← Beranda

Jangan Dibuang, Ini Tips Olah 2 Menu Bernutrisi dari Sisa Makanan

Nurul Adriyana SalbiahMinggu, 26 September 2021 | 17.19 WIB
Menu makanan bernutrisi yang diolah dari sisa makanan/Instagram KirinIndonesia
JawaPos.com - Di setiap rumah tangga umumnya setiap hari pasti ada saja makanan sisa yang terbuang dan akhirnya menjadi sampah organik. Padahal makanan tersebut masih bagus kualitasnya dan bisa diolah menjadi menu lain yang bernutrisi.

Apa saja misalnya? Ketika anak hanya suka makan kuning telurnya, pasti putih telurnya tersisa. Lalu juga buah-buahan yang sudah terlalu bonyok atau kemanisan seperti pisang, pepaya, buah naga, atau alpukat, sebetulnya bisa diolah menjadi makanan bernutrisi.

Dalam event Kirin #SisaBisa secara Live Instagram, baru-baru ini, Corporate Brand Manager Kirin Eka Arli Chandra mengatakan mengurangi limbah makanan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketahanan pangan. Sehingga diharapkan dapat memberi kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai upaya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah makanan.

"Yakni dengan memanfaatkan makanan sisa di dapur untuk diolah kembali menjadi hidangan baru yang kaya rasa," kata Eka.

Guru Masak Selebriti di LadyBake Cooking Class Putri Habibie mengolah beberapa sisa bahan makanan di rumah menjadi masakan yang bernutrisi. Apa saja misalnya?

Menu pertama, adalah Egg White Muffin. Muffin itu diolah dari sisa putih telur yang tersisa dan tak dimakan. Lalu bisa dicampur dengan berbagai sayuran yang tersisa di kulkas seperti wortel atau daun bawang. Ditambah lagi dengan sosis atau keju. Maka bisa menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.

Menu kedua, adalah smoothie. Menu ini diolah dari buah-buahan yang terlalu matang. Misalnya pisang, buah naga, pepaya, diblender menjadi satu seperti smoothie. Lalu kemudian dituang ke dalam wadah dan dihiasi dengan topping seperti granolla dan blueberry.

"Jadi kita mengingatkan masyarakat bahwa makanan yang tersisa dari dapur masing-masing tidak perlu terbuang sia-sia dan berakhir menjadi limbah makanan. Melainkan, makanan tersebut dapat diolah kembali menjadi hidangan baru," kata Putri.

Healthy Lifestyle Influencer Tri Janita berhasil menurunkan berat badannya dari 160an kilogram menjadi sekarang hanya 2 digit atau berhasil turun 60 kilogram. Kuncinya adalah mengubah pola hidup, pola tidur, dan pola makan.

"Kuncinya harus makan seimbang dan bernutrisi. Diet tak melulu tentang weight loss tetapi bagaimana caranya kita mengatur pola makan. Salah satunya bisa dengan mengolah sisa sisa bahan makanan di rumah agar jangan terbuang lalu diolah menjadi bahan pangan bernutrisi," kata Tri Janita.

Menurut data The Economist pada tahun 2016, satu orang Indonesia membuang sekitar 300kg limbah makanan. Jumlah tersebut berhasil membuat Indonesia menempati posisi kedua pada kontestasi negara penghasil limbah makanan di dunia. Apabila angka tersebut terlalu besar untuk digambarkan, maka, mengutip Food and Agriculture Organization, sepertiga dari seluruh makanan yang kita hasilkan tidak berakhir menjadi konsumsi kita, melainkan sampah yang disia-siakan.

Limbah tersebut pada akhirnya hanya memiliki tiga nasib akhir; pertama menggunung dan perlahan berubah menjadi gas metana (gas rumah kaca) yang memperparah tingkat pemanasan global. Kedua, berakhir mengotori dan menjadi polusi di laut yang membahayakan biota laut. Terakhir, limbah tersebut ‘diolah’ oleh pemerintah dengan cara memindahkan, membakar, dan menghancurkan limbah makanan.
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah