JawaPos.com - Kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa henti saat larut malam adalah masalah umum di era digital ini. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur dan kesejahteraan kita secara keseluruhan.
Psikologi mengatakan perilaku ini sering dikaitkan dengan beberapa sifat kepribadian tertentu.
Melansir dari Geediting.com Kamis (2/10), ada tujuh karakteristik psikologis yang biasanya ditampilkan oleh orang-orang ini.
Mengidentifikasi sifat-sifat ini adalah langkah awal yang baik untuk memahami akar masalahnya. Mari kita telaah lebih lanjut tujuh sifat yang sering ditemukan tersebut.
1. Berorientasi pada Hadiah dan Bias Saat Ini
Otak mereka mendambakan hadiah instan, seperti notifikasi atau komentar, sebagai kemenangan kecil yang cepat. Mereka lebih memprioritaskan imbalan langsung daripada manfaat jangka panjang seperti tidur berkualitas. Inilah yang mendorong mereka untuk terus menggulir layar tanpa batas.
2. Kontrol Diri Menipis dan Sering Menunda Tidur
Mereka cenderung disiplin sepanjang hari. Namun, kontrol diri mereka memudar saat malam tiba, sehingga mudah menunda waktu tidur. Penundaan waktu tidur ini secara konsisten berhubungan dengan rendahnya kontrol diri dan kualitas tidur yang buruk.
3. Tipe "Burung Hantu" atau Aktif di Malam Hari
Orang-orang ini secara alami merasa lebih terjaga dan energik saat malam. Jam biologis mereka berlawanan dengan jadwal harian yang ada. Saat orang lain tidur, otak mereka masih terasa "menyala" sehingga mudah memulai aktivitas menggulir.
4. Meredakan Stres dengan Mencari "Waktu Pribadi"
Setelah menjalani hari yang sibuk, keheningan setelah pukul 10 malam terasa seperti waktu yang sepenuhnya milik mereka. Fenomena ini disebut revenge bedtime procrastination, yaitu mengorbankan tidur demi mendapatkan kembali otonomi. Mereka memilih waktu luang di malam hari, meskipun tahu akan berdampak buruk keesokan harinya.
5. Tingkat FOMO Tinggi dan Cenderung Merenung
Mereka sangat sensitif terhadap perasaan tertinggal atau fear of missing out (FOMO). Malam hari terasa seperti lotre informasi yang membuat pikiran mereka bertanya, "Jangan-jangan ada hal penting yang terlewat." Kekhawatiran ini menjaga otak tetap aktif dan merangsang perenungan yang mengganggu waktu tidur.
6. Sangat Peka terhadap Cahaya Layar dan Sinyal Siaga
Membaca atau menonton melalui ponsel di tempat tidur akan memberikan sinyal "tetap terjaga" pada otak. Cahaya layar, terutama cahaya biru, dapat menekan produksi melatonin dan menunda awal tidur. Kebiasaan ini membuat otak sulit untuk bersantai dan mempersiapkan diri untuk beristirahat.
7. Menggunakan Guliran untuk Meredam Emosi Sulit
Satu di antara fungsi scrolling adalah untuk melarikan diri dari perasaan tidak nyaman, seperti kecemasan atau kesepian. Sayangnya, umpan di media sosial justru dapat memperkuat keadaan emosional negatif tersebut. Kebiasaan doomscrolling ini sering dikaitkan dengan depresi dan insomnia yang semakin parah.
Kebiasaan menggulir ponsel larut malam ini hanyalah gejala dari pola psikologis yang lebih dalam. Ini adalah hasil dari perjuangan antara kebutuhan akan stimulasi, kenyamanan, atau otonomi pribadi. Menyadari sifat-sifat ini adalah langkah pertama untuk mengendalikan perilaku kita sendiri.
Dengan kesadaran ini, kita dapat membuat pilihan yang lebih baik dan memprioritaskan istirahat yang berkualitas. Mengganti aktivitas menggulir dengan kebiasaan yang lebih menenangkan dapat meningkatkan kesejahteraan kita secara signifikan.