← Beranda

Busui Wajib Tahu! Tips Memompa, Menyimpan, dan Menyajikan ASI Perah yang Benar Agar Aman Dikonsumsi Bayi

Hildaniar NovitasariJumat, 15 Desember 2023 | 01.14 WIB
Ilustrasi – ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, sehingga kualitasnya harus dijaga dengan baik. (Genbest)

JawaPos.com – Tahukah kamu? Bahwa kualitas penyimpanan ASI perah bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari media penyimpanan, lokasi penyimpanan, volume susu, suhu ruangan saat susu diperah, fluktuasi suhu dalam lemari es, hingga kebersihan lingkungan di sekitarnya.

Menurut jurnal ilmiah berjudul Breast Milk: A Meal Worth Having, ASI (air susu ibu) mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam proporsi yang tepat. ASI juga mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi.

Oleh sebab itu, kualitas ASI perlu diperhatikan dan dijaga dengan baik. Sebagai Ibu yang menyusui, penting untuk memahami bagaimana cara memompa dan menyimpan ASI perah.

Baca Juga: Kenali Gejala Puting Payudara Tenggelam, Persiapan Ibu Muda untuk Menyusui Bayinya

Berikut ini adalah panduan yang bisa diterapkan agar ASI perah tidak mudah rusak dan aman saat dikonsumsi bayi, dilansir dari laman The Asian Parent.

Tips Sebelum Memompa / Memerah ASI

Saat hendak memerah ASI, bunda harus mencuci tangan terlebih dahulu. Jangan lupa menggunakan sabun untuk menjaga kebersihan tangan. Jika ingin menggunakan pompa, maka periksalah kit pompa dan tabung untuk memastikannya dalam kondisi yang bersih.

Tips Setelah Memompa / Memerah ASI

Setelah memompa atau memerah ASI, maka segera simpan ASI tersebut. Gunakan tas khusus penyimpanan ASI atau wadah food grade yang bersih untuk menyimpannya. Pastikan juga bahwa wadah terbuat dari kaca atau plastik yang memiliki tutup rapat.

Baca Juga: Dukung Kesejahteraan Ibu Hamil dan Menyusui dengan Teknologi Inovatif

Hindari penggunaan botol dengan simbol daur ulang nomor 7, sebab itu menunjukkan bahwa wadah terbuat dari plastik yang mengandung BPA. Jangan pula menyimpan ASI di botol sekali pakai atau kantong plastik yang tidak dimaksudkan untuk menyimpan ASI.

Ketahanan ASI saat berada di suhu dan waktu yang berbeda:

-        Suhu Ruangan (25 derajat Celcius lebih dingin) tahan selama 4 jam.

-        Suhu kulkas ((4 derajat Celcius) tahan selama 4 hari.

-        Suhu freezer (-18 derajat Celcius) tahan selama 6 bulan.

Setelah ASI keluar dari suhu tersebut (jika bayi tidak menghabiskan ASI perah sebelumnya) maka ASI tersebut masih bisa dikonsumsi paling lama 2 jam setelahnya.

Baca Juga: Menggugat Rupa Ibu Menyusui dalam Kesenian

Tips Menyimpan ASI Perah yang Benar di Kulkas dan Freezer

  1. Tuliskan tanggal dan jam pada wadah (botol atau kantong khusus ASI) dengan jelas agar bunda bisa mengetahui lamanya ASI perah yang disimpan.
  2. Jangan menyimpan ASI di pintu kulkas atau pintu freezer. Ini dilakukan agar membantu ASI terlindungi dari perubahan suhu saat pintu membuka dan menutup.
  3. Jika merasa tidak akan menggunakan ASI yang baru diperah dalam empat hari kedepan, maka bunda bisa segera membekukan ASI tersebut guna melindungi kualitas ASI.
  4. Saat membekukan ASI, usahakan menyimpannya dalam jumlah kecil untuk menghindari pemborosan susu yang mungkin tidak habis dalam sekali minum, karena ASI sisa tidak baik untuk disimpan kembali.
  5. Saat melakukan perjalanan, bunda bisa meletakkan ASI ke dalam pendingin berinsulasi dengan kantong es beku hingga 24 jam.
  6. Jangan mencampurkan ASI baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya.

Baca Juga: Pemerintah Didorong Promosikan Tempat Laktasi di Tempat Kerja Agar Ibu Menyusui Tak Kehilangan Pekerjaan

Tips Menyajikan ASI yang Sudah Disimpan

Ketika hendak menyajikan atau mencairkan ASI yang sudah disimpan, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih ASI yang usianya paling tua di kulkas atau freezer.

Untuk ASI yang beku, bunda bisa terlebih dahulu memindahkannya ke kulkas bagian bawah, lalu didiamkan di sana minimal selama 4 jam atau bisa memindahkannya di malam hari untuk digunakan esok paginya.

Hangatkan ASI secara perlahan dengan meletakkannya ke dalam mangkuk yang berisi air hangat (masih dalam kondisi tertutup rapat) atau dengan air dingin yang mengalir dari kran.

Baca Juga: Dokter Sarankan Ada Kulkas dan Wastafel di Ruangan Menyusui Kantor

Perlu diketahui, agar tidak mencairkan ASI beku dengan cara mendiamkannya pada suhu ruangan. Bunda juga tidak boleh memanaskan ASI beku di microwave atau di atas kompor, sebab penelitian menunjukkan bahwa pemanasan yang terlalu cepat dapat mempengaruhi antibodi ASI.

Setelah ASI dicairkan maka tidak boleh membekukan kembali ASI tersebut, karena kualitasnya sudah menurun. Para ahli merekomendasikan untuk membuang ASI tersebut.

Menyimpan ASI harus dilakukan sesuai dengan panduannya, sebab ASI sangat rentan rusak. Apabila ASI rusak atau terkontaminasi maka itu bisa membahayakan kesehatan si kecil. 

EDITOR: Nicolaus