JawaPos.com - Stretch mark, atau yang dikenal sebagai guratan pada kulit, umumnya sering dikaitkan dengan ibu hamil. Namun, kenyataannya, stretch mark tidak hanya dialami oleh ibu hamil, melainkan dapat muncul saat remaja.
Hal ini sering terjadi ketika remaja sedang mengalami masa pubertas yang ditandai dengan perubahan bentuk tubuh dan kondisi kulit.
Stretch mark sendiri terlihat seperti garis-garis pada permukaan kulit, biasanya dalam bentuk garis-garis atau guratan yang zigzag atau lurus. Seringkali stretch mark memiliki warna cerah, pudar, merah muda, atau merah tua, dan cenderung menutupi sebagian area kulit.
Tanda-tanda kemunculannya yakni ketika kulit meregang atau mengendur. Kolagen sebagai protein yang berperan penting dalam elastisitas kulit, mengalami kerusakan, sehingga inilah yang menyebabkan stretch mark terbentuk.
Dikutip dari Radar Jogja JawaPos.com, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30 persen remaja yang mengalami masa pubertas dapat mengalami stretch mark. Faktor-faktor penyebab stretch mark pada remaja termasuk perubahan ukuran tubuh dan kondisi kulit selama masa pubertas.
Selain perubahan masa pubertas, ada juga faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan stretch mark pada remaja, seperti faktor genetik, obesitas, dan penggunaan obat kortisol. Biasanya, stretch mark muncul di area tubuh tertentu, seperti perut, pinggul, paha, kaki, dan dada.
Cara Mencegah Stretch Mark pada Remaja
Bagi remaja yang ingin mencegah stretch mark atau mengurangi risiko yang muncul pada permukaan kulit, ada beberapa langkah yang dapat diambil:
1. Mencukupi Asupan Cairan: Mengonsumsi cukup air putih penting untuk membantu kulit memproduksi kolagen. Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung memiliki kulit yang lebih sehat.
2. Kurangi Konsumsi Kafein: Kafein dapat mengganggu hidrasi tubuh. Oleh karena itu, mengurangi minuman berkafein bisa membantu menjaga kulit tetap sehat.
3. Nutrisi yang Seimbang: Pastikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kulit dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin D, protein, dan zinc. Makanan seperti kacang-kacangan, wortel, ikan, jeruk, brokoli, dan dada ayam tanpa kulit dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
4. Olahraga Teratur: Berolahraga secara rutin membantu meningkatkan sirkulasi darah ke kulit. Ini dapat membantu menjaga kulit tetap elastis.
5. Perawatan Kulit: Beberapa produk perawatan kulit, seperti gel lidah buaya, dapat membantu memudarkan stretch mark yang sudah ada. Penggunaan produk ini sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kecantikan.
6. Perhatikan Faktor Genetik: Jika ada riwayat keluarga dengan masalah stretch mark, perhatikan lebih cermat. Memahami faktor genetik dapat membantu dalam perencanaan pencegahan.
7. Jangan Lupakan Konsultasi Dokter: Jika stretch mark muncul atau menjadi masalah, konsultasikan dengan dokter atau ahli kulit. Mereka dapat memberikan saran dan perawatan yang sesuai.
Menyadari bahwa stretch mark adalah masalah yang umum terjadi pada remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan adalah langkah pertama yang penting.
Dengan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang sehat, banyak remaja dapat mengatasi masalah ini atau bahkan mencegahnya sejak dini.