JawaPos.com – Seseorang dapat mengalami sensasi mata yang berkunang-kunang saat melakukan berbagai aktivitas, termasuk saat berolahraga. Hal ini umum terjadi dan bisa menjadi gejala yang serius yang perlu diperhatikan.
Phosphene adalah kondisi yang digambarkan sebagai kilatan cahaya atau bintik berwarna.
Corak kilatan cahaya phosphene yang menari-nari di depan mata ini diduga disebabkan oleh muatan listrik yang dihasilkan retina dan masih melekat.
Baca Juga: Manfaat Kecambah Bagi Kesehatan hingga Baik Buruknya Menanam Sayuran Ini di Rumah
Phosphene juga dapat muncul akibat rangsangan sehari-hari yang memberikan tekanan pada mata (retina), seperti bersin yang terlalu kuat, tertawa, batuk, atau saat berdiri terlalu cepat.
Tekanan fisik pada retina kemudian merangsang bagian saraf mata hingga akhirnya menghasilkan phosphenes.
Itu sebabnya mengucek atau menekan bola mata saat memejamkan mata juga bisa menghasilkan pola kilatan yang sama.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Rilis Buku Tabel Mortalitas dan Morbiditas Indonesia 2023 untuk Analisis Kesehatan
Aktivitas sinyal listrik dan mekanis yang diterima retina ini dapat menciptakan percikan warna atau pola yang dapat berubah secara acak.
Frekuensi, durasi, dan jenis efek yang muncul semuanya dipengaruhi oleh bagian neuron mana yang dirangsang di waktu tersebut.
Dikutip dari Cleveland Clinic pada Selasa (12/12), mata berkunang-kunang atau yang dalam dunia medis disebut phosphenes tersebut dapat disebabkan oleh beberapa alasan sebagai berikut.
Baca Juga: Pasal Tembakau di RPP Kesehatan Masih Disorot, Peneliti Ungkap Risiko Terbesarnya
1. Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah dapat mengakibatkan penurunan aliran oksigen ke otak yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang dan penglihatan yang buram.
Meskipun biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tekanan darah rendah tetap harus diatasi, terutama jika disertai gejala seperti gangguan keseimbangan, pusing, dan mual.
2. Detak Jantung Terlalu Cepat
Detak jantung yang terlalu cepat juga dapat menjadi penyebab mata berkunang-kunang saat berolahraga.
Ini umumnya terjadi saat seseorang melakukan olahraga intens dengan durasi yang lama.
Baca Juga: Intip 8 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Salah Satunya untuk Program Diet
Detak jantung yang terlalu cepat dapat mengganggu distribusi darah yang efisien ke seluruh tubuh, termasuk otak, yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang.
3. Gula Darah Rendah
Mata berkunang-kunang saat berolahraga juga dapat disebabkan oleh gula darah rendah atau hipoglikemia.
Gula darah rendah dapat mengakibatkan penurunan kadar oksigen ke mata, yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang dan penglihatan yang kabur.
Dehidrasi juga dapat menyebabkan gula darah rendah, dan jika tidak diatasi, dapat mengancam keselamatan.
Baca Juga: 8 Manfaat Teh Spearmint untuk Tubuh, untuk Kesehatan Pencernaan hingga Bantu Meningkatkan Fokus
4. Tekanan Darah Tinggi
Mata berkunang-kunang saat berolahraga juga dapat dipicu oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan perpindahan darah dari otak, yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang.