JawaPos.com – Perasaan sedih terkadang menjadi teman dalam kehidupan. Saat menghadapi kegagalan, kehilangan, dan berbagai bentuk permasalahan dalam kehidupan, pasti rasa murung datang.
Adakalanya pada sebagian orang, perasaan sedih ini dirasakan lebih berat hingga menjadi suatu gangguan depresi. Cobalah untuk berbicara dengan seseorang bila merasa atau melihat seseorang mengeluh.
Dilansir dari bidang promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok, perilaku seseorang yang sedang murung akan berubah lebih senang menyendiri di dalam rumah. Absen dari sekolah, universitas, dan pekerjaan. Seseorang yang depresi akan menghindari keluarga atau teman terdekat. Dia bisa jadi terjerumus mengkonsumsi narkoba.
Seseorang yang sedang galau berhenti menjalankan hobi yang dulu terasa menyenangkan. Dia juga sulit untuk berkonsentrasi dan lebih banyak berbaring di tempat tidur sepanjang hari. Dia juga lebih mudah merasa kecewa terhadap hal-hal kecil. Di dalam kondisi yang ekstrim, seseorang yang murung bisa mengalami depresi hingga melukai diri.
Seseorang yang depresi akan sering merasa berpikir gagal, menyalahkan diri sendiri, berpikir negatif, menganggap hidup tak lagi berarti, masa depan tak ada gunanya, hingga putus asa dan tak mau mencoba. Dia juga sering merasa bersalah, bimbang, mudah tersinggung, kecewa, frustasi, menderita, tidak percaya diri, dan sedih.
Atau seseorang yang depresi merasa kondisi kesehatannya terganggu seperti mudah lelah sepanjang waktu, hampa, sakit kepala atau pegal-pegal, rasa tidak nyaman di perut, sulit tidur atau terlalu banyak tidur, perubahan nafsu makan, dan atau berat badan menurun. Kondisi ini berlangsung sedikitnya selama dua pekan.
Saat menemukan seseorang yang mengalami kondisi ini, coba untuk mendengar dan mengerti apa yang menyebabkan perasaan tersebut. Seseorang yang mengalami depresi harus menyadari kemampuan dalam menghadapi keterbatasan untuk bersikap tetap rasional. (cr1/JPG)