat menjadi peran dalam berkembangnya fobia. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor genetik, pengalaman traumatis, dan perubahan dalam fungsi otak yang mungkin menjadi faktor munculnya fobia tertentu, termasuk aquaphobia.

Baca Juga: Dari yang Masuk Akal sampai Yang Sulit Dinalar, Ini Daftar Fobia Unik yang Diidap 18 Artis Tanah Air

Jika dirasa memiliki aquaphobia, disarankan untuk menemui dokter spesialis kesehatan mental yang dapat mendiagnosis dan merawat fobia Anda.

Seorang spesialis kesehatan mental memungkinan dapat mendiagnosis aquaphobia (atau fobia spesifik) jika telah mengalami gejala di atas setidaknya selama enam bulan.

Aquaphobia dianggap sebagai fobia spesifik sehingga pengobatan dapat dilakukan dengan dua bentuk terapi psikologis utama, yakni terapi paparan (exposure therapy) dan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy).

Baca Juga: Demi Film Suzzanna Malam Jumat Kliwon, Luna Maya Lawan Fobia Terhadap Ular

Terapi paparan dilakukan secara berulang dengan sumber yang diyakini sebagai penyebab fobia.

Saat terpapar pada air, seorang terapis akan memantau reaksi, pikiran, perasaan, dan sensasi untuk membantu mengelola kecemasan pasien pengidap aquaphobia.

Selain itu, terapi perilaku kognitif dilakukan untuk menantang pikiran tentang ketakutan terhadap air.

Saat berusaha untuk menantang ketakutan, diharapkan dapat mengembangkan strategi pola pikir untuk mengatasi fobia.

Selain perawatan secara profesional, ada juga beberapa teknik perawatan yang dapat dipraktikkan di rumah.

Strategi berbasis kesadaran (mindfulness), aktivitas fisik harian, yoga, dan pernapasan dalam semua merupakan strategi yang dapat membantu dalam pengobatan fobia.

Baca Juga: Melihat Penanganan Fobia dengan Teknologi Virtual Reality

Jika menemui seorang dokter mungkin juga akan diberi resep obat untuk mengatasi beberapa gejala kecemasan dan serangan panik. Perlu diingat bahwa obat-obatan ini tidak digunakan dalam jangka Panjang.

EDITOR: Nicolaus