← Beranda

Ingin Lebih Dihormati dalam Hidup ? Kuasai 8 Perilaku Tenang ini Menurut Psikologi

Risma Aris MayaMinggu, 8 Februari 2026 | 22.43 WIB
Salah satu perilaku tenang yang bisa membuat Anda lebih dihormati adalah mendengarkan secara aktif (freepik)

JawaPos.com – Rasa hormat bukanlah sesuatu yang bisa dituntut namun ini adalah sesuatu yang harus diperoleh. Dan seringkali, rasa hormat diperoleh bukan melalui tindakan yang mencolok melainkan melalui pikiran yang tenang.

Ini tentang bagaimana kita bersikap mengelola emosi, berinteraksi dengan orang lain dan membuat keputusan.

Rasa hormat tidak selalu datang dari jabatan, suara keras atau sifat dominan. Justru banyak penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang paling dihormati sering kali adalah mereka yang tenang,konsisten dan tidak banyak pamer.

Perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten ternyata mampu membangun wibawa alami di lingkungan kerja, keluarga maupun pergaulan sosial.

Baca Juga: Orang yang Tumbuh dengan Perasaan Tidak Dicintai Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Saat Dewasa Tanpa Disadari Menurut Psikologi

Dalam artikel ini, kita akan membahas tuntas beberapa perilaku tenang yang dapat membantu Anda mendapatkan rasa hormat yang lebih besar sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Minggu (8/2) sebagai berikut :

  1. Mendengarkan dengan penuh perhatian

Mendapatkan rasa hormat tidak selalu tentang menyuarakan ide-ide paling cerdas atau memberikan nasihat paling berwawasan. Menariknya rasa hormat ini sering kali berakar pada perilaku tenang yang sering diabaikan banyak orang yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian.

Mendengarkan dengan saksama adalah cara halus untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain dan hal itu akan kembali ke Anda dengan cara yang sama. Orang lain akan menyadari ketika Anda benar-benar mendengarkan mereka dan ini membuat mereka merasa penting dan dihargai.

Selain itu, mendengarkan secara aktif juga mampu mendorong komunikasi dan hubungan yang lebih baik yang secara alami mengarah pada hubungan yang lebih kuat dan tingkat rasa hormat yang lebih tinggi.

Penelitian dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa mendengarkan aktif mampu meningkatkan rasa dihargai dan kepercayaan antar personal. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini sesederhana menyimpan ponsel saat orang lain berbicara dan benar-benar hadir dalam percakapan.

Baca Juga: Cerdas Tapi Canggung Sosial ? Ini 4 Perilaku Diam-Diam yang Sering Terjadi Menurut Psikologi

  1. Menepati janji

Pada dasarnya janji kecil yang ditepati jauh lebih membangun rasa hormat dibanding janji besar yang sering dilanggar. Konsistensi antara ucapan dan tindakan menciptakan reputasi yang kuat.

Dengan menepati janji, bahkan janji sekalipun, Anda menunjukkan keandalan. Ini menunjukkan bahwa Anda dapat dipercaya, diandalkan dan cukup kuat untuk menepati janji meskipun menghadapi tantangan.

Studi di Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa keandalan adalah salah satu prediktor utama rasa hormat sosial. 

Contohnya datang tepat waktu atau menepati janji sederhana sering kali lebih diingat daripada pidato panjang tentang komitmen.

  1. Menunjukkan empati

Empati yaitu kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain yang sebagaimana hal ini adalah keterampilan manusia yang sangat berharga.

Dalam kehidupan modern saat ini, empati memiliki nilai yang sangat besar. Empati membuat Anda untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat yang lebih dalam.

Ketika Anda menunjukkan empati yang tulus maka Anda menunjukkan Anda benar-benar peduli pada orang lain. Hal ini menumbuhkan rasa percaya dan saling menghormati. Ini membuat orang merasa diperhatikan, didengarkan dan juga dipahami.

Riset dalam Emotion Journal menunjukkan bahwa empati meningkatkan kualitas hubungan dan menurunkan konflik. Dalam praktik sehari-hari, empati terlihat dari kalimat sederhana seperti “Aku bisa memahami kenapa kamu merasa seperti itu.”

  1. Mempraktikkan kerendahan hati

Kerendahan hati bukanlah tentang meremehkan pencapaian atau kekuatan Anda melainkan tentang menyadari bahwa Anda adalah bagian dari gambaran yang lebih besar.

Ini tentang mengakui upaya dan kontribusi orang lain dan mengetahui bahwa Anda tidak selalu perlu berada di pusat perhatian.

Kerendahan hati juga membantu mengendalikan ego, mendorong pembelajaran, menyambut pertumbuhan dan mempromosikan hubungan yang positif.

Ketika Anda rendah hati, orang lain cenderung mempertimbangkan pendapat dan ide Anda karena Anda juga menunjukkan rasa hormat terhadap sudut pandang orang lain.

  1. Mengungkapkan rasa syukur

Rasa syukur ini lebih dari sekadar mengucapkan “terima kasih”. Namun ini tentang benar-benar menghargai kebaikan seseorang atau peran yang mereka mainkan dalam hidup Anda. Ketika Anda mengungkapkan rasa syukur, maka Anda mengakui kekuatan dan kebaikan yang ada pada orang lain.

Menurut penelitian di Psychological Science, rasa syukur meningkatkan persepsi moral dan kehangatan seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, mengucapkan terima kasih pada rekan kerja atau keluarga bisa memperkuat rasa saling menghormati.

  1. Mengakui kesalahan

Orang yang berani mengakui kesalahan justru terlihat lebih kuat bukan lemah. Sikap defensif berlebihan sering kali menurunkan rasa hormat.

Studi dalam Journal of Organizational Behavior menunjukkan bahwa rasa tanggung jawab meningkatkan kepercayaan personal. Dalam kehidupan sehari-hari, kalimat sederhana seperti “Saya salah dan akan memperbaikinya” sering kali jauh lebih efektif daripada seribu alasan.

  1. Memperlakukan semua orang secara setara

Rasa hormat sejati terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan orang yang tidak memiliki kuasa. Sikap konsisten terhadap semua orang ini bisa membangun integritas.

Memperlakukan semua orang secara setara bukan hanya tentang bersikap sopan kepada CEO perusahaan Anda. Namun juga tentang bersikap hormat secara setara kepada staf kebersihan, petugas pengiriman atau karyawan magang yang baru memulai pekerjaannya.

Perilaku ini menunjukkan rasa keadilan dan integritas yang mendalam. Ini menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda menghargai individu apa adanya bukan berdasarkan apa yang dapat mereka lakukan untuk Anda.

  1. Mempraktikkan rasa hormat pada diri sendiri

Menghormati diri sendiri berarti menjaga batasan.waktu dan nilai pribadi. Orang yang tidak menghargai dirinya sendiri sering kali sulit dihormati orang lain.

Rasa hormat terhadap diri sendiri juga mencakup perawatan diri mulai dari secara fisik, emosional dan spiritual. Intinya Anda tidak akan menerima perlakuan buruk dari orang lain jika Anda terbiasa memperlakukan diri sendiri dengan baik. ***

EDITOR: Setyo Adi Nugroho